
Di tengah meningkatnya tekanan akibat krisis minyak global, kelompok masyarakat pesisir terutama nelayan kecil menjadi salah satu yang paling terdampak. Ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) membuat biaya melaut semakin tinggi dan tidak stabil, sehingga hal ini secara langsung mempengaruhi ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan.
Namun, jauh sebelum krisis ini terjadi, Azura IDN telah memulai langkah transisi energi melalui inovasi teknologi kelautan berbasis listrik. Sejak tahun 2020, Azura Indonesia telah mengembangkan MantaOne, mesin perahu listrik yang dirancang untuk nelayan skala kecil.
Teknologi ini memungkinkan nelayan untuk beralih dari ketergantungan pada BBM menuju sistem energi yang lebih stabil dan terjangkau, cukup dengan melakukan pengisian daya.
Melalui Program Nelayan Lestari, Azura IDN tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pendukung di tingkat komunitas. Salah satunya adalah pembangunan stasiun pengisian berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang memungkinkan nelayan mengisi baterai secara mandiri di lokasi yang dekat dengan mereka.
Pendekatan ini telah menunjukkan hasil nyata. Berdasarkan implementasi awal di Kusamba, Klungkung, Bali diketahui bahwa:
? Penggunaan MantaOne mampu meningkatkan efisiensi biaya hingga 70%
? Mengurangi emisi karbon hingga 100% dalam operasional mesin
? Menjadi bukti bahwa teknologi listrik dapat menjadi solusi bagi nelayan kecil
Di tingkat yang lebih luas, urgensi solusi ini semakin jelas. Indonesia memiliki lebih dari 2,7 juta nelayan skala kecil, dengan sekitar 22% populasi tinggal di wilayah pesisir, yang sebagian besar masih bergantung pada energi fosil. Ketergantungan ini menjadikan mereka sangat rentan terhadap fluktuasi harga energi global.
“Krisis ini menunjukkan bahwa kemandirian energi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Apa yang kami lakukan sejak beberapa tahun lalu adalah bentuk persiapan agar komunitas pesisir memiliki alternatif yang lebih stabil dan berkelanjutan,” ujar Nadea Nabila, Direktur dan Co-founder Azura IDN.
Inisiatif ini bukanlah respons terhadap krisis semata, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun ketahanan energi berbasis komunitas.
Melalui pendekatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga nelayan termasuk perempuan dan generasi muda, Program Nelayan Lestari juga memperkuat kapasitas komunitas dalam adaptasi teknologi dan ekonomi, memastikan bahwa transisi energi tidak hanya terjadi di level teknologi, tetapi juga di level sosial dan ekonomi.
Ke depan, Azura IDN menargetkan perluasan implementasi teknologi ini secara nasional, dengan visi jangka panjang untuk mendistribusikan hingga 10.000 unit MantaOne, yang berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 8 juta ton per tahun.
Azura IDN percaya bahwa solusi berbasis komunitas, yang dibangun sebelum krisis terjadi, adalah kunci dalam menciptakan sistem energi yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan bagi masa depan.
sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet










