• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, July 18, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Konser Bukan Cuma Menyanyi dan Bergembira, namun Juga Masalah Kenyamanan dan Keamanan

Rama Paramahamsa by Rama Paramahamsa
9 July 2025
in Kabar Baru, Musik, Opini
0
0
Gambar 1. Foto konser. Sumber: Pop Hari Ini

Konser selalu menjadi hal yang asyik dan menyenangkan sampai ia tiba pada batas mengganggu kenyamanan para penonton. Toilet, parkir, hingga kawasan bebas merokok, setidaknya tiga hal tersebut yang menjadi penting untuk diperhatikan para penyelenggara konser. Bayangkan, Anda menonton Sheila On Seven dengan asap rokok yang menyesakkan dada, membuat perih mata, dan tidak ada toilet yang proper untuk Anda membuang air. Selepas konser, helm kebanggaan Anda hilang dari spion motor. Sungguh banyak hal yang harus dibayar untuk sekadar melihat Pak Duta menyanyi lagu Dan: “Lupakanlah saja helm mu, bila itu bisa membuatmu, kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala.”

Sudahi Merokokmu, Mari Berdansa Denganku

Saya paham betul bahwa produk-produk rokok seringkali menjadi sponsor utama dalam perhelatan konser, atau setidaknya menjadi sponsor biasa-biasa saja. Dalam beberapa konser, ketika suatu produk rokok menjadi sponsor, mereka biasanya akan menyuguhkan pengalaman yang ‘dekat dengan anak muda’, seperti photobooth hingga games menarik berhadiahkan merchandise atau rokok gratis, anak muda banget, lah! Hal tersebut kemudian menarik perhatian anak muda.

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam perhelatan konser yang disponsori oleh produk rokok: tingkat perokok pemula yang meningkat dan kawasan bebas rokok. Ketika produk rokok menyuguhkan hal-hal yang ‘anak muda banget’, mereka telah paham betul bahwa target pasar mereka adalah orang-orang yang dekat dengan media sosial, setidaknya, sepulang konser, anak-anak muda yang mendapatkan kepuasan dari sensasi iklan produk rokok tersebut akan menceritakan kepada kawan-kawan mereka, atau setidaknya ke media sosial. Hal itu berpotensi meningkatkan angka perokok pemula karena tertarik terhadap promosi oleh para pengiklan rokok.

Mungkin meningkatnya jumlah perokok pemula tidak begitu dipedulikan oleh para penyelenggara konser, bahkan menjadi berita baik bagi para sponsor rokok. Akan tetapi, hal yang sebaiknya diperhatikan adalah kawasan bebas asap rokok yang perlu disediakan dan diberlakukan secara lebih ketat. Justru seharusnya sponsor rokok adalah pihak yang cukup bertanggung jawab untuk menyediakan atau memaksa penyelenggara konser untuk menyediakan kawasan bebas asap rokok.

Hal senada diucapkan oleh Hendra Brawijaya (Saylow) seorang Project Officer Plainsong Live, “Kalau cuma mau untung gampang, cuma bikin yang selalu memberikan pengalaman menyenangkan dan berkelanjutan perlu melatih rasa sensitifitas penyelenggaranya.”

Belum Lagi Toilet dan Parkir

Parkir di konser adalah hal yang cukup penting namun beberapa kali mengecewakan. Pada beberapa konser, bahkan jika penonton telah membeli tiket konser, mereka harus mengeluarkan dompet untuk mengambil sisa-sisa uang mereka untuk membayar parkir. Membayar parkir sebesar seribu hingga dua ribu rupiah mungkin bukan menjadi permasalahan bagi penonton, demi bisa menonton idola mereka. Tetapi, harga tersebut tidak menjamin keamanan kendaraan dan barang bawaan mereka. Beberapa barang, seperti helm dan barang-barang bawaan di bawah jok motor terkadang hilang entah ke mana, namun harga seribu atau dua ribu yang kita berikan kepada petugas parkir justru tidak dapat menyelamatkan atau setidaknya bertanggung jawab atas barang yang kita ‘titipkan’ pada mereka.

Belum lagi toilet, Sri Junantari seorang kawan mengatakan bahwa ia lebih memilih pergi ke toilet yang lebih proper, ketimbang menggunakan toilet yang ‘horor’ di toilet, seperti gelap atau sangat jauh dari keramaian. Toilet memang ditempatkan cukup jauh dari panggung konser, namun masih dalam jangkauan para penonton untuk menghindari bau menyengat yang cukup mengganggu. Akan tetapi, keamanan penonton dalam mengakses toilet juga perlu dipertimbangkan, seperti penerangan hingga jarak yang tidak terlalu sulit dijangkau oleh para penonton. Beberapa kejahatan seperti pencurian hingga pelecehan seksual sangat mungkin dilakukan di tempat yang gelap dan jauh dari keramaian. Maka dari itu, penempatan toilet konser juga menjadi hal yang cukup penting. Tidak hanya itu, toilet sebaiknya disebar di beberapa titik dengan jumlah yang memadai bagi para penonton konser.

Akhir kata, benar kata Saylow bahwa membuat konser yang menguntungkan memanglah mudah, namun yang dapat memberikan pengalaman bagi para penonton dan membuat penonton kembali lagi ke konser tersebut tergantung pada sensitifitas para penyelenggara.

sangkarbet sangkarbet kampungbet
Tags: etika konserkonser musikOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Rama Paramahamsa

Rama Paramahamsa

Manusia biasa dengan hidup biasa-biasa saja.

Related Posts

Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026
Next Post
BYURR! Kekacauan Baru di Skena Hardcore Bali

BYURR! Kekacauan Baru di Skena Hardcore Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

AMSI Minta Majelis Hakim Nyatakan Gugatan tidak dapat Diterima atas Kasus Perdata 4 Media

16 July 2026
Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

Kitab yang Ditulis Alam: Membaca The Sacred Text of Padma Karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

16 July 2026
Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

Konservasi Kawasan Pura dan Budidaya melalui Bambuloka dari Yayasan Bambu Lestari

16 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia