Oleh: Sherlina, Putra, Malya, Regina, Made Abelia
Menurunnya konsentrasi otak pada kalangan remaja menjadi masalah yang umum ditemui pada saat ini. Banyak penyebab dari kejadian tersebut salah satunya adalah doom scrolling. Doom scrolling adalah kondisi seseorang mengalami penurunan fungsi otak akibat terlalu sering bermain media sosial, tanpa mengetahui atau khawatir dengan akibat yang akan ditimbulkan. Untuk menghindari hal tersebut, SMA Negeri Bali Mandara membuat kebijakan untuk membatasi penggunaan gawai, khususnya handphone pada siswa dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih menarik dan tentunya lebih bermanfaat.
SMA Negeri Bali Mandara adalah sekolah menengah atas unggulan berbasis asrama (boarding school) yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali. salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh SMA Negeri Bali Mandara adalah silent reading yang merupakan kegiatan literasi dalam kondisi senyap. Silent reading biasanya dilaksanakan pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

Silent reading memiliki banyak manfaat bagi siswa. Selain dapat meningkatkan kemampuan literasi, silent reading juga mampu menambah wawasan dan juga meningkatkan kefokusan dalam mengikuti proses pembelajaran. Hasil dari wawancara yang telah dilakukan kepada siswa di SMA Negeri Bali Mandara, diperoleh sebuah opini bahwa bagi mereka, silent reading memberikan manfaat yang sangat penting untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari.
Untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program silent reading yang telah dilaksanakan di SMA Negeri Bali Mandara, dilakukan kegiatan wawancara kepada siswa yang telah rutin mengikuti program yang sudah berjalan. Pertanyaan pertama yang diajukan kepada narasumber yakni siswa kelas 10, 11 dan 12 yakni “Bagaimana pandanganmu tentang kegiatan membaca buku di luar buku pelajaran? Apakah kamu menikmatinya atau menganggapnya sebagai beban?”

“Silent reading benar-benar sangat melegakan karena ada waktu untuk kita membaca selain di waktu pelajaran, dengan banyak cerita, inspiratif, edukatif dan rekreatif. Jadi ini benar benar melepaskan dapat beban,” ucap Dheana salah satu siswi aktif SMAN Bali Mandara (11/10).
Siswa lainnya, Agus juga sependapat dengan Dheana. “Memberikan manfaat untuk kesehatan otak dan mata,” kata Agus (11/10).
Sementara itu, Sariasih, siswi kelas 12 mengatakan silent reading mampu meningkatkan kemampuan berpikir. “Kegiatan Silent reading ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa,” ujar Sariasih (11/10).
Setelah diperolehnya berbagai informasi serta pendapat dari narasumber, khususnya siswa yang sudah berkenan memberikan pendapatnya, diperoleh informasi bahwa efektivitas program silent reading ternyata sangat menunjang kejenuhan siswa. Tidak hanya itu, justru silent reading memberikan banyak manfaat dalam melatih kemampuan berpikir kritis bagi siswa. Kegiatan yang dilakukan di pagi hari ini juga dapat menjadi pemanasan otak bagi siswa sebelum benar-benar memasuki ke jam pembelajaran.
(Tulisan ini merupakan karya peserta Kelas Jurnalisme Warga di SMAN Bali Mandara)









