• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Memadukan Gender dan Jegog,  Kadapat Tampil di Dua Pusat Kebudayaan Modern di Eropa

Saylow by Saylow
3 May 2024
in Budaya, Kabar Baru, Musik
0
0
Kadapat saat manggung di Joyland Festival Bali. Foto oleh: Tim Joyland

Setelah tampil di panggung Joyland Festival Bali hari kedua 2 Maret 2024 di stage Lilypad, Kadapat terbang ke Eropa untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi.

Dari Indonesia menuju Eropa, Kadapat duo musisi elektronik-gamelan asal Suburban Bali melaksanakan tur dalam proyek bernama “Ocean Cage” milik Tianzhuo Chen dan Siko Setyanto. Proyek ini berangkat dari Lamalera yang dikenal sebagai daerah yang masih melakukan praktik berburu paus secara tradisional. Lamalera terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Di sana, para nelayan dikenal tangguh, pemberani, dan mahir menangkap ikan besar, terutama ikan paus, dan telah dilakukan sejak abad ke 17.

“Ocean Cage” sebuah karya yang menyatukan seni visual, tari, pertunjukkan, dan musik yang akan berlangsung di HAU, Berlin (4 – 7 Mei 2024) dan Arsenic, Lausanne (17 – 19 Mei 2024)  ini akan mengajak penonton untuk menyelami alam semesta, samudera, fauna, dan dunia spiritual. Tianzhuo Chen seorang seniman lintas disiplin menyatukan tari, film, musik, sutradara, dan visual mengajak Siko Setyanto untuk menerjemahkan karyanya sebagai tokoh protagonis yang menggambarkan figur ketuhanan, manusia, atau animisme. 

Kemudian, perihal musik, Tianzhuo Chen mengajak musisi Indonesia, Kadapat dan Nova Ruth untuk menerjemahkan unsur-unsur tradisi, ekologi, kepercayaan, spiritual, dan teknologi. Perpaduan musik elektronik-gamelan Gender dan Jegog dengan teknik vokal khas sindhenan ini akan menjadi bagian dari Proyek Ocean Cage.

Keberangkatan Kadapat di Eropa tidak hanya membawa instrumen-instrumen Gender dan Jegog yang sudah di modifikasi menjadi lebih compact oleh duo Barga Sastrawadi dan Yogi Sukawiadnyana, dengan dukungan penuh oleh Gorong Gorong Record dan SUB Record, Kadapat sekaligus membawa rilisan album pertama mereka dalam format  piringan hitam 12” + bonus track dalam kepingan 7”.  

Yogi dan Barga duo personil Kadapat. Foto oleh: Tim Joyland

“Kita juga membawa stand dan instrumen custom yang baru kita buat untuk presentasi nanti,” kata Barga sebelum keberangkatan.

Sebagaimana diketahui lokasi pertunjukan “Ocean Cage” di Hebbel am Ufer adalah perusahaan teater Jerman dan pusat pertunjukan internasional di Berlin. Ini memiliki tiga lokasi fisik, dan teater digital. HAU didirikan pada tahun 2003, sebelum musim 2003/04, dengan menggabungkan tiga teater di Kreuzberg, Berlin: Teater Hebbel (sekarang disebut HAU1), Teater am Halleschen Ufer (teater di Hallesches Ufer) (sekarang disebut HAU2) dan Teater am Ufer ( sekarang disebut HAU3).

Kemudian Arsenic – Centre d’art scénique contemporain, adalah sebuah ruang modern yang dilengkapi kafe dan kerap menampilkan pertunjukan eksperimental, termasuk tari, musik & drama yang terletak di kota Lausanne, Swiss.

Selain tampil HAU dan Arsenic Kadapat juga melakukan pertunjukan mandiri di antaranya di Morphonr Raum, Berlin Minggu 28 April 2024 bersama Kuntari dan Morgan Sully. Morphonr Raum adalah sebuah konsep ruang terbuka, dimana ruang kontrol dan ruang rekaman berbagi ruang yang sama dalam proses tracking. Ini bukan studio standar, atau tempat live biasa, ini adalah kombinasi keduanya, sehingga terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan kreatif.

“Kadapat membawa ide-ide untuk membuka diri atas kemungkinan-kemungkinan gamelan ke segala arah, bukan sebuah pemberontakan atas musik tradisi.” pesan Yogi.

Kemudian di tanggal 10 Mei 2024 para musisi Ocean Cage termasuk Kadapat juga akan tampil dalam suasana yang lebih santai di sebuah “Listening Bar” bernama Kwia di Berlin.

kampungbet
Tags: kadapatmusik eksperimental balimusisi bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Saylow

Saylow

Saylow, putra asli Karangasem tepatnya Dusun Tanahampo. Berlatar belakang ilmu teknologi informasi dan desain, memilih managemen seni dan pertunjukan sebagai jawaban atas kebutuhan kesehatan mental dan menyandarkan kepulan asap dapur dengan melakukan usaha dagang parcel buah rumahan.

Related Posts

Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

11 December 2025
“Move” dari Dumbleed Meretas Rutinitas

“Move” dari Dumbleed Meretas Rutinitas

8 August 2025
Morbid Monke: Kuintet Monyet Mutan Merilis Anomali Sonik ‘When I Feel Alive’

Morbid Monke: Kuintet Monyet Mutan Merilis Anomali Sonik ‘When I Feel Alive’

22 July 2025
Antida Sound Garden, Salah Satu Poros Ekosistem Musik di Bali Lahir Kembali

Antida Sound Garden, Salah Satu Poros Ekosistem Musik di Bali Lahir Kembali

20 July 2025
BYURR! Kekacauan Baru di Skena Hardcore Bali

BYURR! Kekacauan Baru di Skena Hardcore Bali

10 July 2025
TuneBridge Lepas Video Klip “Memory Core”

TuneBridge Lepas Video Klip “Memory Core”

8 June 2025
Next Post
Ngecek Informasi Palsu ke Tipline Cek Fakta

Ngecek Informasi Palsu ke Tipline Cek Fakta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

Gender dan Kesetaraan Performatif di Bali

17 January 2026
Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia