• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 23, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Mimpi Arsitek ala Gilbert Yohannes Voerman

architectsunderbig3 by architectsunderbig3
7 May 2012
in Agenda, Kabar Baru
0
2

Pada Mei ini, Architects Under Big 3 (AUB3) memasuki edisi pertamanya di tahun ketiga.

Di edisi #25 ini, arsitek muda kelahiran Batam, Gilbert Yohannes Voerman, membawakan tema “Mimpi Seorang Arsitek”. Mengambil lokasi di taman, Gilbert memulai diskusi dengan video anak kecil menggambarkan rumah idamannya.

Hidup di lingkungan penuh keberagaman menjadi tantangan bagi arsitek untuk terjun ke masyarakat. Bermimpi adalah salah satu cara Gilbert untuk menjawabnya.

Menurut Gilbert, arsitek membantu seseorang menciptakan ruang hidup dan ruang aktivitas. Arsitek itu tidak bisa diam. Selalu bergerak. Arsitek harus berpikir jujur.

Oleh karena itu, mengapa arsitek tidak mengembangkan sayap membantu masyarakat di sekitarnya. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana menikmati arsitektur? Arsitektur tidak hanya tentang bangunan. Desainer yang berkutat dalam konstruksi juga bisa terlibat dalam masyarakat di mana arsitek bebas berekspresi.

Gilbert lalu berbagi cerita tentang pengalamannya. Ketika Gilbert masih berada di Bandung, dia bergabung dengan WEG (2010). Bersama WEG ini Gilbert mengenalkan kota Bandung melalui bangunan tua. Bangunan tua menjadi tempat yang bisa dikunjungi dan jadi tempat bermain.

Gilbert melanjutkan ceritanya ketika tinggal di Solo (2010-2011). Bersama komunitas Wedangan, dia berusaha mengangkat kembali Kampung Gandhekan sebagai kampung pengrajin sandal kulit. Pada awalnya sangat susah. Pola pikir masyarakat susah diubah. Namun, dengan meningkatkan tingkat ekonomi warga terlebih dahulu, pembangunan kampung secara arsitektural bisa dilakukan.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Penanya pertama adalah Jon yang pernah tinggal di Batam. Jon bertanya bagaimana Gilbert sebagai orang Batam melihat Batam itu sendiri. Saat ini Batam makin berkembang menjadi “kota ruko”.

Menurut Gilbert belum ada arsitek yang dapat masuk dan mengubah pola pikir masyarakat. Bahkan, pemerintah pun tidak bisa mengontrol. Hal ini diperkuat budaya yang sudah sangat melekat sehingga memengaruhi klien. “Kita sebagai arsitek harusnya dapat mendesain yang sesuai fungsi dan dapat mengarahkan klien,” ujarnya.

Penanya kedua adalah Alco. Dia kembali menanyakan tentang kota Batam sebagai kota ruko dan mengapa Gilbert tidak mengembangkan kampung-kampung di Batam.

Gilbert pun semakin menegaskan bahwa Batam tidak memiliki keteraturan dalam pembangunan. Dan, hal itu harus diatasi. Gilbert merasa membutuhkan pembelajaran di kota lain sebelum akhirnya kembali ke Batam dan mengembangkannya.

Penanya selanjutnya adalah Reno, mahasiswa dari Padang. Reno berkata bahwa di Padang juga terdapat sandal “Datuk” walaupun belum terkenal hingga ke luar Padang. Reno menanyakan bagaimana cara dia sebagai mahasiswa arsitektur dapat membantu mengembangkan tanpa terkesan menggurui.

Gilbert menjawab dengan ceritanya selama di Kampung Gandhekan. Untuk menghilangkan kesan menggurui, kita harus menghilangkan embel-embel sebagai arsitek dan berbaur dengan masyarakat dan mengikuti prosesnya dari awal.

Penanya terakhir adalah Evan yang menanyakan tentang kegiatan sukarela versus kehidupan nyata. Jadi, walaupun sebagai voluntir tetap dapat hidup layak. Gilbert pun menjawab bahwa kita sebagai arsitek harus dapat mampu meletakkan mental arsitek sesuai pada tempatnya. Jangan pernah menganggap itu sama rata dan jangan kaku karena arsitek itu harus mempunyai karakter.

Gilbert menutup ceritanya dengan menceritakan keinginannya. Selama Gilbert berada di Bali, dia melakukan pembelajaran terus – menerus dan ingin berbagi dengan apa yang dia miliki sebagai seorang arsitek di masyarakat Bali. [b]

Tags: ArsitekturAUB3DiskusiKomunitas
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
architectsunderbig3

architectsunderbig3

Related Posts

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Jajan Asik dan Murah di Pasar Badung

Renovasi Pasar Tradisional Bali: Identitas yang Terkubur di Balik Keseragaman Desain

22 August 2025
Aksi Bali Mengkritisi Kebijakan Bias Gender dan Tolak RUU TNI

Gerakan Kesadaran Neurodiversitas untuk Keberagaman dan Melawan Stigma

21 June 2025
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Menyambut Kelinci Air di Benoa

Menyambut Kelinci Air di Benoa

24 January 2023
Lentera Peradaban: Gerakan Kecil di Tengah Gemerlap Kota Denpasar

Lentera Peradaban: Gerakan Kecil di Tengah Gemerlap Kota Denpasar

1 February 2021
Next Post
Selamatkan Hutan Dasong dari Investor Rakus

Selamatkan Hutan Dasong dari Investor Rakus

Comments 2

  1. christin says:
    14 years ago

    i support you Gilbert 😀

    Reply
  2. Hisar says:
    14 years ago

    that’s great bro…keep spirit and just go a head….salam hangat dari Batam….semoga Batam juga bisa mencicipi impian seoarang arsitek muda……

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Monkey Millennial, Simbol Konsumerisme Hari Ini

Monkey Millennial, Simbol Konsumerisme Hari Ini

23 January 2026
Kebijakan yang Menyuburkan Stigma di Tukad Bangkung

Kebijakan yang Menyuburkan Stigma di Tukad Bangkung

23 January 2026
Petani Batur Sampaikan Potensi Rusaknya Warisan Geologi hingga Ancaman Terusir

Petani Batur Sampaikan Potensi Rusaknya Warisan Geologi hingga Ancaman Terusir

23 January 2026
Dealing in Distance: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

Dealing in Distance: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

22 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia