• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Emerging Writers Terpilih UWRF 2024

Ubud Writers and Readers Festival by Ubud Writers and Readers Festival
2 May 2024
in Kabar Baru
0
0

Diselenggarakan sejak tahun 2008, program Emerging Writers UWRF telah menjadi mercusuar dalam menemukan bakat-bakat sastra muda Indonesia dan memperkenalkan mereka ke kancah sastra regional dan internasional. Dua dari tiga kurator yang terlibat tahun ini juga merupakan alumni program Emerging Writers, bersama dengan nama-nama yang telah mengukuhkan tempatnya di komunitas sastra Indonesia seperti Dias Novita Wuri, Rio Johan, Andina Dwifatma, dan Norman Erikson Pasaribu.

Program ini sebelumnya terbuka untuk berbagai jenis karya, mulai dari cerita pendek, puisi, sampai dengan kritik sastra, tetapi sejak tahun 2022 penerimaan dan seleksi karya difokuskan pada cerita pendek. Tahun ini, festival menerima kiriman cerita pendek dari para penulis Indonesia yang secara unik mengangkat nilai-nilai lokalitas dan kearifan lokal dalam karya-karyanya.

Selama periode penerimaan karya dari 8 Januari hingga 29 Februari 2024, festival menerima total 1.347 karya dari 449 penulis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dari total penulis yang mengirimkan karyanya pada tahun 2022, menunjukkan antusiasme yang terus meningkat dari tahun ke tahun untuk program ini.

Seleksi diselenggarakan dalam dua tahap untuk mencermati banyaknya karya yang masuk, dimulai dengan tahap pra-kurasi yang mengerucutkan kandidat menjadi 50 besar dan dilanjutkan dengan tahap kurasi yang menyeleksi 10 nama akhir. Kedua tahap ini dilakukan secara anonim, dengan ketiga kurator menjatuhkan pilihan hanya berdasarkan karya yang dikirimkan ke festival.

Teknik bercerita, pengolahan bahasa, dan gagasan yang dituturkan oleh para penulis melalui cerita pendeknya beberapa aspek utama yang dinilai dalam menyeleksi 10 nama ini. “10 yang dipilih oleh dewan kurator itu adalah 10 penulis yang benar-benar memadupadankan teknik bercerita, bagaimana ia mengolah bahasa, dan tentu saja gagasan yang menjadi tulang punggung ceritanya,” kata Faisal Oddang. 

Sepuluh penulis yang terpilih dalam seleksi program ini adalah:

  • Ade Mulyono (Tegal, Jawa Tengah)
  • Adibah L. Najmy (Gowa, Sulawesi Selatan)
  • Arif Kurniawan (Rejang Lebong, Bengkulu)
  • Arif P. Putra (Padang, Sumatera Barat)
  • Cicilia Oday (Kotamobagu, Sulawesi Utara)
  • Goebahan R. (Tanjungpinang, Kepulauan Riau)
  • Kurnia Gusti Sawiji (Tangerang, Banten)
  • Mega Anindyawati (Sidoarjo, Jawa Timur)
  • Miranda Seftiana (Kandangan, Kalimantan Selatan)
  • Nanda Winar Sagita (Takengon, Aceh)

Putu Juli Sastrawan selaku kurator yang terlibat sejak proses pra-kurasi menambahkan, “para penulis terpilih memiliki kemampuan yang luar biasa tidak hanya dalam membangun alur cerita yang menarik dan memikat, tetapi juga daya dobrak bahasa yang kuat. Saya pikir, cerita-cerita mereka akan terus menghantui bahkan setelah selesai membacanya.”

Meskipun begitu, ketiga kurator memiliki catatannya tersendiri terhadap karya-karya kesepuluh penulis, mulai dari kekuatan struktur cerita sampai dengan konsistensi kualitas karya. Catatan-catatan ini yang harapannya dapat dipertajam melalui pembekalan dan pelatihan yang akan diberikan sebelum mereka diperkenalkan di UWRF 2024 yang akan diselenggarakan pada 23-27 Oktober 2024.

Dee Lestari yang telah dua kali terlibat sebagai kurator program ini memiliki harapan besar untuk para penulis terpilih. “Program ini adalah salah satu ajang yang paling ditunggu-tunggu karena secara prestise dan keberlanjutan memiliki nafas yang panjang… harapan saya mereka benar-benar bisa terpacu potensi dan motivasinya untuk konsisten berkarya”, ujar penulis heksalogi Supernova ini.

“Setiap tahun saya selalu terpikat dengan kreativitas dan semangat mereka yang mengirimkan karyanya. Selamat kepada talenta-talenta muda luar biasa ini! Semoga ini menjadi titik transformatif dalam perjalanan mereka sebagai penulis,” ujar Janet DeNeefe, Pendiri & Direktur UWRF. 

Bagi para pegiat sastra yang ingin terlibat lebih jauh dalam perjalanan karir para penulis terpilih, Yayasan Mudra Swari Saraswati juga meluncurkan program Emerging Writers Patron untuk mendukung partisipasi mereka dalam festival. Donasi yang terkumpul melalui program ini akan digunakan untuk mendanai penerjemahan dan penerbitan antologi, tiket pesawat, akomodasi, serta honorarium para penulis terpilih.

kampungbet
Tags: siaran persUWRF
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ubud Writers and Readers Festival

Ubud Writers and Readers Festival

Related Posts

Tidak Terpengaruh Pilkada, ForBALI Siap Menangkan Teluk Benoa

Walhi Bali Kritisi Proses Penyusunan Naskah Akademik Pengelolaan Reklamasi Pesisir

30 December 2025
GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

27 December 2025
Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

23 December 2025
Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

13 December 2025
Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

11 December 2025
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

10 December 2025
Next Post
Memadukan Gender dan Jegog,  Kadapat Tampil di Dua Pusat Kebudayaan Modern di Eropa

Memadukan Gender dan Jegog,  Kadapat Tampil di Dua Pusat Kebudayaan Modern di Eropa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia