• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, October 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

ADGI Memotret Keheningan dalam Poster

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
15 January 2011
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
poster WSD dari ADGI di Bentara Budaya Yogyakarta

Teks dan Foto oleh ADGI Chapter Yogyakarta

Ruang pamer Bentara Budaya Yogyakarta temaram oleh cahaya lilin, poster tak nampak detailnya. Malam itu, pada 11 Januari lalu, pameran poster World Silent Day didahului oleh happening art pencahayaan lilin dan presentasi dan diskusi soal WSD dan sosial design.

Andika selaku moderator memperkenalkan Ong Harry Wahyu, praktisi desain senior Yogyakarta yang lekat dengan pemberdayaan masyarakat, Enrico Halim, pendiri majalah Aikon dan Lab Desain Publik Jakarta serta Ayip dari Matamera Communications Bali.

Presentasi dan diskusi yang dihadiri praktisi desain, seniman, budayawan serta masyarakat ini berlangsung hangat dengan diskusi ditemani minuman wedang dan camilan yang langsung menghadirkan dua gerobak angkringan mobile ala Jogja di halaman ruang pameran.

Ungkapan “think locally – act globally” menjadi isu menarik mengupas dimensi Nyepi sebagai indigenous wisdom yang memiliki dimensi ekologi yang universal.  Disusul diskusi menarik sambung menyambung menggugat peran dan kepedulian praktisi seni dan desain dalam problem social dan bencana.

Misalnya bencana erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta hingga lontaran gagasan dibentuknya LBD (Lembaga Bantuan Desain) dan LBI (Lembaga Bantuan Ide). Diskusi hangat, kritis dan diselingi dagelan ala Jogja. Yang menarik adalah kehadiran seniman dan budayawan senior serta pro aktif dalam berdiskusi. Sebuah pemandangan yang mengesankan.

Usai diskusi satu meja penuh lilin membentuk icon logo WSD dihadirkan di tengah hadirin. satu per satu lilin dinyalakan secara bergiliran sehingga cahaya membentuk icon WSD bersinar. “Ini adalah latihan untuk WSD tanggal 21 Maret nanti,” ujar Iqbal Ketua Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Yogyakarta. Ketika lilin menyala, semua hadirin mengenakan topeng kertas yang diadaptasi dari icon logo WSD dan dikenakan bersama.

Inilah akhir dari happening art menandai dibukanya Pameran Poster World Silent Day di Bentara Budaya Yogyakarta. Setelah itu lampu ruangan dinyalakan dan hadirin serta undangan menikmati poster-poster
yang dipamerkan. Tanda tangan dukungan untuk World Silent Day menjadi penanda akhir dari malam pembukaan pameran ini sekaligus disambung dengan obrolan kasual hingga tengah malam.

World Silent Day, malam itu menjadi referensi baru bagi pemirsa Jogja dan diharapkan masih banyak yang mengetahui lagi hingga pameran berakhir tanggal 17 Januari 2011. Setelah Jogja usai, pameran ini telah diminta untuk hadir di kota Bandung dan Surabaya. Sementara desainer di Amerika Serikat juga memohon untuk memberangkatkan poster – poster besar ini ke sana. Sebuah perjalanan menyongsong keheningan.

Tags: ADGIBalidesain grafispameran poster ADGIsilent dayWorld Silent Day
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

Makna dari Singkat yang Lekat di Minikino Film Week 2026

28 September 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Ada Dapur Raksasa di Bawah Danau-danau di Bedugul

27 September 2026
Bali dan Banjir: Apakah Kita Serius Menata Kota?

Kesalahpahaman dalam Penganggaran Mitigasi Bencana di Bali

25 September 2026
Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

Agama Tirta, Bagaimana jika Ritual Tanpa Air?

22 September 2026
IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

IDRiM 2026 Bahas Bencana Dunia: Bali Cuma Tuan Rumah atau Ikut Cari Solusi?

12 September 2026
Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

29 August 2026
Next Post
Memimpikan Bali Serupa Silicon Valley

Memimpikan Bali Serupa Silicon Valley

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

JANGAR Membaca Masa Depan melalui Raja Pasir

JANGAR Membaca Masa Depan melalui Raja Pasir

10 October 2026
Sumur, Kasur, Dapur, dan Krisis? 

Sumur, Kasur, Dapur, dan Krisis? 

10 October 2026
Diorama Pembagian Peran dari Pasar Tradisional

Diorama Pembagian Peran dari Pasar Tradisional

9 October 2026
Belajar Membongkar, Lupa Menyambung

Belajar Membongkar, Lupa Menyambung

9 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia