• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Minikino Boyong Film Pendek Indonesia ke Asia Tenggara

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
30 July 2018
in Budaya, Kabar
0
0
Adegan film C’est La Vie, salah satu film yang lolos di S-Express. Foto Minikino.

Lima film pendek Indonesia bersiap menjelajah ke negara-negara tetangga.

S-Express merupakan sebuah jaringan kerja antar negara di Asia Tenggara dalam bentuk pertukaran program film pendek. Gerakan ini diinisiasi pada tahun 2002 oleh Yuni Hadi (Singapura), Amir Muhammad (Malaysia), dan Chalida Uabumrungjit (Thailand) dan menjadi sebuah ajang tahunan yang berlangsung sampai saat ini.

Sampai tahun ini negara-negara yang tergabung dalam S-Express sudah semakin berkembang, meliputi Malaysia, Myanmar, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja dan Indonesia.

Minikino bergabung dalam jaringan ini sejak tahun 2003, membawa film-film pendek Indonesia masuk ke dalam perputaran distribusi Asia Tenggara. Setiap tahunnya Minikino melakukan seleksi film-film pendek Indonesia untuk dikemas menjadi sebuah program, yang kemudian menjadi bagian dalam festival-festival film dalam lingkup Asia Tenggara, bahkan terbuka untuk lingkup yang lebih luas lagi. Di Indonesia sendiri, S-Express pernah menjadi agenda tetap dalam festival film akbar Jakarta International Film Festival (JiFFest).

Memasuki tahun 2018 ini, Minikino telah merampungkan “S-Express 2018: Indonesia” yang siap dibawa berkeliling Asia Tenggara. Film-film pendek terpilih tahun ini adalah “Barakabut” (The Fire Longing for The Mist) 10 menit karya Roufy Nasution, “Dolan Bareng” 5 menit karya J.Kevin Setya Wijaya, “Ojek Lusi” 18 menit karya Winner Wijaya, “Fatimah” 13 menit karya Adi Marsono, dan “C’Est La Vie” 18 menit karya Ratrikala Bhre Aditya.

Total jumlah durasi semuanya adalah 64 menit. Kelima film pendek ini telah melalui seleksi secara seksama oleh Direktur Program Minikino, Fransiska Prihadi.

“Seleksi tahun ini mempersembahkan beragam gaya film pendek Indonesia, mulai dari eksperimental, dokumenter, hingga fiksi, namun semuanya menggambarkan kerinduan akan kejujuran dan ketulusan hati,” kata Fransiska Prihadi sebagai programmer.

Sebagai sebuah program pertukaran, S-Express membawa makna penting dalam sejarah perkembangan film pendek di negara-negara yang terlibat. Sebab melalui film pendek, penonton dapat melihat kilasan mengenai budaya serta isu aktual yang terjadi negara tersebut.

“Seperti halnya Minikino percaya bahwa film pendek memiliki kekuatan literatur yang menyampaikan nilai-nilai sosial budaya yang nyata di masyarakat. Maka semua karya yang masuk dalam S-Express juga akan saling merepresentasikan nilai-nilai ini dari negaranya masing-masing,” lanjut Fransiska Prihadi.

Jadwal pemutaran perdana program “S-Express 2018 Indonesia” akan diproyeksikan pada layar lebar 2nd SEAShorts di Georgetown – Penang, Malaysia pada 2 – 5 Agustus 2018. Kemudian disusul oleh jadwal 22nd Thai Short Film and Video Festival akhir Agustus 2018 di Bangkok, Thailand, kemudian juga akan tampil di Wathann Film Festival 5-10 September 2018. Kemudian Chaktomuk Short Film Festival (CSFF) pada tanggal 8-12 November 2018.

Sejak 2015, setiap tahun S-Express juga telah menjadi bagian tetap Minikino Film Week, Bali International Short Film Festival, yang pada tahun ke 4 akan diselenggarakan 6-13 Oktober 2018 mendatang.

Sampai detik ini, S-Express masih merupakan satu-satunya jaringan pertukaran film pendek yang menghubungkan antar negara di Asia Tenggara. Bagi masing-masing negara yang terlibat, tentunya program tahunan ini memiliki makna yang berbeda-beda, namun secara pasti merupakan bagian terpenting dari sejarah perkembangan film pendek di Asia Tenggara. [b]

Tags: Film PendekKomunitas
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Aksi Bali Mengkritisi Kebijakan Bias Gender dan Tolak RUU TNI

Gerakan Kesadaran Neurodiversitas untuk Keberagaman dan Melawan Stigma

21 June 2025
Tiga Film di Balinale Soroti Isu Sosial

Tiga Film di Balinale Soroti Isu Sosial

15 June 2025
Pertukaran Program Film Pendek dan Filmmaker Menuju Glasgow 2025

Pertukaran Program Film Pendek dan Filmmaker Menuju Glasgow 2025

10 March 2025
Shorts Up: Membangun Generasi Baru Filmmaker Indonesia

Shorts Up: Membangun Generasi Baru Filmmaker Indonesia

22 April 2024
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Next Post
SVF 2018: Pesona Wisata Sanur di Bulan Agustus

SVF 2018: Pesona Wisata Sanur di Bulan Agustus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia