• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, January 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
11 December 2025
in Kabar Baru, Musik
0
0




Salah satu band penampil: Scared of Bums. Lainnya adalah Dialog Dini Hari, Navicula, Jangar, Jacko Kaneko, Sandrina Malakiano, dan Morbid Monke serta seniman yang melelang karyanya.

Oleh: Angga Baskara

Dalam upaya membantu meringankan beban korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra akhir November 2025 lalu, salah satu kolektif di Bali bernama Kongkow Kongkow berinisiatif mengajak dan bekerjasama dengan musisi-musisi independen asal Pulau Dewata. Aksi tersebut berupa acara penggalangan dana/persembahan amal digagas secara mandiri tanpa afiliasi komersial sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan empati atas tragedi yang melanda tanah air.

Bencana alam hujan ekstrem yang melanda provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) telah memicu banjir bandang dan longsor dengan skala yang sangat besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga 8 Desember 2025 bahwa korban tewas telah mencapai 929–929 jiwa (data sementara) , ratusan masih dinyatakan hilang, dan ribuan mengalami luka serta kehilangan tempat tinggal. (sumber: Tirto.id & Antara News)

Tidak hanya rumah–rumah warga yang hancur, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, pusat kesehatan, jembatan, dan infrastruktur vital lainnya banyak yang rusak berat. Lebih dari 150 ribu hunian terdampak membuat ratusan ribu jiwa terpaksa mengungsi. (sumber: Tirto.id)

Di beberapa wilayah terdampak, akses logistik dan bantuan sempat terputus karena infrastruktur rusak, mempersulit distribusi bantuan darurat. Pemerintah dan tim SAR saat ini terus berupaya membuka jalur akses dan mendistribusikan bantuan. (Sumber: Antara News). Kondisi saat ini sangat membutuhkan bantuan bersifat mendesak: mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan, hingga kebutuhan dasar pengungsi dan korban luka.

Melalui aksi ini, musisi-musisi independen dari Bali berharap dapat menggalang donasi untuk disalurkan ke korban bencana di Sumatra. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk:

  1. Menyuarakan solidaritas tanpa memandang asal daerah.
  1. Meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya empati dan aksi nyata dalam menghadapi krisis kemanusiaan.
  1. Memberi harapan dan bantuan konkrit bagi korban yang tengah berjuang melewati masa sulit.

Rincian Acara

  • Nama Acara: Sumatra Calling
  • Waktu & Tempat: 15 Desember 2025, Berbagi Ruang, 17.00 WITA – selesai
  • Penampil: Dialog Dini Hari, Navicula, Jangar, Scared Of Bums, Jacko Kaneko, Sandrina Malakiano, dan Morbid Monke
  • Lelang lukisan oleh: Ken Gaga (@masgaga), Brian Ekan Frii Zamroni (@varkoiivark), Chandra B Kerthapati (@masbe_basme), Made Kaek (@madekaek), dan Abima Narasatriangga (@narsatriangga)
  • Jenis Kegiatan: Penggalangan dana & barang, konser amal/pertunjukan musik & seni

Semua hasil dari acara ini 100% akan disumbangkan untuk korban terdampak banjir/longsor di Sumatra, lewat jalur resmi dan transparan melalui Agam Rinjani (@agam_rinjani). Media dan publik diundang untuk terlibat, ikut berbagi, serta menyebarkan informasi agar bantuan dapat menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Bali untuk bergandeng tangan, menunjukkan bahwa empati dan kepedulian tidak mengenal batas geografis. Bila Anda ingin berdonasi atau mengambil bagian dalam penyelenggaraan acara, panitia dengan terbuka menerima dukungan.

Semoga melalui aksi kecil ini, kita dapat bersama-sama mengurangi beban para korban, menyebarkan harapan, dan memperlihatkan bahwa rasa kemanusiaan tetap hidup bahkan di masa sulit.

Band Jangar

Tentang Kolektif

KongkoKongkow adalah komunitas musik indie yang berbasis di Bali dan telah hadir sejak pertengahan tahun 2019. Komunitas ini didirikan oleh Nuel Lawalata, Yezki Kana Wadu, dan Jascha Ririhena, yang pada saat itu melihat keterbatasan ruang bagi musisi independen untuk menampilkan karya original mereka.

Memasuki akhir tahun ini, KongkoKongkow juga mulai merambah ke bidang sosial melalui inisiatif baru bernama KongkowBantuTeman. Program ini lahir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya musisi di Bali yang mengalami kesulitan, baik akibat kondisi kesehatan, kebutuhan mendesak, maupun situasi lain yang membutuhkan dukungan.?KongkowBantuTeman juga terbuka untuk membantu isu kemanusiaan lain di luar komunitas musik, selama bentuk bantuan tersebut selaras dengan nilai solidaritas dan kebersamaan.

Kontak Panitia:

James Sukadana Mula Rambe

+62 813-3704-1430 +62 877-0281-7080

aafikotasarni.org
Tags: bencana sumateradonasi bencana sumateramusisi balisiaran pers
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Tidak Terpengaruh Pilkada, ForBALI Siap Menangkan Teluk Benoa

Walhi Bali Kritisi Proses Penyusunan Naskah Akademik Pengelolaan Reklamasi Pesisir

30 December 2025
GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya Perkuat Regenerasi Seniman

27 December 2025
Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

Aktivis Bali Ditangkap dan Dibawa ke Jakarta

23 December 2025
Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

Memperjuangkan Bali Bebas Macet: Catatan Akhir Tahun demi Transportasi Berkelanjutan di Bali

13 December 2025
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Oligarki Kian Vulgar

10 December 2025
BaleBio, Prototipe Arsitektur Regeneratif

BaleBio, Prototipe Arsitektur Regeneratif

6 November 2025
Next Post
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Pemetaan Lokasi Sidak Pansus TRAP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia