• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Merekam Bencana dan Peradaban Tambora 1815

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
9 September 2015
in Agenda, Sejarah
0
0
Pameran tentang Gunung Tambora
Pameran tentang Gunung Tambora

Tahun 2015 menjadi catatan penting dalam sejarah vulkanologi Indonesia.

Dua abad lalu, pada 10-15 April 1815, Gunung Tambora meletus dan menimbulkan dampak mahadahsyat. Bentara Budaya Bali memperingati 200 tahun letusan itu.

Sekaligus Perayaan 50 Tahun KOMPAS, Bentara Budaya Bali akan menyelenggarakan Pameran, Pertunjukan dan Seminar “Kuldesak Tambora”.

Pameran bermula di Bentara Budaya Jakarta, 17 – 26 April 2015. Kemudian berlanjut di Bentara Budaya Bali, 9 – 12 September 2015.

Eksibisi akan dibuka secara resmi pada 9 September 2015 di Jl. Prof. Ida Bagus Mantra No.88A, Ketewel, secara khusus menghadirkan tajuk “Bencana dan Peradaban Tambora 1815”.

Pameran kali ini sejalan dengan tema utama Bentara Budaya tahun 2015, Giri-Bahari. Pasang-surut interaksi manusia dengan alam raya—gunung api (giri) dan samudera (bahari), adalah pasang-surut peradaban kebudayaan lokal dengan fenomena alam. Saat alam raya menggelar potensi alam dan kesuburan tanahnya, maka pertumbuhan pemukiman dan jejaring sosial politik mekar dan mencapai keteraturan tertentu.

Inilah tempora “Jaya Giri Jaya Bahari”.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Denpasar. Akan hadir teks-teks lama dan literatur tentang Gunung Tambora, Babad Bima, Syair Kerajaan Bima, dan berbagai publikasi kuna dalam bahasa daerah Bima. Seluruhnya koleksi ilmuwan Dr Maryam, pewaris kerajaan Bima.

Materi pameran lain berupa proses letusan yang ditampilkan dalam bentuk infografis dan foto, dampak letusan terhadap tiga kerajaan di Tambora, dan dampak letusan berdasarkan kajian vulkanologi dari Pusat Geologi (PVMBG) yang ditampilkan dalam bentuk foto dan infografik.

Ada pula ulasan tentang pengaruh letusan ke daerah lain terutama Eropa.

Diangkat pula unsur sejarah seperti Kerajaan Sanggar dengan bukti sejarah serta artefak-artefaknya. Aspek lainnya adalah keindahan alam dan mitigasi. Terakhir ditampilkan pula potret enam gunung dalam bentuk infografis dan artefak.

Menurut Naniek Harkantiningsih dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, peristiwa kali ini merupakan sebuah upaya untuk menghadirkan hasil penelitian tentang erupsi Tambora melalui jejak-jejak vulkanisnya. Sekaligus juga aneka perspektif dari masa lalu maupun masa kini sebagai bagian dari pengembangan Tambora sebagai warisan budaya.

Eksibisi artefak-artefak bersejarah Tambora yang diresmikan langsung oleh Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Drs. I Made Geria, M.Si., ini diwarnai pula pertunjukan seni oleh Sanggar Kebo Iwa dan pemutaran video tentang Tambora.

Ada pula seminar tentang Penelitian Arkeologi dan Pengembangan Kawasan Warisan Budaya Berkelanjutan pada 10 September 2015.

Seminar ini akan menghadirkan narasumber, antara lain: Henri Chamber Loir (EFEO), Drs. Sonny Wibisono, MA; DEA (Pusat Arkeologi Nasioal), Drs. I Gusti Made Swarbhawa (Balai Arkeologi Denpasar), Ir. Agus Budianto (Badan Geologi, Kementerian ESDM, Bandung), Nahar Cahyandaru, S.Si (Bali Konservasi Borobudur), Ir.Kriswandhono, M. Hum ( ERMIT-Conservation Institute), DR. Salman Faris (Dinas Pendidikan Kebudayaan (Bima-Lombok) dan Hariadi Saptono.

Sebagai moderator dan penanggap antara lain; Harry Truman Simanjuntak (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional), Wiwin Djuwita Ramelan (Dep. Arkeologi, Universitas Indonesia), Indio Pratomo (Museum Geologi Bandung), Bambang Eryudhawan (Anggota Tim Ahli Cagar Budaya, Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA)), Harry Widianto (Direktur Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman), dan Daud Aris Tanudirjo (Dep. Arkeologi, Universitas Gajah Mada).

Sejarah mencatat, erupsi Tambora tidak semata-mata sebuah fenomena alam, peristiwa ini juga diingat sebagai sebuah bencana bagi kemanusiaan dan lingkungan. Dalam BO (buku) Kerajaan Bima peristiwa ini sempat dicatat, dua kerajaan yaitu Kerajaan Tambora dan Pekat musnah akibat bencana itu.

Sesudah letusan sebuah ekspedisi pertama masuk ke Tambora dilakukan H. Zolinger, memperkirakan letusan itu telah menewaskan sekitar 60.000 orang. Namun, lebih dari itu durasi dampak letusannya masih berlangsung setahun kemudian, tahun 1816 di belahan benua eropa mengalami perubahan iklim dunia.

Selain pameran ini, sebelumnya Kompas juga mengadakan acara dalam rangka memperingati dua abad letusan Gunung Tambora, bertajuk Tambora Challenge yang terbagi menjadi tiga kegiatan yaitu Trans-Sumbawa 200, Tambora Bike, dan Tambora Trail Run. [b]

Tags: AgendaBentara Budaya BaliDiskusiSejarah
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Ruang Baca di Tengah Menjamurnya Konsep Book Cafe

Menyelami Masa Lalu Melalui Fiksi Sejarah

25 October 2025
Anak Muda dan Peristiwa 65: Tidak Seperti di Buku Pelajaran dan Study Tour

Anak Muda dan Peristiwa 65: Tidak Seperti di Buku Pelajaran dan Study Tour

19 March 2025
Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

14 July 2023
Cerita Rasa

Cerita Rasa Festival: Rintisan Festival Desa di Jembrana

6 August 2022
In Jazz We Trust, Perayaan Jazz secara Hibrida

In Jazz We Trust, Perayaan Jazz secara Hibrida

29 April 2021
KEMBALI 2020: Lifetime Achievement Award untuk Toeti Heraty

KEMBALI 2020: Lifetime Achievement Award untuk Toeti Heraty

1 November 2020
Next Post
Dotmov International Digital Film Festival 2015

Dotmov International Digital Film Festival 2015

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia