• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Esai

Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

I Gusti Krishna Aditama by I Gusti Krishna Aditama
10 November 2020
in Esai, Kabar Baru
0
0


Seorang teman berkata kepadaku, Ia bilang “ngapain sih pelajar ikut-ikut demo? Mending sekolah aja. Belajar biar pinter, ikut parpol terus jadi politis biar bisa ubah sistem dari dalam. Biar mereka bisa merasakan kalau mengubah sistem ini gak gampang.”

Sudah sering aku mendengar kalimat ini diucapkan banyak orang. Kalimat yang diucapkan kepada mereka yang mengikuti aksi demonstrasi. Kalimat yang diucapkan kepada mereka yang memiliki semangat dan idealisme untuk mengubah keadaan. Apakah yang mereka lakukan itu tidak berguna?

Mosi tidak percaya diarahkan kepada mereka yang berkuasa. Mereka yang telah kita berikan suara sehingga dapat duduk di ruangan berpendingin dengan kursi yang empuk. Mereka yang bisa berkuasa karena setiap limat tahun sekali memohon dukungan dan berjanji untuk membuat hidup kita lebih baik. Sekarang nampaknya mereka sudah tidak peduli dengan kita. Sepertinya mereka hanya tertarik untuk membentuk Indonesia sesuai dengan apa yang menurut mereka baik. Aspirasi kita sudah tidak mereka ingin dengarkan. Bagi mereka, kita ini siapa?

Mereka adalah pemuda yang menolak untuk diam. Mereka sadar ada yang tidak beres dengan para pemimpin. Para pemimpin ini seenaknya mengeluarkan aturan yang tidak kita minta. Justru aturan yang kita minta bertahun-tahun mereka abaikan. Sebagian orang mungkin cuek saja dengan ini. Mungkin karena mereka tidak paham dengan situasi negara ini, atau karena hidup mereka sudah terlanjur nyaman sehingga buat apa berteriak soal perubahan.

Para pemuda ini, ilmu yang mereka miliki mungkin belum banyak. Pengalaman mereka dalam dunia politik mungkin masih minum. Ketika bicara soal modal kapital, ah buat apa. Toh mereka bayar uang kuliah UKT saja sudah bikin pusing keluarga di rumah. Mereka juga tidak dilahirkan dari keluarga konglomerat atau berada di lingkaran dinasti politik. Tanpa semua itu, apakah suara mereka akan didengar? Apakah suara mereka berarti? Namun ada satu hal yang mereka miliki. Kesadaran untuk tidak diam.

Kenapa kita harus bersuara? Karena kita menuntuk hak kita sebagai warga negara. Para penguasa, politisi dan negara menjanjikan banyak hal untuk kita. Mereka menjanjikan kita kesejahteraan, keamanan, dan kebebasan untuk menjadi diri sendiri. Ketika semua itu tidak diabaikan, maka kita harus bersuara untuk memintanya.

Tidak semua orang bisa turun ke jalan untuk bersuara. Mereka mungkin tidak dapat meninggalkan kesibukan di hari itu. Mungkin juga hidup mereka sudah nyaman sehingga buat apa berteriak menuntut perubahan. Bagi banyak orang lainnya, mereka tidak bersuara karena mereka dibungkam oleh sistem.

Saya ingin memberikan apresiasi kepada mereka yang telah mewakili suara kita. Mereka mengorbankan waktu dan tenaga secara sukarela. Mereka tidak hanya menyuarakan suara kita. Mereka juga menyuarakan suara mereka untuk masa depan diri sendiri. Maka dari itu, tidak seharusnya kita mencibir apa yang kita lakukan. Karena yang mereka lakukan adalah perbuatan yang mulia.

kampungbet

Tags: #mositidakpercayaaksi Bali Tidak Diam
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Gusti Krishna Aditama

I Gusti Krishna Aditama

Related Posts

Kejanggalan di Balik Putusan Massa Aksi 30 Agustus

Kejanggalan di Balik Putusan Massa Aksi 30 Agustus

3 February 2026
Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

23 December 2025
Peserta Aksi Semakin Lama Menyandang Status Tersangka

Peserta Aksi Semakin Lama Menyandang Status Tersangka

17 November 2025
Aksi di Bali: Para Relawan yang Berkorban dan Politik Identitas

Aksi di Bali: Para Relawan yang Berkorban dan Politik Identitas

30 September 2025
Koalisi Jurnalis dan LBH Bali Mendesak Polda Menindaklanjuti Laporan Kekerasan saat Liputan Aksi

Koalisi Jurnalis dan LBH Bali Mendesak Polda Menindaklanjuti Laporan Kekerasan saat Liputan Aksi

8 September 2025
#BaliTidakDiam: Perjalanan Dialektika Dipimpin Anak Muda

#BaliTidakDiam: Perjalanan Dialektika Dipimpin Anak Muda

25 September 2019
Next Post
Perjuangan Paramedis Jalanan Bali

Perjuangan Paramedis Jalanan Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia