• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mengkhawatirkan Bali Gara-Gara Konvensi

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
21 February 2014
in Kabar Baru, Politik
0
1
konvensi-bali
Konvensi Partai Demokat di Denpasar, Bali. Sumber demokrat.or.id.

Para kandidat calon presiden Partai Demokrat mengkhawatirkan Bali.

Tokoh lokal dan nasional tersebut khawatir warga Bali akan tersisih karena kepemilikan aset-aset pariwisata lebih banyak oleh non Bali dan warga asing. Warga ditakutkan hanya jadi penonton.

Inilah topik utama yang didiskusikan dalam debat calon presiden Partai Demokrat dalam konvensi di Denpasar, Selasa malam pekan lalu.

Thamrin Tamagola, sosiolog Universitas Indonesia yang menjadi moderator menyampaikan premisnya mengenai lima kegalauan yang dialami masyarakat Bali. Pertama terkait pariwisata, apakah Bali akan disetting untuk pariwisata atau pariwisata untuk Bali.

Kedua, apakah modal pariwisata Bali seperti keunikan desa adat dan budayanya akan terus lestari. “Apa modal Bali di masa depan karena tanpa adat dan budayanya, akan sama dengan daerah lain di Indonesia,” sebut Thamrin.

Berikutnya, ia menyebut makin banyak aset usaha pariwisata yang dimiliki orang asing, misalnya Australia. Ia mengkhawatirkan ini membuat warga terdesak dan tersisih dari industri pariwisata.

Tjokorda Oka Ardana Sukawati atau Cok Ace, mantan Bupati Gianyar yang diberi kesempatan memberi pernyataan juga bernada sama. “Anda merasa damai di Bali. Tapi kami khawatir akan menjadi penonton,” sebut Cok Ace.

Ia menyampaikan kerisauannya sepanjang Sanur, Kuta makin banyak pengemis. Budaya yang dibanggakan suatu saat ditinggalkan karena beban sangat berat dan mahal sementara kesejahteraan tidak meningkat.

Sejumlah kandidat peserta konvensi Partai Demokrat seperti Anis Baswedan, Edhi Wibowo, Irman Gusman, dan Sinyo Sarundajang membenturkan isu globalisasi dan religiositas sebagai tantangan yang dihadapi Bali saat ini.

Anies Rasyid Baswedan menyatakan budaya terkait gelombang globalisasi. Ia berharap hal ini meningkatkan kesejahteraan dan keterbukaan. “Memahami keseimbangan dan kegiatan yang dijalankan. Masyarakat relijius kembali menyadarkan spiritualisme dan religiusitasnya pada keseharian,” kata Anies, mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Namun saat ini, menurut Anies, diperlukan bahasa yang dipahami anak muda untuk mengekspresikan spiritualitas. Spiritualisme menurutnya sebagai penjaga yang mempertahankan kedinamisan zaman.

“Solusi saya, tidak boleh pemimpin Bali menyebarkan pesimisme. Tantangan yang dihadapi kesejahteraan dan pendidikan,” seru Anies.

Ia menyebut dalam Indonesia Govt Index, Bali urutan ke-25 untuk pengeluaran kesehatan yakni hanya Rp 20 ribu per kapita. Ketimpangan beban upacara menurutnya bisa ditanggulangi dengan pemberian kredit untuk aktivitas upacara.

Jend purn TNI Pramono Edhi Wibowo, kandidat lain menyebut budaya Bali bukan budaya asing. “Jangan asing di daerah sendiri. Daerah suci, sucikan terus jangan sampai terkotori karena mengembangkan potensi pariwisata,” katanya. Ia menekankan jangan bangga mengadopsi budaya luar atau sampai mengubah orang Bali sendiri.

Sementara Sinyo Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara memandang Bali harus menambah kurikulum sekolah berbasis budaya. Menurutnya Bali yang sangat khas juga perlu memadukan budaya dan nilai-nilai pluralism.

Irman Gusman, Ketua Dewan Perwakilan Daerah yang juga mencalonkan diri mengatakan Bali paling siap dengan globalisasi. “Tetap dalam landasan kearifan lokal. Kesejahteraan ekonomi berbasis budaya lokal. Tak bisa dibandingkan dengan lainnya. Pariwisata hanya alat bukan tujuan,” ujarnya.

Ia mengaku yang menolak rencana pembangkit listrik geothermal di kawasan daerah konservasi di Bedugul karena mengancam kelestarian alam. Irman Gusman juga minta Racangan UU Otonomi Khusus untuk Bali segera disahkan. [b]

Tags: BaliPariwisataPolitikSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

24 June 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Next Post
Bali Tempo Doeloe: Masa Silam Budaya Menanam

Bali Tempo Doeloe: Masa Silam Budaya Menanam

Comments 1

  1. om bob says:
    12 years ago

    Kekhawatiran yang tidak perlu dikampanyekan. Bukankah mereka sendiri yang telah menjembatani orang2 asing untuk mengusai aset2 nasional dan regional?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Rentetan Peristiwa Demo Agustus 2025: Kasus Kekerasan Jurnalis ke Tahap Penyidikan

Rentetan Peristiwa Demo Agustus 2025: Kasus Kekerasan Jurnalis ke Tahap Penyidikan

29 June 2026
Lahan Basah sebagai Ginjal Bumi

Lahan Basah sebagai Ginjal Bumi

28 June 2026
Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

Di Balik Proyek PSEL Bali: Hantu Kegagalan Masa Lalu dan Ancaman Masa Depan

26 June 2026

Ketahanan Pangan Bali Bertumpu pada Kearifan Lokal tapi ya Begitulah

25 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia