• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 21, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Klungkung Susun Kawasan Konservasi Laut Nusa Penida

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
11 September 2008
in Agenda, Kabar Baru, Travel
0
0

Oleh Luh De Suriyani

Pemerintah Kabupaten Klungkung tengah menyusun konsep cetak biru Kawasan Konservasi Laut (KKL) di sekitar perairan Nusa Penida, sebuah pulau di selatan Pulau Bali ini. Jika KKL terwujud, diharapkan mengurangi pencurian ikan, konservasi terumbu karang, peningkatan kualitas wisata bahari, dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Hal ini dibahas dalam workshop soal pembentukan KKL oleh sejumlah stakeholder Kabupaten Klungkung, yang mewilayahi Nusa Penida, Rabu (10/9) lalu. Difasilitasi The Nature Conservacy (TNC), NGO yang bergerak di bidang lingkungan, sejumlah pejabat Klungkung dari Dinas Lingkungan Hidup, Badan Pembangunan Daerah (Bapeda), Kecamatan Nusa Penida, dan lainnya menggali potensi Nusa Penida sebagai kawasan konservasi laut.

Selama ini diakui pemerintah daerah, Nusa Penida belum mempunyai konsep pengelolaan perairan yang integral. ”Selama ini kegiatan dilakukan parsial saja. Melihat perkembangan wisata yang makin tinggi dan permasalahan penangkapan ikan berlebihan, maka kawasan konservasi laut sangat penting,” ujar Anak Agung Ngurah Kirana, Kepala Bidang Ekonomi Bapeda Klungkung.

Kawasan Konservasi Laut (KKL) telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk perlindungan keragaman hayati laut dan pengelolaan pemanfaatan sumberdaya yang lestari, khususnya untuk perikanan dan pariwisata. Keberhasilan pengelolaan KKL juga berdampak nyata pada peningkatan kunjungan wisata yang berdampak langsung pada perekonomian lokal.

KKL tersusun dari beberapa zona peruntukkan dalam usaha mengakomodasi berbagai tingkatan pemanfaatan sumber daya di setiap zona. Zona larang-ambil (no-take zone), yang masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata, memberikan perlindungan yang baik bagi sumbe rdaya ikan dan sangat diperlukan sebagai penyedia sumber ikan bagi daerah penangkapan di sekitarnya.

Zona ini juga memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman sumberdaya hayati. Zona lainnya dalam KKL memungkinkan memperbolehkan pengambilan sumberdaya dengan alat yang tidak merusak habitat organisme laut dan melalui perijinan yang diatur dengan prinsip daya dukung sumberdaya.

Perairan Nusa Penida dinilai salah satu contoh lokasi yang sangat unik dan tepat untuk dijadikan Kawasan Konservasi Laut. Nusa Penida terletak pada batas barat-selatan segi-tiga karang dunia (Coral Triangle) yang sering diartikan sebagai pusat keanekaragaman sumber daya hayati laut di bumi.

”Keberadaan ikan mola-mola dan manta merupakan dua jenis keanekaragaman sumber daya hayati unik dan langka yang perlu mendapat penanganan serius. Ikan ini menjadi favorit para penyelam dunia dan sangat sulit dijumpai di perairan lain,” ungkap I Dewa Gede Raka Wiadnya, peneliti lingkungan TNC-Coral Triangle Center.

Sebagian besar pantai Nusa Penida dimanfaatkan sebagai ladang budi daya rumput laut yang pernah menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat setempat. Selain itu, kini Nusa Penida juga berkembang sebagai pusat kegiatan pariwisata pantai dan laut di Bali. Akomodasi dari berbagai kepentingan ini sangat sesuai untuk disatukan dalam bentuk perencanaan Kawasan Konservasi Laut untuk melindungi sumber mata pencaharian masyarakat.

Ancaman kerusakan lingkungan perairan Nusa Penida harus diselamatkan. I Dewa Gede Tegeh Menala, salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan saat ini banyak kapal besar semacam pukat harimau yang menangkap ikan di perairan Nusa Penida. ”Nelayan kecil seperti saya kalah jauh karena mereka menggunakan jaring yang sangat besar dan ini yang membuat penangkapan ikan berlebihan,” ujarnya.

Akibatnya, menurut Tegeh, sebagian besar nelayan di lima desa daerah pesisir Nusa Penida yang berprofesi sebagai nelayan banyak terlilit hutang pada rentenir. Para rentenir kini mengikat nelayan kecil dengan menyediakan perahu, jaring, sampai bahan bakar perahu. ”Pendapatan nelayan kecil karena harga tangkapan pun diatur rentenir,” tambah Tegeh.

Ia berharap KKL ini segera dapat diwujudkan dengan landasan hukum yang kuat. ”Saya punya cita-cita mengembangkan koperasi nelayan agar bisa terlepas dari rentenir,” pinta warga asal Desa Batununggul, Nusa Penida ini.

Nusa Penida berdekatan dengan dua pulau kecil yakni Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang juga ramai dikunjungi turis.  Banyak kapal pesiar kecil yang memanfaatkan potensi bahari perairan ini seperti Quick Silver, Bali Hai, dan Bounty Cruise. Ironisnya, Nusa Penida masih dianggap daerah miskin dan banyak warganya yang bekerja di luar daerah. Pertanian dan perkebunan setempat hanya mengandalkan tadah hujan karena kesulitan pasokan air.

Dengan dasar hukum UU No. 5/1990, pemerintah Indonesia telah menetapkan dan mengelola luas total KKL mencapai sekitar 5,6 juta ha. Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan bahkan menyatakan keinginan untuk menambah luas KKL di Indonesia mencapai 10 juta ha pada tahun 2010 dan 20 juta ha pada tahun 2020. [b]

Tags: KlungkungLingkunganNusa Penida
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Kemah Manja di Bali Jungle Camping Padangan

Terasering Subak sebagai Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap

22 December 2025
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Next Post

Pennetta dan Petrova ke Delapan Besar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Finansialisasi Desa-desa di Bali

20 January 2026
Mosi Tidak Percaya adalah Pemuda yang Bersuara

Aksi Agustus: Dewan Pers Menugaskan Ahli Pers Memantau Kasus Kekerasan pada Jurnalis di Bali

20 January 2026
Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia