• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mungkinkah Penerbitan Digital Mengalahkan Cetak?

Ari Budiadnyana by Ari Budiadnyana
7 March 2010
in Kabar Baru, Opini, Teknologi
0
2

digital publishing

Teks Arie Bogel, Ilustrasi Internet

Publishing? Apa ya itu? Publishing yang akansaya  ulas adalah mengenai penerbitan suatu media cetak, baik koran,majalah, dan sejenisnya. Penerbitan media cetak saat ini memang mengalami masa pasang surut terutama saat krisi global tahun kemarin. Karena biaya cetak meninggi dan para advertiser (pengiklan) sangat hati-hati dalam memasang iklan mereka. Pendapatan iklan pun menurun dan berimbas dengan operasional suatu media cetak.

Banyak media cetak yang gulung tikar, mengurangi jumlah karyawan, tidak hanya di dalam negeri. Justru media-media cetak di luar negeri yang besar-besar malah lebih banyak yang bangkrut.
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa media cetak mulai mengurangi oplah mereka. Dan mereka banyak yang lebih memfokuskan untuk men-“digitalkan” edisi cetak mereka. Digitalisasi ini menguntungkan mereka karena biaya akan lebih bisa ditekan dan jangkauan pun bisa sangat luas.

Oh ya, sebelum cerita lebih lanjut, saya akan jelaskann digital publishing itu bagaimana. Apakah sama ya dengan media online? Menurut saya digital publishing itu secara sederhana diartikan sebagai mencetak media dalam bentuk digital tidak mencetak ke bentuk kertas (koran,majalah,dll), atau dapat dikatakan edisi cetak yang dionline-kan secara digital. Jadi bentuk layout dan isi termasuk iklan-iklannya sama dengan edisi cetak.

Digital publishing biasanya menggunakan file dalam format PDF. Sedangkan media online lebih ke arah portal berita dimana berita yang ditonjolkan adalah ke-update-an dari beritanya. Kelihatankan perbedaannya. Kalo digital publishing biasanya sudah tidak diupdate lagi, karena mengambil edisi cetak, dan menguntungkan buat klien pemasang iklan, karena iklan full nongol sesuai dengan yang di cetak.

Digital Publishing ini sendiri dipilih untuk lebih mengefisienkan biaya dan memperluas cakupan pembaca karena dipublish di internet (keterbatasan hanya pada bahasa. Hehehehe). Dimungkinkan sebuah media hanya memiliki kantor kecil, untuk tempat mengedit artikel dan layout tanpa harus pusing memikirkan pencetakkan korannya. Penyedia jasa digital publishing ini juga cukup banyak tersedia dari yang gratisan, tentu dengan beberapa fitur-fitur yang tidak aktif, sampai yang berbayar.

Beberapa penyedia jasa tersebut adalah Issuu layanan ini gratis namun ada juga layanan pro dengan biaya $19/bulan tentunya dengan tambahan beberapa fitur menarik.

Kemudian layanan lain yang sudah terkenal adalah dari Pressmart. Layanan ini adalah layanan berbayar dengan beberapa fitur menarik. Harganya mulai $25 perbulan. Fitur-fitur seperti keyword search, mobile format, iklan, dan lainnya ada di layanan ini. Pressmart cukup terkenal di dunia digital publishing. Di Indonesia juga banyak yang memakai layanan ini seperti untuk e-papper Media Iindonesia (kalo tidak  salah). Sebenarnya masih ada lagi yang lain. Cuma yang saya ketahui hanya dua layanan tersebut karena sempat ikut seminar dan presentasinya.

Bagaimana kiprah Digital Publishing ini di Indonesia negara yang kita cintai ini? Saat ini untuk digital publishing atau e-papper sudah banyak digunakan di Indonesia baik dari koran, majalah, dan lain-lain. Media yang menggunakan antara lain Bali Post, Media Indonesia, Kompas, dll. Kenapa mereka menggunakan e-papper ini? Salah satu faktor utama adalah karena ingin memperluas area pembaca mereka. Saat ini e-papper masih belum digunakan untuk upaya efisiensi pengurangan oplah cetak. Selain itu karena untuk penambahan pembaca, otomatis akan meningkatkan pendapatan iklannya.

Benarkah bisa menambah area pembaca hingga keseluruh dunia? Bisa dikatakan iya dan juga bisa dikatakan tidak. Mengapa? Karena kita ketahui internet memang saat ini tidak ada batas namun yang menjadi pembatas bagi media-media ini adalah “BAHASA”. Kebanyakan masih menggunakan bahasa Indonesia dan belum ada traslate ke Bahasa Inggris. Jadi non-Indonesia akan tidak membacanya,dan bisa dilihat peningkatan pembaca menjadi tidak terlalu signifikan. Dengan kata lain masih menyasar pembaca dari orang Indonesia yang merantau di seluruh dunia.

Mungkinkah digital publishing ini akan menggantikan paper publishing di Indonesia? Menurut saya sih tak mungkin. Sebab (1) belum semua rakyat Indonesia mendapatkan Koneksi Internet apa lagi koneksi yang layak, (2) belum semua rakyat Indonesia melek teknologi walaupun hanya untuk sekedar browsing google, (3) masih mahal dan sedikitnya alat E-Reader portabel yang tersedia, (4) saat menanyakan ke banyak orang, membaca koran cetak rasanya lebih beda dibandingkan membacaa koran digital. Ada perasaan tertentu saat memegang kertas koran tersebut, apalagi ditemani oleh segelas teh atau kopi hangat. Mungkin ini yang membikin orang harus tetap membaca koran.

Nah bagaimana menurut anda mengenai digital publishing? Kita tunggu seiring berjalannya waktu saja. Yang jelas saat ini paper publishing masih di depan. [b]

 

Tags: digital publishingMediaOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ari Budiadnyana

Ari Budiadnyana

just broadcast ur self

Related Posts

Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
“Slaves of Objects” Candu Kebendaan dari WD

Pikiran yang Didisiplinkan

25 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Pemerintah Tanpa Modal, Masyarakatnya Dipenjara?

14 April 2026
Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

Nyepi Jeda Sehari untuk Memberi Ruang pada Alam Bali

17 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Next Post

Sang Pejuang Itu Telah Pergi

Comments 2

  1. .gungws says:
    16 years ago

    menurut saya, media cetak tak akan punah. akan selalu lebih menyenangkan membuka halaman demi halaman buku/koran/majalah yg kita baca, dan klo ada lalat ato nyamuk yg ganggu, gulung2, keplak!! pake media cetak tadi!
    *tulah keunggulan cetak, sepertinya tak ada orang yg tega menggunakan iPad ato monitor atau e-book reader utk ngeplak lalat yg mengganggu*

    Reply
  2. bogeloblast says:
    16 years ago

    setuju setuju dengan bli gung… taksu saat pegang koran itu yg blm bisa dikalahkan…hehehehe

    Reply

Leave a Reply to bogeloblast Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia