• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, July 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Sekilas Info

Inilah Sejumlah Mitos tentang Tanah Lot

Wahyu Wiguna by Wahyu Wiguna
4 September 2018
in Sekilas Info, Travel
0
1
Tanah Lot menjadi salah satu tempat wisata populer di Bali. Foto Komang Putrayasa (Flickr).

Apakah kalian pernah mengunjungi Pura Tanah Lot?

Rasanya kurang lengkap kalau ke Bali tidak mampir ke tempat ini. Pura Tanah Lot merupakan tempa persembahyangan bagi umat Hindu Bali. Di tempat ini ada dua pura. Satu di atas bongkahan batu dan yang satu berada di atas tebing di pinggir pantai.

Tanah Lot merupakan tempat wisata eksotis dengan pemandangan laut dan keindahan matahari tenggelamnya. Namun, pernahkah kalian mendengar mitos tentang tempat tersebut?

Ada beberapa mitos tersebar di kalangan masyarakat sekitar. Nah, kali ini kita akan membahas beberapa mitos tersebut, tetapi sebelumnya mari kita lihat sejarah tempat ini.

Sejarah Pura Tanah lot

Menurut legenda, dikisahkan pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari Jawa ke Bali.

Yang berkuasa di pulau Bali pada saat itu ialah Raja Dalem Waturenggong. Beliau menyambut baik dengan kedatangan dari Dang Hyang Nirartha dalam menjalankan misinya. Penyebaran agama Hindu pun berhasil sampai ke pelosok-pelosok desa di Pulau Bali.

Dikisahkan, Dang Hyang Nirartha melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali. Maka Dang Hyang Nirartha mencari lokasi sinar tersebut. Tibalah beliau di sebuah pantai di Desa Beraban Tabanan.

Pada masa itu Desa Beraban dipimpin oleh Bendesa Beraban Sakti, yang sangat menentang ajaran dari Dang Hyang Nirartha dalam menyebarkan agama Hindu. Bendesa Beraban Sakti menganut aliran monotheisme.

Lalu Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi di atas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo. Saat itu batu karang tersebut berada di daratan.

Dengan berbagai cara Bendesa Beraban Berusaha mengusir Dang Hyang Nirartha dari tempat meditasinya.

Berdasarkan legenda, Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batukarang di tengah lautan.

Setelah peristiwa itu Bendesa Beraban Sakti kemudian mengakui kesaktian Dang Hyang Nirartha. Dia pun menjadi pengikutnya untuk memeluk agama Hindu bersama dengan seluruh penduduk setempat.

Sebelum meninggalkan Desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman.

Keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali.

Semenjak upacara tersebut rutin dilakukan penduduk Desa Beraban, kesejahteraan penduduk pun meningkat dengan pesat. Hasil panen pertanian melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.

Adanya Tanah Lot sebagai tempat wisata populer di Bali saat ini turut meningkatkan kesejahteraan warga Desa Beraban. Namun, hati-hati. Tanah Lot juga memiliki sejumlah mitos.

Apa saja itu?

1. Membawa pasangan akan membuat hubungan cepat berakhir.

Konon, kalau kita membawa pasangan ke Tanah Lot, hubungan cepat berakhir. Menurut saya mitos ini rasanya kurang tepat karena banyak pasangan yang datang ke tempat ini mengaku hubungan mereka baik-baik saja.

Bahkan teman saya yang sering pergi melakukan persembahyangan ke sana dengan pacarnya baik-baik saja. Mungkin mitos ini berkembang untuk menjaga kesucian agar tempat itu tidak digunakan untuk hal yang negatif.

2. Ular Suci Penjaga pura Tanah Lot

Selain itu ada juga mitos tentang ular suci penjaga pura. Ular yang berada di tempat ini berjenis ular laut yang bisanya sangat mematikan.

Kenyataannya, ular di sana sangat jinak. Malah, konon katanya ular yang berada di dalam sebuah goa ini bisa mengabulkan permintaan sekaligus sebagai penjaga pura tersebut.

Tempat ular ini biasanya dijaga pawangnya. Kita dikenakan biaya untuk bisa memegang dan berfoto dengannya.

3. Air suci yang membuat awet muda

Mitos lain yang dipercaya masyarakat adalah air di Tanah Lot bisa membuat orang awet muda. Banyak pengunjung datang untuk membuktikan mitos itu sendiri, tetapi belum ada penelitian tentang kebenaran air suci ini.

Nah, itulah tadi mitos yang melekat pada Pura Tanah Lot. Untuk kalian yang ingin liburan di Bali jangan lupa mampir ke obyek wisata ini. [b]

Tags: AgamaBaliBudayaOpiniPariwisataTabanan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Wahyu Wiguna

Wahyu Wiguna

Related Posts

Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Next Post
Fair Trade untuk Kesejahteraan Bersama

Belajar Filsafat, Hendak Menjadi Apa?

Comments 1

  1. Mukena Bali says:
    8 years ago

    Tidak lengkap rasanya kalau ke Bali belum mengunjungi obyek wisata yang satu ini. tanah lot memiliki daya tarik sendiri terutama di dalam dunia pariwisata.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ratusan Titik di Bali Alami Bencana

Kota Makin Padat dan Tanah yang Kian Sulit Dijangkau

6 July 2026
Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

Penganugerahan Olimpiade Jurnalis Muda Pertama di Indonesia di AJW 2026

5 July 2026
Romantisme Pulang: Kisah Kelam 1965 yang Tersensor

Romantisme Pulang: Kisah Kelam 1965 yang Tersensor

4 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia