• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Naik Sampan Keliling Pulau Serangan

Anton Muhajir by Anton Muhajir
15 January 2011
in Kabar Baru, Lingkungan, Pendidikan, Travel
0
0

Teks dan Foto Anton Muhajir

Kalau ingin menikmati sebagian Bali dengan perahu, pergilah ke Pulau Serangan. Kita bisa keliling pulau ini dengan sampan.

Kegiatan wisata ini termasuk baru, sejak Oktober 2010 lalu. Sebelumnya, pulau di bagian selatan Kota Denpasar ini lebih banyak mengenalkan wisata konservasi penyu, bersantai di pantai, dan selancar (surfing).

Serangan dulunya pulau terpisah dari Kota Denpasar. Sekarang ada jembatan penghubung sehingga mudah kalau ke sana. Tidak ada angkutan umum ke pulau ini sehingga pengunjung harus bawa kendaraan pribadi, ojek, atau taksi. Pulau ini jadi salah satu tempat warga untuk jalan-jalan dan sembahyang saat Kuningan.

Kini, ada pilihan kegiatan wisata lain di pulau sekitar 400 hektar ini. Selain bisa melihat tempat pelestarian penyu, bersantai di pantai, atau surfing, pengunjung juga kini bisa menikmati paket perjalanan menyusuri hutan mangrove, mancing di keramba, dan melihat ikan hias.

Paket perjalanan ini dikelola warga adat setempat melalui Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu atau Turtle Conservation and Education Centre (TCEC). Pusat konservasi yang berdiri sejak 2004 lalu ini sering jadi tempat tujuan jalan-jalan, pelajar maupun turis.

I Wayan Geria, pengelola TCEC, mengatakan, dari ide beberapa pengunjung, terutama guru murid yang berkunjung, lahirlah kegiatan wisata tambahan menyusuri hutan mangrove dan melihat ikan hias tersebut.

“Guru dan orang tua murid ingin ada kegiatan wisata lain selain melihat pelestarian penyu,” kata Geria.

Sebenarnya, menurut Geria, kegiatan ini sudah ada sejak Maret 2010. Namun, pengelola baru berani mempromosikan sejak Oktober lalu seiring dengan semakin banyaknya pengunjung yang mencoba kegiatan ini.

Kegiatan wisata ini ada dalam bentuk paket dengan empat kegiatan, yaitu mengunjungi pusat konservasi, menyusuri hutan mangrove, mancing ikan di keramba, dan melihat ikan hias. Tarif satu paket ini termasuk murah, Rp 35.000 per orang untuk wisatawan umum dan Rp 25.000 per orang untuk murid atau guru.

Namun, pengunjung juga bisa memilih salah satu kegiatan wisata saja. Misalnya, paket susur hutan magrove saja. Paket ini yang saya coba bersama anak istri akhir tahun lalu. Tarifnya? Cuma Rp 10.000 per orang. Dengan tarif murah meriah itu, kami bertiga bisa keliling bagian utara pulau Serangan.

Perjalanan keliling Serangan ini dimulai dari sisi timur laut pulau. Di sini pengunjung terlebih dulu akan mendapat jaket pelampung dan sedikit penjelasan. Lalu, perjalanan pun dimulai.

Boat yang kami tumpangi kapasitasnya untuk maksimal 6 orang. Jadi, masih banyak ruang tersisa di sana. Kami bebas bergerak ke sana kemari menikmati beningnya air laut ataupun memotret kapal, sampan, atau keramba di sisi utara pulau.

Made Kamarinda, petugas sampan, membawa kami menyusuri sisi timur terlebih dulu. Di bagian ini selain ada kapal-kapal layar berukuran kecil (yacht) sedang parkir juga banyak keramba, tempat orang mengembangbiakkan ikan dan memancingnya. Karena laju perahu tak terlalu kencang, kami bisa menikmatinya dengan tenang.

Dari sisi timur, perahu melaju ke sisi barat. Di bagian kanan kami ada hutan mangrove. Jarak dari perahu ke mangrove sekitar 50 meter. Agak jauh. Di sepanjang jalan itu pula kadang kami bertemu dengan orang lagi asik mancing, di atas keramba, perahu, ataupun nyebur ke dalam laut.

Kamarinda, pemandu perjalanan sekaligus pengemudi perahu, sayangnya tak banyak bicara pada kami. Harusnya, sih, kalau pemandu kan bisa menjelaskan banyak hal. Tapi, dia baru ngomong kalau kami bertanya. “Memang tidak ada pelatihan khusus bagi pemandu seperti kami. Yang penting bisa mengemudikan perahu,” katanya.

Perahu kami menyusuri hingga bagian barat Serangan di sekitar Pura Sakenan, tempat umat Hindu Bali sembahyang besar saat hari raya Kuningan. Kamarinda sudah mau memutar ke hutan mangrove. Tapi, kami memintanya untuk terus melaju ke bawah jembatan penghubung antara Denpasar dan Serangan.

Melihat jembatan ini dari bawah agak terasa berbeda. Serasa melihat jembatan-jembatan di tengah kota-kota di Eropa. #lebay.

Tapi, swear, rasanya memang beda pas melintasi bawah jembatan ini. Kalau melintas sore hari, saat matahari terbenam pasti lebih asik lagi.

Dari sini, kami kemudian menuju hutan magrove. Ada sungai kecil yang dulu biasa dipakai untuk transportasi antara Denpasar-Serangan sebelum terhubung oleh jembatan. Sebenarnya asik masuk hutan mangrove ini karena bisa melihat dalemannya. Sayang, banyak sampah. Bau lagi.

Anak kami yang sensitif bau langsung muntah-muntah begitu masuk kawasan ini. Kami tak masuk terlalu dalam. Langsung balik setelah sempat terhambat karena banyaknya sampah di sungai.

Masih banyak yang perlu diperbaiki dari kegiatan wisata ini. Tapi, untuk permulaan, keliling sebagian Serangan dengan perahu ini layak dicoba saat liburan.

Kalau tertarik, silakan hubungi I Wayan Geria, Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu. Jl Tukad Wisata No. 4 Kelurahan Serangan, Denpasar | Telp. 0361-8577881, 081236127202 |Email. info.tcec@gmail.com. [b]

Keterangan: tulisan ini dibuat dengan dukungan dari Hotelku, informasi dan pemesanan akomodasi di Bali.

Tags: DenpasarSeranganTravelTravelingWisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
ADGI Memotret Keheningan dalam Poster

ADGI Memotret Keheningan dalam Poster

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia