• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, February 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Membaca Indonesia Melalui Film Pendek

Minikino by Minikino
23 May 2016
in Agenda
0
0
Konferensi Pers Indonesia Raja 2016 pada 21 Mei 2016. Foto Minikino.
Konferensi Pers Indonesia Raja 2016 pada 21 Mei 2016. Foto Minikino.

Film pendek itu bukan sinetron.

Karena itu, Minikino menentukan 20 menit sebagai batas terpanjang durasi film untuk bisa masuk seleksi program Indonesia Raja. Film pendek memiliki format bertutur berbeda dengan film panjang, layaknya karya cerpen atau puisi yang berbeda dengan novel.

Sejak 2002 Minikino telah menyatakan fokus kegiatannya pada film pendek. Sampai tahun ini Minikino telah mengalami sejarah panjang dengan berbagai pemutaran dan diskusi film pendek serta program kerja lainnya berjejaring kerja dengan berbagai area di Indonesia, Asia Tenggara, dan internasional.

Menarik diri keluar dari romantisme “film indie”, Minikino berfokus pada format dan media bercerita film pendek ketimbang semangat yang mungkin menyesatkan dari spirit independensi. Dengan dalih membuat film “independen” atau “indie”, ternyata ribuan film –yang kebetulan pendek durasinya– telah dibuat di Indonesia.

Namun, hanya sedikit yang memenuhi syarat untuk menjangkau khalayak internasional.

Masalahnya mungkin sesuatu yang sederhana: semangat “film indie” yang berlebihan, tanpa menyadari format bercerita yang sedang mereka gunakan. Hasilnya seringkali seperti film panjang yang menyamar sebagai film pendek. Sebuah versi cut dari sebuah film besar.

Mungkin ini juga adalah imitasi bawah sadar dari format paling populer di Indonesia: Sinetron.

Padahal sebuah ide panjang, versi membosankan dari sebuah ide, bisa menjadi sederhana, cerdas dan menarik kalau diperlakukan dengan cara tepat.

Minikino membangun budaya film pendek di Indonesia dengan melakukan pemutaran dan diskusi rutin film pendek nasional, Asia Tenggara dan internasional yang diseleksi oleh programmer dalam sebuah program, memilih beberapa film pendek dengan tema tertentu untuk ditayangkan dalam urutan tertentu dalam sebuah acara menonton film.

Kegiatan ini dihadiri para pembuat film, dengan berbagai cara yang mungkin dilakukan, termasuk chatting secara online (bahkan) antar-benua dilakukan langsung setelah pemutaran.

Rantau di Bali

Mengenai Indonesia Raja
Pada tahun 2015, Indonesia Raja adalah salah satu dari sekian kegiatan yang diinisiasi Minikino, merupakan sebuah kolaborasi antar wilayah Indonesia dalam bentuk pertukaran program film pendek. Termasuk di dalam kegiatannya adalah pemutaran dan diskusi oleh para pembuat film dan programmer di masing-masing wilayah/kota yang terlibat.

Secara sederhana, para programmer dari masing-masing wilayah bertugas melakukan pemilihan karya-karya film pendek dari wilayahnya, untuk disusun dalam sebuah program yang utuh lengkap dengan tema dan tulisan pengantar. Program ini diharapkan dapat memberikan sekelumit gambaran terkini mengenai produksi film pendek di wilayah/kota yang terlibat.

Nama Indonesia Raja bisa dianggap Indonesia Raya dalam ejaan lama, tapi boleh juga dimaknai bahwa Minikino menjunjung tinggi ke-Indonesia-an seperti menjunjung sesuatu yang di-raja-kan, yang dihormati dan dicintai bersama.

Untuk Minikino sendiri, nama Indonesia Raja juga punya makna tambahan; merupakan judul VCD kompilasi film pendek “Minikino Shorts 2: Indonesia Raja” yang dirilis tahun 2003, berisi 7 film pendek pilihan dari 7 filmmaker Indonesia. VCD Indonesia Raja 2003 memiliki rekam sejarah penting karena juga merupakan program film pendek Indonesia yang pertama kali diterbitkan secara komersil dalam sejarah produksi film (pendek) di Indonesia dan dengan distribusi yang luas, disebarkan dengan cara “pintu-ke-pintu” berhasil meliputi area Internasional, melalui festival-festival film di Asia, Eropa dan Amerika.

Mengenai Indonesia Raja 2016

Berangkat dari ide yang sederhana, tapi dilakukan dengan kinerja yang konsisten, terus-menerus dipikirkan dan dikembangkan. Program berjejaring Indonesia Raja memasuki tahun ke-2, kali ini melibatkan kerja 17 programmer dari 15 wilayah/kota, bertambah secara jumlah daripada tahun 2015 yang lalu.

Berikut;

– Aceh; Abdullah Syatari (Syatari), Aceh Documentary
– Bali; Tria Nin (Tria), Minikino
– Bandung; Albertus Wida Wiratama (Obe), Liga Film Mahasiswa ITB
– Depok; Caren R Sabatina (Caren), Sinematografi UI
– Gresik; Shandy Anata M. T. (Shandy), Gresik Movie
– Jakarta; Septa Yudhistira Pratama (Septa) & Siti Anisah (Anis), Sinema 60 & Sinema Kopi Hitam
– Jatiwangi; Bunga Siagian (Bunga) & Ismal Muntaha (Ismal), Jatiwangi Art Factory
– Malang; Lizya Oktavia Kristanti (Lizya), Omah Film
– Medan; Ignasius Loyola W. S. (Ino), KOFI Sumut
– Pekanbaru; Sania Septiani, Nonton Runaway
– Purbalingga; Bowo Leksono (Bowo), CLC Purbalingga
– Semarang; Desmira Margi Utami (Mira), Ruang Film Semarang
– Surabaya; Habibah Melyna Elfiani (Habibah), INFIS Surabaya
– Tangerang; Noval Badanzi (Noval), Alumni Film
– Yogyakarta; Maria Rosiana Sedjahtera (Ana), Minikino

Minikino bersama para programmer bekerja untuk mempertemukan film-film pendek Indonesia pada penontonnya. Dengan membingkai film-film pendek dalam sebuah program yang dirancang berdasarkan tema tertentu, bernaung dalam sebuah tema besar; agenda tahunan pertukaran program dari berbagai wilayah/kota di Indonesia, pemutaran film menjadi ringan dan menghibur untuk penonton umum, namun tetap mengandung nilai literatur yang tinggi untuk pembahasan lebih lanjut.

Seluruh proses dilakukan berbasis relawan, tim kerja Minikino, para programmer yang diseleksi, yang kemudian mengundang para pembuat film untuk menyertakan film pendek mereka pada proses programming.

Kini sepanjang tahun 2016, proses selanjutnya adalah mencari dan menjalin kerjasama dengan penyelenggara pemutaran di wilayahnya masing-masing; mempersiapkan ruang publik, agar penonton bisa bertemu, menonton bersama dan diharapkan memicu pertukaran ide, informasi, pengetahuan dan latar sosial-budayanya. Semuanya terjadi melalui acara pemutaran film pendek yang terbuka untuk umum. Diskusi-diskusi yang terpicu dari acara menonton ini menjadi sebuah bentuk apresiasi tak ternilai bagi semua pihak yang terlibat, sekaligus memicu kesadaran dan pemikiran kritis masyarakat pada tontonannya.

Bersama para programmer Indonesia Raja 2016, Minikino mengundang kita semua untuk menonton dan meneliti Indonesia Raja dari berbagai sisi. [b]

Website: www.minikino.org
Email: info@minikino.org
Facebook: https://www.facebook.com/minikinoindonesiaraja
Instagram, Twitter, YouTube: @minikinoevents #indonesiaraja2016

Tags: AgendaFilm PendekIndonesia RajaKomunitas
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Minikino

Minikino

Your healthy dose of short film http://minikino.org/

Related Posts

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Aksi Bali Mengkritisi Kebijakan Bias Gender dan Tolak RUU TNI

Gerakan Kesadaran Neurodiversitas untuk Keberagaman dan Melawan Stigma

21 June 2025
Tiga Film di Balinale Soroti Isu Sosial

Tiga Film di Balinale Soroti Isu Sosial

15 June 2025
Pertukaran Program Film Pendek dan Filmmaker Menuju Glasgow 2025

Pertukaran Program Film Pendek dan Filmmaker Menuju Glasgow 2025

10 March 2025
Shorts Up: Membangun Generasi Baru Filmmaker Indonesia

Shorts Up: Membangun Generasi Baru Filmmaker Indonesia

22 April 2024
Indonesia Raja Kini dan Nanti

Indonesia Raja Kini dan Nanti

28 February 2024
Next Post
Merayakan World Fair Trade dengan Nglawar

Merayakan World Fair Trade dengan Nglawar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia