• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mewah, Murah, dan Muantap Restoran Dekade

Anton Muhajir by Anton Muhajir
4 June 2010
in Kabar Baru, Kuliner
0
3

Teks dan Foto Anton Muhajir

Warung Dekade salah satu pilihan saya untuk makan siang agak “mewah”. Meski tempatnya enak banget, harganya juga terjangkau.

Warung ini berada di Jalan Noja Saraswati, Denpasar Timur. Cukup berjalan kaki kurang dari lima menit dari kantor Sloka Institute, saya sudah sampai di warung ini. Karena itu dia jadi salah satu tempat makan favorit kalau ingin makan sedikit “mewah”.

Mewah yang saya maksud di sini lebih pada tempat bersantapnya. Dekade ini, menurut saya, agak mewah karena dia bukan warung kaki lima. Dia masuk kategori restoran dengan luas sampai sekitar 5 are.

Selain luas, tempatnya juga asik. Ada dua pilihan tempat utama, yaitu di dalam ruangan atau di luar. Kalau di dalam ruangan agak formal karena lebih tertutup. Biasanya sih yang di dalam ruangan ini kalau agendanya tak cuma makan siang tapi juga sekaligus pertemuan.

Saya sendiri pernah menggunakan ruangan seluas sekitar 4×10 meter persegi di Dekade ini untuk pertemuan dengan sekitar 50 orang. Agak sesak, memang. Tapi lumayan sebagai salah satu alternatif tempat pertemuan murah dan enak di Denpasar.

Untuk tempat di luar ruangan, ada sekitar enam meja. Cukuplah untuk sekitar 30 orang. Ada satu lagi halaman belakang yang bisa dipakai kalau memang butuh tempat untuk banyak orang. Total, restoran ini bisa memuat sekitar 100 orang. Makanya, tempat ini juga kadang-kadang digunakan untuk tempat bazar.

Tapi, pengunjung paling banyak untuk makan biasa, bukan bazaar. Saya salah satunya yang sering ke sini.

Biasanya saya pilih tempat di luar yang di samping kolam. Nah, sambil menunggu makanan, saya dan, terutama, anak saya, bisa menikmati ikan mas sebesar tangan orang dewasa yang berwarna merah muda menyala itu berenang ke sana ke mari. Ini yang saya maksud sebagai salah satu kemewahan. 🙂

Karena itu pula, sebagai tambahan, tempat ini, menurut saya, juga asik untuk pasangan yang butuh tempat makan malam sambil pacaran alias romantic dinner atau bisa juga santap siang sama klien alias work lunch (Hehe).

Meski mewah, harga menu makan di sini relatif murah. Menu murah ini, misalnya, tahu dan tempe goreng di bawah Rp 10.000 per porsi. Tapi, ada juga yang mahal, di atas Rp 20.000 per porsinya. Ini seperti ikan gurami goreng, sekitar Rp 25.000 per ekor.

Menu menengah ada soto dengan beberapa pilihan jenis seperti soto sapi, soto madura, soto ayam, dan lain-lain. Harganya tak sampai Rp 15.000 per mangkuk besar. Ada banyak menu, sih di luar tiga menu utama di atas. Masih ada menu ikan goreng atau bakar, ayam bakar atau goreng, nasi bakar (eh, gak ada ding yang ini. Hehe) atau goreng, dan buanyak lagi.

Pada akhirnya, bersantap adalah soal rasa. Nah, beruntunglah kalau bersantap di sini. Selain tempat agak mewah dan harga agak (lagi) murah tadi, rasa menu di Dekade ini bukan agak lagi, tapi sangat, enak. Ini terutama menu soto atau rawon. Gus Tulank dan Intan, dua teman di Sloka yang sering makan bareng di sini, hampir selalu memilih menu ini.

Menurut keduanya, dan saya sepakat, menu soto ala Dekade ini mantab bener. Kuahnya segar gurih. Irisan daging ayam atau potongan daging sapinya besar.

Jadi, lengkaplah Dekade ini sebagai tempat bersantap. Tempat (agak) mewah, harga (relatif) murah, dan rasanya (amat) mantab. 🙂 [b]

Restoran Dekade
Jl Noja Saraswati No 2 D
Gatsu Timur Denpasar
Telp 0361-466721, 7444074

Tags: DenpasarKulinerMewahMurahRestoranWisata Kuliner
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Next Post

Eksotisme Desa Tua di Tepi Batur

Comments 3

  1. Winarto says:
    16 years ago

    Wehhh, dekat Sloka Institute

    Reply
  2. gustulank says:
    16 years ago

    Wah, foto pengunjungnya familiar banget tampangnya :p

    Reply
  3. catering di denpasar bali says:
    14 years ago

    Keren nih tulisannya, keep posting ya…
    Sudah Coba Empat Tempat Makan Unik Di Bali
    Klik http://goo.gl/ZGcfU

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Upaya Generasi Muda Tamblingan Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

22 June 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Kita Terlatih Hidup dengan Kerusakan: Kehidupan di Gang Taman Beji Pasca Banjir

Kita Terlatih Hidup dengan Kerusakan: Kehidupan di Gang Taman Beji Pasca Banjir

19 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia