
Banyak yang kerap mengira tanaman yang tergolong jenis rumput ini sebagai tanaman liar dan material yang bernilai rendah. Padahal tanaman tersebut berperan penting untuk menjaga ketersediaan air tanah. Tanaman itu adalah bambu.
Berangkat dari kesadaran untuk memuliakan kembali tanaman yang kerap dipandang sebelah mata ini, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari hadir. Yayasan ini merupakan sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) yang didirikan pada tahun 1993, dengan menggagas gerakan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis bambu dan agroforestri.
Dipilihnya bambu sebagai instrumen utama dalam gerakan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, tidak terlepas dari manfaat bambu yang kompleks serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. Lebih jauh, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari melihatnya dari beberapa lapisan.
Pertama dari kacamata ekologi, bambu memiliki peran sebagai solusi berbasis alam yang menjaga ketersediaan air, mengurangi erosi, memulihkan lahan kritis, menyerap karbon dan mendukung kenakaragaman hayati. Menariknya, fungsi ekologis tersebut berjalan beriringan dengan nilai ekonominya. Karena siklus tumbuh bambu yang cepat, bambu dapat dipanen tanpa merusak hutan untuk dijadikan produk bernilai tambah berupa furnitur, kerajinan bahkan mendukung peluang ekonomi melalui perdagangan karbon.
Dari sisi sosial, bambu menjadi media pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan usaha berbasis komunitas. Tidak kalah pentingnya, mendorong kesetaraan gender dengan membuka kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki dalam proses pembibitan, budidaya, pengolahan produk, pengambilan keputusan dan kepemimpinan kelompok masyarakat.
Sedangkan dari sisi budaya, utamanya seperti di Bali, bambu melekat dengan kepentingan upacara keagamaan maupun tradisi yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari melihat bambu tidak hanya berperan dalam pemulihan ekosistem tetapi turut menghubungkan pelestarian lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian budaya.
Dalam mewujudkan visinya, tantangan terbesar Yayasan Bambu Lingkungan Lestari adalah merubah pola pikir di masyarakat mengenai bambu. Paradigma tersebut berupaya untuk diubah melalui upaya pendekatan berbasis bukti, demonstrasi lapangan, edukasi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder.
Hal ini dijawantahkan melalui program-program yang digagas oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Salah satunya adalah Sekolah Lapang Bambu yakni sebuah ruang untuk pembekalan materi sekaligus pelatihan dalam perawatan dan pemanenan bambu.
Selain itu ada juga program Kebun Pangan Perempuan yang diinisiasi untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan.

Saat ini Yayasan Bambu Lingkungan Lestari juga tengah merancang program Bambuloka Bali. Konsep utama dari program ini adalah menanam bambu di kawasan pelaba pura, dengan tujuan masyarakat memiliki pasokan bambu yang mandiri dan berkelanjutan untuk kebutuhan sarana spiritual dan adat. Selain itu, konsep ini turut menjadikan pura sebagai ruang edukasi lingkungan dan praktik baik konservasi. Program ini direncanakan menyasar 11 pura besar di Bali yang terintegrasi dengan kawasan perhutanan sosial di sekitarnya, dengan potensi melibatkan 40 kelompok perhutanan sosial.
Selain program-program di atas, banyak program lainnya yang diinisiasi oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dengan melakukan penyesuaian terhadap karakteristik sosial budaya daerah setempat. Pada akhirnya, intisari dari program-program tersebut bermuara pada pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, serta membuka peluang ekonomi berbasis bambu.
Harapannya ketika masyarakat sudah merasakan bagaimana bambu menjaga sumber air, memenuhi kebutuhan adat dan menopang kesejahteraan masyarakat, pelestarian ini tidak lagi bergantung dengan yayasan, melainkan telah menjadi komitmen yang mengakar kuat, dirawat secara sukarela dalam denyut hidup keseharian masyarakat.






