• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, May 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Mengubah Koran Bekas Menjadi Karya Seni

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
10 September 2017
in Budaya, Kabar Baru
0
0

Koran tidak asing lagi buat masyarakat.

Masyarakat menunggu informasi berita yang tersaji di koran setiap pagi. Berselang sehari bahkan dua hari koran tersebut menumpuk seriring bertambahnya waktu. Tumpukan koran itu mengundang niat untuk mengubah koran bekas menjadi sebuah karya seni yang lebih dijual dengan harga lumayan.

Kerajinan seni tidak jauh dari kehidupan masyarakat Bali pada umumnya. Saat perempuan Bali menuju ke Pura, mereka akan membawa bokor sebagai tempat segala rupa sajian. Bokor akan diatur dengan rapi sesuai olah seni masing-masing personal.

Bokol konvensional terbuat dari logam. Namun, koran bekas pun bisa menjadi bahan pembuatan bokor dengan olah seni.

Melihat hal tersebut, mahasiswa semester akhir Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Ni Kadek Sri Mertha Dewi memanfaatkan koran bekas menghasilkan sesuatu yang lebih dari sekadar tumpukan koran.

Ia menceritakan mulai menggeluti dunia kerajinan berawal dari mata kuliah fotografi. Dia memilihi esai foto tentang kerajinan yang unik dan menarik. Kebetulan waktu itu kerajinan membuat bokoran dari koran baru muncul di media sosial.

Tanpa berpikir panjang, Martha pun mengambil tema itu sebagai tugas fotografi esai.

Martha melanjutkan awalnya sangat sulit mencari identitas pengrajin hingga harus bertanya pada orang. Setelah menemukan bahwa pengrajin tersebut ternyata berasal dari Jembrana, dia pun langsung berangkat ke Desa Baluk, Jembrana.

“Selepas itu, saya melakukan sesi wawancara serta pengambilan foto proses pengerjaan bokor dari koran bekas,“ kata perempuan asal Ubung, Denpasar.

Ketertarikan Martha akan kerajinan tersebut mulai tumbuh. Dia penasaran pada proses pembuatan hingga bertanya sedetail mungkin hingga menjadi karya seni. Sampai di rumahnya, ia penasaran mencoba mempraktikkan sendiri tetapi dengan bimbingan langsung dari pengerajin via sosmed.

Kerumitan ukiran dan bentuk yang paling susah di antara proses pembuatan.

Awalnya sih hancur tetapi Martha mencoba terus menurus sampai berhasil. “Saya senang saat hasil karya benar-benar diapresiasi warga sekitar rumah dan mereka memesannya,” kata Martha.

Dari situ, dia pun keterusan membuat kerajinan ini.

Martha tidak puas hanya membuat bokor. Dia pun mengembangkan kerajinan lainya mulai vas bunga, hiasan ruangan lengkap dengan bunganya sesuai dengan pesanan.

Kreasi dan inovasi yang ditawarkan Martha mengambil pesanan untuk dekorasi pernikahan. Harganya tergantung kerumitan motif dan ukiran yang diinginkan pembeli. Kisarannya antara Rp 100-200 ribu. [b]

Tags: DenpasarSeni
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pewarta warga. Lahir dan besar di Nusa Penida, Bali bagian tenggara. Senang menulis dan bercerita. Juga sering berkelana ke mana-mana.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

19 December 2025
Next Post
Sentilan dari Gang Kecil di Kota Denpasar

Hentikan Intimidasi Keluarga dan Korban Pedofilia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

11 May 2026
Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

10 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia