• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Membangun Kepedulian Lingkungan pada Pelajar

Anton Muhajir by Anton Muhajir
15 September 2010
in Agenda, Kabar Baru, Lingkungan, Pendidikan
0
1

Teks dan Foto Anton Muhajir

Bagi I Wayan Bayu Wicaksana, peraturan adat Bali (awig-awig) bisa menjadi salah satu alat untuk melestarikan lingkungan. Menurut murid SMP Negeri 2 Amlapura itu, awig-awig juga bisa mendukung ketersediaan air bersih.

Bayu memberikan contoh pelaksanaan awig-awig di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Untuk melindungi alam dari kerusakan, warga desa membuat aturan larangan bagi warganya untuk menebang pohon di tempat kering, larangan menebang pohon tanpa rapat adat, serta keharusan membuat telabah (pekarangan) kalau warga membuat rumah.

Adanya awig-awig tersebut, menurut Bayu, membuat desa kuno yang juga dikunjungi banyak turis tersebut tetap asri. “Bercermin dari hal tersebut, saya mempunyai ide untuk menambah awig-awig agar sesuai keadaan zaman sekarang dengan konsep 5R,” tulis Bayu. Konsep 5R yang dimaksud Bayu adalah reduce, reuse, recycle, replant, dan rethink yang berarti mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, menanam kembali, serta memikirkan lagi.

Bayu menuliskan idenya tersebut dalam enam halaman bertuliskan tangan. Dia salah satu peserta dalam lomba menulis yang diadakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bali Minggu dua pekan lalu di Sanur, Denpasar. Lomba menulis merupakan rangkaian Jambore Sanitasi Nasional yang digelar tiap tahun. Selain lomba menulis, jambore selama satu hari itu juga diisi dengan lomba membuat poster dengan sama dengan lomba menulis yaitu membangun kepedulian pada lingkungan.

“Jambore Sanitasi Nasional merupakan kampanye kami pada pelajar, terutama SMP,” kata Sri M Madiarti, dari Satuan Pengembangan Prasarana Lingkungan Pemukiman (PLP) Dinas PU Bali. Lomba khusus untuk pelajar SMP ini, menurut Sri, karena pelajar bisa menjadi agen perubahan.

“Kalau dari kecil sudah punya pengetahuan tentang pengelolaan lingkungan yang baik, maka dia akan bisa menerapkannya di masa mendatang. Kami juga berharap mereka menularkan ke teman-temannya,” tambah Sri.

Lomba menulis dan lomba poster diikuti siswa SMP dari sembilan kabupaten/kota di Bali yang diseleksi di tingkat kabupaten/kota masing-masing. Ada 35 peserta dari masing-masing kategori, yaitu poster dan menulis, dengan tema limbah air, sampah, dan 3R (reduce, reuse, dan recycle).

Di kategori lomba menulis, misalnya, peserta membuat tulisan tentang memasukkan konsep 5R dalam awig-awig seperti Bayu, ada yang menulis tentang pengelolaan sampah berbasis banjar, hingga konsep adat Bali dalam pengelolaan limbah air.

Jambore Sanitasi Nasional, kata Sri, merupakan upaya Dinas PU Bali membangun kepedulian lingkungan terutama sanitasi di kalangan pelajar. Pada tahun 2007 dan 2008, Dinas PU Bali juga mengadakan kegiatan sejenis yaitu bank sampah. Program ini dilaksanakan di beberapa kabupaten di Bali, seperti Tabanan, Klungkung, Karangasem, Buleleng, Bangli, dan Gianyar.

Bank sampah berupa program di mana tiap sekolah membuat bank untuk tempat sampah yang terbagi jadi dua, yaitu sampah organik dan anorganik. Di bank ini siswa mengumpulkan sampah layaknya menabung. Sampah-sampah yang bisa ditabung ini berupa sampah-sampah yang bisa didaur ulang, seperti kardus, plastik, dan botol plastik. Adapun sampah organik didaur ulang untuk pupuk taman sekolah.

Salah satunya sekolah yang melaksanakan program ini adalah SD Celuk, Gianyar. Di sekolah ini siswa menyimpan sampah anorganik untuk dijual pada pemulung. Duit hasil penjualan lalu ditabung sebagai kas kelas atau kas sekolah.

“Jadinya ada efek domino. Taman sekolah lebih rindang dengan pupuk organik, kas sekolah jadi bertambah dari jualan sampah anorganik,” kata Sri. [b]

Tags: AgendaBaliDenpasarLingkunganPendidikan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Next Post
Yuk, Ikut Kelas Menulis Jurnalisme Warga

Telah Dibuka: Kelas Jurnalisme Warga Angkatan V

Comments 1

  1. Sean Crowe says:
    15 years ago

    Most people want to be eco-friendly but for the most part at least currently sometimes going green technlogoy is not financially a good idea currently.I have looked at eco-friendly and green technology alternatives like igo green charger and have adapted where it makes financial sense. So far I have also installed solar panels on my home but while looking for a electric car I find the cost doesnt justify it for me. While I am passionate about making green choices and opting for green technology whenever possible it is up to people like you and I to spread awareness and let the companies know there is a demand. Your website looks popular and I think you can help influence society with your insight and green technology tips. By the way I found your site by searching ” Membangun Kepedulian Lingkungan pada Pelajar | Bale Bengong ” and you were the first result. So I think your website is a perfect platform to discuss ideas that are thought provoking to help influence your readers to go green. – Good luck with your site, you deserve all the success! Please continue to talk about more eco-tips/green tech, every idea helps us get closer day by day!

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

15 March 2026
Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia