• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mimpi Besar Nyoman Subri

Anton Muhajir by Anton Muhajir
13 June 2010
in Kabar Baru, Sosial, Sosok
0
0

Teks Yudha Surya Pradipta, Foto Ilustrasi Luh De Suriyani

“Tiang sampun buta huruf, masa anak tiang juga. Kan mau mengubah keturunan,” ujarnya.

Pagi Sabtu pekan lalu hari sangat cerah. Matahari belum menampakkan kakinya. Tak terlihat kesibukan yang berarti di Pasar Tonja, Denpasar. Hanya kendaraan lalu lalang. Sesekali terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu dari salah satu warung di sana.

Dengan baju kaos dan kamen (sarung) coklat, Nyoman Subri(45) menjaga warungnya. Sesekali nafasnya tertatih sembari menahan panas dari penggorengannya. Keringatnya bercucuran, namun tak mematahkan semangatnya untuk bekerja.

Dalam warungnya hanya terdapat panci dan penggorengan sebagai teman-nya untuk mengais rezeki.

Subri, panggilan akrabnya, lahir di Denpasar pada 31 Januari 1965. Suaminya, Komang Udiyana bekerja sebagai buruh bangunan dengan pendapatan yang pas-pasan. Hal ini memaksa Subri untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Kini ia membuka warung nasi campur di Pasar Noja. Usaha ini dirintisnya sejak lima tahun lalu.

“Kenapa ibu mau berjualan di sini?” tanya saya sambil memesan nasi campur.

“Ten wenten pekarya sane lenan. Niki sane tiang ngidang,” jawabnya. Artinya, tidak ada pekerjaan yang lain. hanya ini yang saya bisa.

“Ten lek nika?” saya bertanya apakah dia tidak malu dengan pekerjaannya itu.

“Tidak, Gus. Syukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah. Itu yang dibilang D’massiv,” Jawabnya menggunakan bahasa Indonesia yang patah-patah.

“Owhh.. Buka sampai pukul berapa, Bu?”

“Dari pukul 07.00 sampai 24.00 malam.”

“Kok sampai malam, Bu?” tanya saya lagi.

“Ya. Kan ibu kerja keras buat nyekolahin anak. Lagian ibu tidak ada pekerjaan di rumah. Daripada nganggur, mendingan jaga warung,” ujarnya.

Obrolan terpotong ketika ia memberikan sepiring nasi dan segelas air putih. “Terima kasih, Bu,” sahut saya.

Kami melanjutkan obrolan yang sempat tertunda itu. Terlihat wajah Subri dengan senang hati menjawabnya.

“Sudah punya anak, Bu?”

“Ampun (sudah), Gus. Ibu sudah punya anak tiga.”

“Sekolah di mana, Bu?”

Anak pertama Rubi sudah wisuda. Namanya Putu Rai, kuliah di Universitas Udayana Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Anak kedua baru semester IV. Namanya Kadek Sri Antani, kuliah di IKIP PGRI. Katanya mau jadi guru. Anak terakhir masih sekolah di SMA PGRI 1. Namanya Komang Rai Udiyana.

“Ibu nak belog, Gus. Ibu ten masekolah,” katanya. Dia bilang kalau dia sendiri tidak sekolah meski tiga anaknya semua berpendidikan.

Hati saya terkejut. Sungguh perjuangan yang luar biasa dari seorang wanita. Dengan segala kekurangannya dia mampu menyekolahkan anak-anaknya untuk jadi sarjana. Kemudian saya mengambil makanan ringan sambil melanjutkan obrolan.

Dalam hati, ingin rasanya banyak bertanya. Tapi di sisi lain takut kalau mengganggu pekerjaan Subri. Suasana pun mulai ramai. Nampak para pembeli sedang menunggu pesanannya sambil membaca koran. Subri pun mulai kewalahan, karena dia jualan sendirian.

Kesibukannya mulai mengusik saya untuk bertanya. Saya pun mengurungkan niat saya untuk bertanya.

“Bu, saya permisi dulu, ya. Terima kasih atas waktu yang diberikan,” sahut saya sambil merapikan buku dan jaket yang saya bawa.

“Ya, Gus,” jawabnya singkat.

Pagi-pagi di saat orang lain sedang tidur nyenyak, Nyoman Subri sudah mulai memasak untuk dagangannya. Subri mengaku ingin sekali menjadikan anaknya sukses dan mendapatkan kehidupan yang layak.

Biar pun Subri tidak bersekolah, namun ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga sarjana. Subri adalah kartini masa depan yang patut digugu dan ditiru. [b]

Tags: DenpasarPendidikanProfilSosokWarga
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Next Post

Saatnya Anak-anak Belajar Arsitektur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Rentetan Peristiwa Demo Agustus 2025: Kasus Kekerasan Jurnalis ke Tahap Penyidikan

Rentetan Peristiwa Demo Agustus 2025: Kasus Kekerasan Jurnalis ke Tahap Penyidikan

29 June 2026
Lahan Basah sebagai Ginjal Bumi

Lahan Basah sebagai Ginjal Bumi

28 June 2026
Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

26 June 2026

Ketahanan Pangan Bali Bertumpu pada Kearifan Lokal tapi ya Begitulah

25 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia