• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, June 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Makin Dirusak, Kian Bersatu dan Bergerak

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
27 August 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

ROBEKAN KEDUA [SUWUNG KAUH]

Kadek Bobby Susila kaget melihat balihonya kembali dirusak, kemarin pagi.

Padahal, semalam sebelumnya, Bobby bersama teman-temannya baru saja menambal baliho menolak reklamasi tersebut.

Baliho di Suwung Kauh, Denpasar Selatan tersebut hanya satu dari belasan baliho serupa yang dirusak entah oleh siapa. Sedikitnya 11 baliho menolak reklamasi Teluk Benoa tersebut dirobek di sejumlah tempat.

Baliho-baliho tersebut dirusak hanya sehari menjelang kedatangan Joko Widodo, presiden terpilih ke Bali untuk rapat dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

Baliho yang rusak itu di antaranya Kayumas Kaja, Sesetan, Banjar Mertayasa yang dibuat kelompok PKK, Gerenceng, Abian Base, Suwung Kauh dua kali perobekan, dan Kedaton. Ini adalah bagian dari sekitar 60-an baliho dari 70 lembaga atau kelompok yang menyatakan penolakannya.

Jumlah tersebut sebagaimana dilaporkan ke Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi hingga Selasa kemarin. Namun, perusakan tersebut tidak membuat mereka mundur. Mulai hari ini juga kelompok yang balihonya dirusak sudah kembali memperbaiki atau mendirikan baliho baru.

Mereka hendak menyatakan bahwa semangat untuk menyelamatkan area konservasi di Bali selatan ini tak pernah padam. “Baliho kami dua kali dirobek, terakhir dirobek lagi pas di bagian yang ditambal ulang. Kami sudah perbaiki lagi,” kata Bobby, salah satu aktivis pemuda Suwung Kauh.

Dukungan tak hanya berupa baliho juga dari warga di luar negeri dengan membuat spanduk, mengibarkan bendera tolak reklamasi di atas gunung oleh pecinta alam, dan lainnya. Gerakan ini makin viral, menyebar walau di tengah intimidasi sejumlah oknum.

Sementara itu Kepala Divisi Hukum ForBALI Made Suardana menambahkan baliho pro reklamasi juga mulai muncul beberapa hari lalu dan baru sedikit. “Sepanjang tak mengganggu baliho kita, silakan. Intelijen mestinya cerdas bisa mengidentifikasi dan mengetahui perusaknya, baru kita laporkan. Ini delik aduan,” jelas aktivis dari Sidakarya ini.

Ia menyebut ada kaitan perusakan ini dengan kedatangan Jokowi ke Bali karena dirusak serentak mulai kemarin. “Per hari ini jumlahnya sudah 11 baliho dengan jenis rusakan yang sama, selalu di bawah di tulisan Tolak Reklamasi. Pelaku jelas berbeda orang tapi motifnya sama” sebutnya.

Semua baliho, media publik ini disebut inisiatif masing STT atau komunitas setelah mengamati persoalan reklamasi di Teluk Benoa. “Baliho-baliho penolakan reklamasi teluk benoa ini semakin masif seiring diubahnya status konservasi Teluk Benoa oleh Presiden SBY,” Wayan Gendo Suardana menjelaskan.

“Karena memang berdampak pada sejumlah aspek lingkungan hidup seperti banjir rob, merusak mangrove dan ekosistem di sana. Dari kajian hukum dan lingkungan tidak ada yang merestui reklamasi di Teluk Benoa,” ingat Gendo lagi.

Masyarakat disebut terus bergerak,membuat opini publik untuk memengaruhi kebijakan. “Kalau tidak punya efek tidak akan dirusak. Ini peristiwa baru di Bali, karena kerap pembangunan besar tak mendapat respon kuat. Tapi rencana reklamasi ini mendapat respon luar biasa. Peristiwa ini bentuk terbangunnya budaya kritis di masarakat,” tambah Gendo.

Ia ingin presiden terpilih, Jokowi mendengar aspirasi warga Bali ini. “Kami tidak tahu apakah Perpres akan dibatalkan karena pemerintah bebal, apakah Jokowi melihat aspirasi warga ini, tapi berhasil atau tidak membatalkan Perpres, komunitas sudah membuat sejarah baru budaya kritis. Ke depan pemerintah bisa berhati-hati membuat kebijakan public yang berdampak luas,” papar pria pengacara ini.

Menurutnya selama ini demonstrasi tolak reklamasi selalu berlangsung damai. Tak berdampak pada turis. Namun ia mengingatkan janganlah selalu pariwisata diletakkan di kenyamanan yang menghilangkan hak konstitusi warga untuk bersuara. [b]

Tags: BaliLingkunganTeluk BenoaTolak Reklamasi
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

Siapa yang Peduli Hilangnya Mataair dan Bulakan di Kota Denpasar?

11 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Next Post
Penolakan Reklamasi Teluk Benoa Makin Meluas

ForBALI Ajak Jokowi “Blusukan” di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Generasi Muda Kuatkan Alas Mertajati, Sumber Kehidupan yang Sesungguhnya

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Kita Terlatih Hidup dengan Kerusakan: Kehidupan di Gang Taman Beji Pasca Banjir

Kita Terlatih Hidup dengan Kerusakan: Kehidupan di Gang Taman Beji Pasca Banjir

19 June 2026

Dari Kebun hingga Pasar, Menyusuri Rantai Ekonomi Galungan di Bali

19 June 2026
Hari Laut Sedunia Menjadi Peringatan untuk Menghentikan Ekspansi LNG di Bali

Hari Laut Sedunia Menjadi Peringatan untuk Menghentikan Ekspansi LNG di Bali

18 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia