• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Opini

Kota Satelit Dalung (Tak) Permai

Pande Baik by Pande Baik
19 December 2008
in Opini
0
2

Oleh Pande Baik

Ketika saya masih duduk di bangku mahasiswa di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Udayana Bali, setiap kali mendengar sebutan ’Kota Satelit’ yang didengungkan oleh Pemerintah untuk sebuah konsep Perumahan di kawasan Kerobokan, rasanya telinga ini secara otomatis mentransfer rasa kekaguman kedalam otak yang membuat saya membayangkan sebuah kota nan asri, bersih dan ideal.

’Kota Satelit’ adalah kota kecil di tepi sebuah kota besar yang meskipun merupakan komunitas mandiri, sebagian besar penduduknya tergantung dengan kehidupan di kota besar. Biasanya penghuni kota satelit ini adalah komuter dari kota besar tersebut ini.

Kota Satelit juga merupakan daerah penunjang bagi kota-kota besar di sekitarnya dan merupakan ‘jembatan’ masuk untuk menuju ke kota besar.

Perumahan Dalung Permai. Cukup lama pula saya tak mengetahui di mana tepatnya lokasi ini berada. Barangkali terkait dengan intensitas saya yang bisa dikatakan jarang melewati daerah Gatsu Barat hingga mentok.

Bagaimana tidak. Satu-satunya lokasi Perumahan yang saya ketahui berada di sekitar Kota Denpasar pada masa tersebut adalah Perumnas Monang Maning yang sudah penuh sesak dengan hunian dan jalan tikusnya. Belum lagi isu banjir dan kumuhnya lingkungan di sana, membuat sedikit pun saya tak tertarik sekalipun hanya untuk mampir.

Bayangan saya waktu itu ya tiak jauh beda dengan Bali Pecatu Graha, di mana nuansa mewah dan megah jelas terlihat dari perencanaan hingga lingkup lingkungannya. Setiap mendengar ’Perumahan Dalung Permai’ yang ada dalam pikiran hanyalah sebuah lingkungan hunian yang nyaman bagi penghuninya, bagi orang yang berkunjung, bagi siapapun yang melewatinya. Lengkap dengan jalan pedestrian untuk pejalan kaki, sepeda gayung maupun taman untuk bersantai dan berolahraga.

Hampir sepuluh tahun berlalu.

Saya pun akhirnya berkesempatan mampir ke kota yang menjadi angan-angan saya selama ini. Dan apa yang saya temui sangat jauh dari apa yang saya bayangkan.

Jalan yang berlubang, becek sana sini, lingkungan hunian yang kumuh dan berantakan, saluran drainase yang tak terencana dengan baik hingga air yang seharusnya mengalir di saluran malah naik ke jalan, sapi liar plus rumput yang tumbuh sembarangan, tak tertata.

Pasar dan juga Terminal yang tak berfungsi dengan baik, sampah bertebaran menimbulkan aroma yang tak layak cium bagi pemilik rumah apalagi para pengunjung perumahan.

Lantas apa yang bisa Saya harapkan dalam angan-angan akan sanjungan yang diberikan selama ini pada Perumahan Dalung Permai? Kota SateLit.

Benar apa kata orang bijak, program dan perencanaan boleh saja membumbung setinggi langit, tapi apa daya yang namanya pelaksanaan atau usaha untuk mewujudkannya bisa dibilang hanya kata-kata saja. Tak selamanya dapat memberikan hasil terbaiknya.

Lantas jika hari ini Saya begitu terkagum-kagum pada program dan janji para Calon Legislatif yang nampang dengan wajah narsis dan titel seenak udelnya itu, apakah saya bakalan punya jaminan akan perwujudan sikap dan perilaku mereka saat sudah duduk di kursi idaman nan empuk nanti yah?

Beneran mau berjuang demi ’rakyat’? [b]

Tags: DenpasarLingkunganSosialTata Kota
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Pande Baik

Pande Baik

Pande Baik. Warga Denpasar yang tinggal di Jl Nangka Denpasar dan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Badung. Membagi ide, pengalaman, dan pengetahuannya lewat blog menjadi hobinya sehari-hari.

Related Posts

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Next Post
Tipat Plecing Pake Telur

Tipat Plecing Pake Telur

Comments 2

  1. vika says:
    16 years ago

    anda benar dan tepat.
    walau saya sendiri tinggal di dalung permai, saya juga merasa begitu. tapi bedanya, saya merasakan sendiri kehidupan di dalung permai. saya tinggal disini sudah puluhan tahun…..

    Reply
  2. anggy says:
    16 years ago

    waaaaa,,,,,bener banget,,,
    dalung permai krg udh bener2 kumuh n kotor,,,
    pdagang kaki lima bertebaran dmn2,,,bnr2 bikin sumpek,,,,,,

    mana panas bgt lg tmptna,,,,
    dalung permai tercinta,,,
    ttep aja rmhku dsana,,,,

    Reply

Leave a Reply to anggy Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

Keluh Kesah Sampah Rumah Tangga dari Pasar Badung

30 April 2026
Ruang Temu Diaspora Bali di Jepang

Ruang Temu Diaspora Bali di Jepang

30 April 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia