• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Konser Bukan Cuma Menyanyi dan Bergembira, namun Juga Masalah Kenyamanan dan Keamanan

Rama Paramahamsa by Rama Paramahamsa
9 July 2025
in Kabar Baru, Musik, Opini
0
0
Gambar 1. Foto konser. Sumber: Pop Hari Ini

Konser selalu menjadi hal yang asyik dan menyenangkan sampai ia tiba pada batas mengganggu kenyamanan para penonton. Toilet, parkir, hingga kawasan bebas merokok, setidaknya tiga hal tersebut yang menjadi penting untuk diperhatikan para penyelenggara konser. Bayangkan, Anda menonton Sheila On Seven dengan asap rokok yang menyesakkan dada, membuat perih mata, dan tidak ada toilet yang proper untuk Anda membuang air. Selepas konser, helm kebanggaan Anda hilang dari spion motor. Sungguh banyak hal yang harus dibayar untuk sekadar melihat Pak Duta menyanyi lagu Dan: “Lupakanlah saja helm mu, bila itu bisa membuatmu, kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala.”

Sudahi Merokokmu, Mari Berdansa Denganku

Saya paham betul bahwa produk-produk rokok seringkali menjadi sponsor utama dalam perhelatan konser, atau setidaknya menjadi sponsor biasa-biasa saja. Dalam beberapa konser, ketika suatu produk rokok menjadi sponsor, mereka biasanya akan menyuguhkan pengalaman yang ‘dekat dengan anak muda’, seperti photobooth hingga games menarik berhadiahkan merchandise atau rokok gratis, anak muda banget, lah! Hal tersebut kemudian menarik perhatian anak muda.

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam perhelatan konser yang disponsori oleh produk rokok: tingkat perokok pemula yang meningkat dan kawasan bebas rokok. Ketika produk rokok menyuguhkan hal-hal yang ‘anak muda banget’, mereka telah paham betul bahwa target pasar mereka adalah orang-orang yang dekat dengan media sosial, setidaknya, sepulang konser, anak-anak muda yang mendapatkan kepuasan dari sensasi iklan produk rokok tersebut akan menceritakan kepada kawan-kawan mereka, atau setidaknya ke media sosial. Hal itu berpotensi meningkatkan angka perokok pemula karena tertarik terhadap promosi oleh para pengiklan rokok.

Mungkin meningkatnya jumlah perokok pemula tidak begitu dipedulikan oleh para penyelenggara konser, bahkan menjadi berita baik bagi para sponsor rokok. Akan tetapi, hal yang sebaiknya diperhatikan adalah kawasan bebas asap rokok yang perlu disediakan dan diberlakukan secara lebih ketat. Justru seharusnya sponsor rokok adalah pihak yang cukup bertanggung jawab untuk menyediakan atau memaksa penyelenggara konser untuk menyediakan kawasan bebas asap rokok.

Hal senada diucapkan oleh Hendra Brawijaya (Saylow) seorang Project Officer Plainsong Live, “Kalau cuma mau untung gampang, cuma bikin yang selalu memberikan pengalaman menyenangkan dan berkelanjutan perlu melatih rasa sensitifitas penyelenggaranya.”

Belum Lagi Toilet dan Parkir

Parkir di konser adalah hal yang cukup penting namun beberapa kali mengecewakan. Pada beberapa konser, bahkan jika penonton telah membeli tiket konser, mereka harus mengeluarkan dompet untuk mengambil sisa-sisa uang mereka untuk membayar parkir. Membayar parkir sebesar seribu hingga dua ribu rupiah mungkin bukan menjadi permasalahan bagi penonton, demi bisa menonton idola mereka. Tetapi, harga tersebut tidak menjamin keamanan kendaraan dan barang bawaan mereka. Beberapa barang, seperti helm dan barang-barang bawaan di bawah jok motor terkadang hilang entah ke mana, namun harga seribu atau dua ribu yang kita berikan kepada petugas parkir justru tidak dapat menyelamatkan atau setidaknya bertanggung jawab atas barang yang kita ‘titipkan’ pada mereka.

Belum lagi toilet, Sri Junantari seorang kawan mengatakan bahwa ia lebih memilih pergi ke toilet yang lebih proper, ketimbang menggunakan toilet yang ‘horor’ di toilet, seperti gelap atau sangat jauh dari keramaian. Toilet memang ditempatkan cukup jauh dari panggung konser, namun masih dalam jangkauan para penonton untuk menghindari bau menyengat yang cukup mengganggu. Akan tetapi, keamanan penonton dalam mengakses toilet juga perlu dipertimbangkan, seperti penerangan hingga jarak yang tidak terlalu sulit dijangkau oleh para penonton. Beberapa kejahatan seperti pencurian hingga pelecehan seksual sangat mungkin dilakukan di tempat yang gelap dan jauh dari keramaian. Maka dari itu, penempatan toilet konser juga menjadi hal yang cukup penting. Tidak hanya itu, toilet sebaiknya disebar di beberapa titik dengan jumlah yang memadai bagi para penonton konser.

Akhir kata, benar kata Saylow bahwa membuat konser yang menguntungkan memanglah mudah, namun yang dapat memberikan pengalaman bagi para penonton dan membuat penonton kembali lagi ke konser tersebut tergantung pada sensitifitas para penyelenggara.

sangkarbet sangkarbet kampungbet
Tags: etika konserkonser musikOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Rama Paramahamsa

Rama Paramahamsa

Manusia biasa dengan hidup biasa-biasa saja.

Related Posts

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Mesin Tap Trans Metro Dewata Sering Galat

Perang dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

3 March 2026
Kepsek Arogan, Siswa Kehujanan

Ironi Mewahnya Vila-vila dan Kondisi Sekolah Negeri di Bali

17 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
Next Post
BYURR! Kekacauan Baru di Skena Hardcore Bali

BYURR! Kekacauan Baru di Skena Hardcore Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia