• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, April 28, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Sumatra Calling: Seruan Darurat Melalui Panggung Amal dari Bali

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
11 December 2025
in Kabar Baru, Musik
0
0




Salah satu band penampil: Scared of Bums. Lainnya adalah Dialog Dini Hari, Navicula, Jangar, Jacko Kaneko, Sandrina Malakiano, dan Morbid Monke serta seniman yang melelang karyanya.

Oleh: Angga Baskara

Dalam upaya membantu meringankan beban korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra akhir November 2025 lalu, salah satu kolektif di Bali bernama Kongkow Kongkow berinisiatif mengajak dan bekerjasama dengan musisi-musisi independen asal Pulau Dewata. Aksi tersebut berupa acara penggalangan dana/persembahan amal digagas secara mandiri tanpa afiliasi komersial sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan empati atas tragedi yang melanda tanah air.

Bencana alam hujan ekstrem yang melanda provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) telah memicu banjir bandang dan longsor dengan skala yang sangat besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga 8 Desember 2025 bahwa korban tewas telah mencapai 929–929 jiwa (data sementara) , ratusan masih dinyatakan hilang, dan ribuan mengalami luka serta kehilangan tempat tinggal. (sumber: Tirto.id & Antara News)

Tidak hanya rumah–rumah warga yang hancur, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, pusat kesehatan, jembatan, dan infrastruktur vital lainnya banyak yang rusak berat. Lebih dari 150 ribu hunian terdampak membuat ratusan ribu jiwa terpaksa mengungsi. (sumber: Tirto.id)

Di beberapa wilayah terdampak, akses logistik dan bantuan sempat terputus karena infrastruktur rusak, mempersulit distribusi bantuan darurat. Pemerintah dan tim SAR saat ini terus berupaya membuka jalur akses dan mendistribusikan bantuan. (Sumber: Antara News). Kondisi saat ini sangat membutuhkan bantuan bersifat mendesak: mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan, hingga kebutuhan dasar pengungsi dan korban luka.

Melalui aksi ini, musisi-musisi independen dari Bali berharap dapat menggalang donasi untuk disalurkan ke korban bencana di Sumatra. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk:

  1. Menyuarakan solidaritas tanpa memandang asal daerah.
  1. Meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya empati dan aksi nyata dalam menghadapi krisis kemanusiaan.
  1. Memberi harapan dan bantuan konkrit bagi korban yang tengah berjuang melewati masa sulit.

Rincian Acara

  • Nama Acara: Sumatra Calling
  • Waktu & Tempat: 15 Desember 2025, Berbagi Ruang, 17.00 WITA – selesai
  • Penampil: Dialog Dini Hari, Navicula, Jangar, Scared Of Bums, Jacko Kaneko, Sandrina Malakiano, dan Morbid Monke
  • Lelang lukisan oleh: Ken Gaga (@masgaga), Brian Ekan Frii Zamroni (@varkoiivark), Chandra B Kerthapati (@masbe_basme), Made Kaek (@madekaek), dan Abima Narasatriangga (@narsatriangga)
  • Jenis Kegiatan: Penggalangan dana & barang, konser amal/pertunjukan musik & seni

Semua hasil dari acara ini 100% akan disumbangkan untuk korban terdampak banjir/longsor di Sumatra, lewat jalur resmi dan transparan melalui Agam Rinjani (@agam_rinjani). Media dan publik diundang untuk terlibat, ikut berbagi, serta menyebarkan informasi agar bantuan dapat menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Bali untuk bergandeng tangan, menunjukkan bahwa empati dan kepedulian tidak mengenal batas geografis. Bila Anda ingin berdonasi atau mengambil bagian dalam penyelenggaraan acara, panitia dengan terbuka menerima dukungan.

Semoga melalui aksi kecil ini, kita dapat bersama-sama mengurangi beban para korban, menyebarkan harapan, dan memperlihatkan bahwa rasa kemanusiaan tetap hidup bahkan di masa sulit.

Band Jangar

Tentang Kolektif

KongkoKongkow adalah komunitas musik indie yang berbasis di Bali dan telah hadir sejak pertengahan tahun 2019. Komunitas ini didirikan oleh Nuel Lawalata, Yezki Kana Wadu, dan Jascha Ririhena, yang pada saat itu melihat keterbatasan ruang bagi musisi independen untuk menampilkan karya original mereka.

Memasuki akhir tahun ini, KongkoKongkow juga mulai merambah ke bidang sosial melalui inisiatif baru bernama KongkowBantuTeman. Program ini lahir sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya musisi di Bali yang mengalami kesulitan, baik akibat kondisi kesehatan, kebutuhan mendesak, maupun situasi lain yang membutuhkan dukungan.?KongkowBantuTeman juga terbuka untuk membantu isu kemanusiaan lain di luar komunitas musik, selama bentuk bantuan tersebut selaras dengan nilai solidaritas dan kebersamaan.

Kontak Panitia:

James Sukadana Mula Rambe

+62 813-3704-1430 +62 877-0281-7080

aafikotasarni.org
Tags: bencana sumateradonasi bencana sumateramusisi balisiaran pers
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
UFF 2020 Akan Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara

Ubud Food Fest 2026: Penjaga Pangan di Darat dan Laut

26 March 2026
“Ogar-ogar Ogoh-ogoh”, Rock, Ritus, dan Wajah Sosial Bali oleh Trabasenja

“Ogar-ogar Ogoh-ogoh”, Rock, Ritus, dan Wajah Sosial Bali oleh Trabasenja

25 March 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

28 February 2026

Situasi Pariwisata Bali Kini dari Pernyataan Gubernur

27 February 2026
Next Post
Aksi Protes Pemilik Sawah di Jatiluwih Pasang Seng dan Plastik

Pemetaan Lokasi Sidak Pansus TRAP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

Waste to Energy bukan Solusi Utama Penanganan Sampah

27 April 2026
Kuningan: Sajian Nasi Kuning dan Kebiasaan Identik Lainnya

Keadilan bagi Guru dan Wajib Belajar 13 Tahun

27 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia