• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, October 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

Ni Komang Diah Wiryatami by Ni Komang Diah Wiryatami
13 October 2026
in Budaya, Buku, Kabar Baru
0
0

Oleh: Ni Komang Diah Wiryatami

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) ke-23 akan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Taman Baca, Ubud. Tahun ini, festival mengangkat tema Samarasa: Awareness, Empathy, Action. Tema ini diperkenalkan dalam konferensi pers di Artotel Sanur, Denpasar, Rabu (7/10/2026).

I Ketut Suardana, pendiri Yayasan Mudra Swari Saraswati, membuka sesi dengan menjelaskan tiga gagasan yang menjadi dasar tema tersebut: citta, rasa, dan karsa. Citta berkaitan dengan pikiran, rasa berkaitan dengan hati, sementara karsa berkaitan dengan tindakan. Menurutnya, persoalan sosial, politik, dan ekonomi juga berkaitan dengan kondisi manusia yang menjalaninya. Karena itu, keselarasan tidak hanya dicari melalui perubahan di luar diri, tetapi juga melalui kesadaran yang tumbuh dari dalam.

Founder dan Director UWRF, Janet DeNeefe, mengingatkan bahwa festival ini lahir setelah Bom Bali, sebagai upaya menyembuhkan masyarakat. Ia membandingkannya dengan Festival Edinburgh yang muncul setelah Perang Dunia II. Menurut Janet, media sosial dan layar membuat orang makin terpisah dan hanya membaca pandangan yang sudah ia setujui. Di festival, situasinya akan berbeda. Orang duduk bersama dan mendengarkan. Mereka tetap boleh tidak setuju, tetapi setidaknya memiliki kesempatan untuk memahami pandangan orang lain.

Akademisi, penulis, dan penekun spiritualitas Nusantara, W. Mustika, membuka dengan film James Bond Tomorrow Never Dies, tentang pemilik media yang menciptakan konflik antarnegara. Baginya, media dan tulisan adalah “peluru kendali”. Salah digunakan, ia menghancurkan. Digunakan dengan benar, ia mendamaikan.

Ia mengutip Bhagavad Gita (bab 5, sloka 18) tentang orang bijak yang memandang semua makhluk dengan rasa yang sama. Dari gagasan itu, Mustika menghubungkan sama rasa dengan empati dan penerimaan. Menerima orang lain dengan rasa yang sama, menurutnya, dapat melahirkan empati. Sementara, menerima suka dan duka dengan rasa yang sama dapat membawa seseorang pada keikhlasan. Ia juga mengajak pembaca waspada. Tulisan yang membuat kita ikut cemas dan marah biasanya datang dari ego penulisnya, sedangkan tulisan yang datang dari jiwa kadang membuat pembacanya menitikkan air mata. Ia menyebutnya “virus akal budi”.

Marlowe Bandem, seorang praktisi kreatif, menjadi penyeimbang dalam diskusi tersebut. Ia menolak amnesia sejarah. Marlowe mengingatkan kembali pada Prasasti Blanjong yang mencatat identitas asli Bali sebagai Walidwipa sebuah “island of perpetual devotion” atau pulau pengabdian suci tiada akhir. Ia mengkritik bagaimana identitas luhur itu kini sering direduksi oleh industri menjadi “The Last Paradise”, sebuah surga buatan demi pariwisata. Oleh karena itu, Marlowe menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh pasrah menelan narasi “mulut hidup” (menerima keadaan apa adanya). Generasi masa kini harus berani mempertanyakan kegagalan sistem dan memiliki daya cipta (Karsa) untuk merespons zaman.

Nityasa Wijaya, salah satu Emerging Writer 2026, bercerita bahwa selama ini ia menulis cerpen sendirian di rumah, mengirimkannya ke media, lalu selesai. Lewat UWRF ia menemukan teman diskusi lintas generasi. Cerpennya yang terpilih, Perempuan Ular, mengangkat sudut pandang perempuan di tengah masyarakat patriarkal. 

UWRF 2026 adalah ruang dialog lintas batas. Meski demikian, kita perlu menyadari bahwa Samarasa baru akan bermakna utuh ketika ia keluar dari ruang-ruang diskusi itu nantinya. Harapannya, Citta dan Rasa yang terkumpul di Ubud nanti tidak hanya menjadi perayaan, tetapi bisa sungguh-sungguh melahirkan Karsa yang berpihak pada  persoalan yang kita hadapi setelahnya.

Tags: festival di baliubud writers & readers festivalUWRF
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Komang Diah Wiryatami

Ni Komang Diah Wiryatami

Related Posts

Menikmati Puisi dan Los Buku di UWRF 2025

4 November 2025
Lebih 200 Penulis, Seniman, dan Aktivis Akan Hadir di UWRF 2024

Lebih 200 Penulis, Seniman, dan Aktivis Akan Hadir di UWRF 2024

2 September 2024
Telah Dibuka, Seleksi Penulis Emerging UWRF 2019

Emerging Writers Terpilih UWRF 2024

2 May 2024
Ubud Artisan Market, Prakarsa Baru UWRF untuk UMKM

Ubud Artisan Market, Prakarsa Baru UWRF untuk UMKM

17 June 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

Membaca Samarasa Lewat Citta, Rasa dan Karsa di UWRF 2026

13 October 2026
Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

Rekonstruksi Perempuan Bali dalam Sejarah 1965

13 October 2026
Konservasi Ruang Airtanah Berbasis Ruang Kesakralan: Sebuah Kontemplasi Eco-Sosial-Religius di Bali

Infrastruktur Komputasi vs. Neraca Air: Mengukur Jejak Ekologis Data Center di Bali

12 October 2026
Private: [Indepth Report] The Last Dragonfly

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

12 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia