• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, April 24, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Mengkhawatirkan Bali Gara-Gara Konvensi

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
21 February 2014
in Kabar Baru, Politik
0
1
konvensi-bali
Konvensi Partai Demokat di Denpasar, Bali. Sumber demokrat.or.id.

Para kandidat calon presiden Partai Demokrat mengkhawatirkan Bali.

Tokoh lokal dan nasional tersebut khawatir warga Bali akan tersisih karena kepemilikan aset-aset pariwisata lebih banyak oleh non Bali dan warga asing. Warga ditakutkan hanya jadi penonton.

Inilah topik utama yang didiskusikan dalam debat calon presiden Partai Demokrat dalam konvensi di Denpasar, Selasa malam pekan lalu.

Thamrin Tamagola, sosiolog Universitas Indonesia yang menjadi moderator menyampaikan premisnya mengenai lima kegalauan yang dialami masyarakat Bali. Pertama terkait pariwisata, apakah Bali akan disetting untuk pariwisata atau pariwisata untuk Bali.

Kedua, apakah modal pariwisata Bali seperti keunikan desa adat dan budayanya akan terus lestari. “Apa modal Bali di masa depan karena tanpa adat dan budayanya, akan sama dengan daerah lain di Indonesia,” sebut Thamrin.

Berikutnya, ia menyebut makin banyak aset usaha pariwisata yang dimiliki orang asing, misalnya Australia. Ia mengkhawatirkan ini membuat warga terdesak dan tersisih dari industri pariwisata.

Tjokorda Oka Ardana Sukawati atau Cok Ace, mantan Bupati Gianyar yang diberi kesempatan memberi pernyataan juga bernada sama. “Anda merasa damai di Bali. Tapi kami khawatir akan menjadi penonton,” sebut Cok Ace.

Ia menyampaikan kerisauannya sepanjang Sanur, Kuta makin banyak pengemis. Budaya yang dibanggakan suatu saat ditinggalkan karena beban sangat berat dan mahal sementara kesejahteraan tidak meningkat.

Sejumlah kandidat peserta konvensi Partai Demokrat seperti Anis Baswedan, Edhi Wibowo, Irman Gusman, dan Sinyo Sarundajang membenturkan isu globalisasi dan religiositas sebagai tantangan yang dihadapi Bali saat ini.

Anies Rasyid Baswedan menyatakan budaya terkait gelombang globalisasi. Ia berharap hal ini meningkatkan kesejahteraan dan keterbukaan. “Memahami keseimbangan dan kegiatan yang dijalankan. Masyarakat relijius kembali menyadarkan spiritualisme dan religiusitasnya pada keseharian,” kata Anies, mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Namun saat ini, menurut Anies, diperlukan bahasa yang dipahami anak muda untuk mengekspresikan spiritualitas. Spiritualisme menurutnya sebagai penjaga yang mempertahankan kedinamisan zaman.

“Solusi saya, tidak boleh pemimpin Bali menyebarkan pesimisme. Tantangan yang dihadapi kesejahteraan dan pendidikan,” seru Anies.

Ia menyebut dalam Indonesia Govt Index, Bali urutan ke-25 untuk pengeluaran kesehatan yakni hanya Rp 20 ribu per kapita. Ketimpangan beban upacara menurutnya bisa ditanggulangi dengan pemberian kredit untuk aktivitas upacara.

Jend purn TNI Pramono Edhi Wibowo, kandidat lain menyebut budaya Bali bukan budaya asing. “Jangan asing di daerah sendiri. Daerah suci, sucikan terus jangan sampai terkotori karena mengembangkan potensi pariwisata,” katanya. Ia menekankan jangan bangga mengadopsi budaya luar atau sampai mengubah orang Bali sendiri.

Sementara Sinyo Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara memandang Bali harus menambah kurikulum sekolah berbasis budaya. Menurutnya Bali yang sangat khas juga perlu memadukan budaya dan nilai-nilai pluralism.

Irman Gusman, Ketua Dewan Perwakilan Daerah yang juga mencalonkan diri mengatakan Bali paling siap dengan globalisasi. “Tetap dalam landasan kearifan lokal. Kesejahteraan ekonomi berbasis budaya lokal. Tak bisa dibandingkan dengan lainnya. Pariwisata hanya alat bukan tujuan,” ujarnya.

Ia mengaku yang menolak rencana pembangkit listrik geothermal di kawasan daerah konservasi di Bedugul karena mengancam kelestarian alam. Irman Gusman juga minta Racangan UU Otonomi Khusus untuk Bali segera disahkan. [b]

Tags: BaliPariwisataPolitikSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan  akibat Overtourism

Pulau Wisata ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan akibat Overtourism

8 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

Patahan Tektonik dan Keyakinan: Jembatan Jawa–Bali bukan Solusi

24 March 2026
Next Post
Bali Tempo Doeloe: Masa Silam Budaya Menanam

Bali Tempo Doeloe: Masa Silam Budaya Menanam

Comments 1

  1. om bob says:
    12 years ago

    Kekhawatiran yang tidak perlu dikampanyekan. Bukankah mereka sendiri yang telah menjembatani orang2 asing untuk mengusai aset2 nasional dan regional?

    Reply

Leave a Reply to om bob Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

Bakar Sampah Organik: Solusi Praktis atau Ancaman Kesehatan?

24 April 2026
Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

Kenapa Isu Publik Bisa (atau Tidak Bisa) Masuk FYP TikTok?

23 April 2026
Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

Majelis Hakim Tolak Gugatan Petani Batur

23 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia