• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, January 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Nikmatnya Kepiting Bakau Budidaya Lokal

Katrin by Katrin
17 May 2013
in Kabar Baru, Kuliner, Travel
0
2
kepiting-saus-padang-2
Olahan kepiting. Ilustrasi dari www.bukankelanakuliner.com

Pengen menikmati kepiting segar? Tak usah jauh-jauh.

Para penggemar kepiting kini bisa menikmati kepiting bakau kualitas super hasil budidaya Kelompok Nelayan Wanasari Tuban, Kuta secara fresh. Calon pembeli bahkan bisa memilih kepitingnya bersama nelayan-nelayan dari Keramba Tancap kapan saja saat air surut. Usaha budidaya ini tidak mengenal musim panen raya.

Dirintis dari tahun 2009, teknik budidaya kepiting bakau dalam Keramba Tancap adalah teknik unggulan yang telah melalui proses trial and error selama enam bulan. Usaha ini digagas dan dipelopori oleh Made Sumasa, Ketua Kelompok Nelayan, yang mengklaim tekniknya sebagai yang pertama di Bali.

Keramba Tancap mengutamakan konsep budidaya yang tidak merusak alam, memberdayakan bambu sebagai kerangkanya. Agar kepiting tidak merayap keluar, keramba ini dilengkapi dengan pelicin terbuat dari semacam karpet plastik dan stopper yang terbuat dari jaring nilon.

Walaupun sudah berjalan empat tahun, para nelayan Wanasari masih mendatangkan bibit kepiting bakau dari Probolinggo, Banyuwangi, Sulawesi, maupun Kalimantan untuk digemukkan dalam keramba tancap. Menurut Agus Diana, sekretaris Kelompok Nelayan Wanasasri, perlu empat atau lima bulan agar kepiting bakau baru siap jual. Idealnya, kepiting bakau berukuran 400-500 gram paling enak dinikmati.

Kepiting Super Hutan BakauKepiting bakau yang dibudidayakan ini mempunyai empat warna cangkang berlainan yang membedakan kualitas rasa dan harga. Warna merah atau hitam untuk jenis standar sedangkan warna biru atau hijau untuk kualitas super.

Harga kepiting bakau, dengan warna cangkang merah atau hitam, berkisar Rp 80 ribu sampai dengan Rp 150 ribu per kilo tergantung ukurannya, untuk warna cangkang biruatau hijau di atas Rp 100 ribu sampai Rp 170 ribu per kilo, sedangkan Kepiting Soka harga berkisar antara di atas 125 -200 per kilo.

Makanan kepiting bakau ini adalah ikan ricah, sebutan untuk segala jenis ikan yang sudah dipotong-potong kecil, contohnya ikan kucing atau ikan boso-boso, yang dijaring oleh para nelayan dari pesisir. Ceker dan kepala ayam hasil limbah pemotongan ayam yang dipotong kecil-kecil juga bisa dijadikan pakan kepiting bakau.

Setelah berukuran 400-500 gram, kepiting pun siap dipanen dan dinikmati.

“Kepiting bakau paling enak diolah menjadi Kepiting Kuah bumbu Bali, menggunakan bumbu magenep dan blimbing wuluh dalam rebusan sekitar 30 menit, atau dibakar, lalu dimakan dengan saos,” kata Agus Diana. Hmmm, bikin ngiler.. [b]

Tags: BadungBaliKuliner
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Katrin

Katrin

Related Posts

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

16 November 2025
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Next Post
Menanti Detik-detik Punahnya Bahasa Bali

Menanti Detik-detik Punahnya Bahasa Bali

Comments 2

  1. Toni says:
    12 years ago

    Saya mau tanya, apakah ini yg di maksud dg kepiting cangkang lunak yg terkenal dg sebutan KEPITING ASOKA. sebab saya ingin mencobanya..
    Trimakasih atas perhatian dan jawabannya..

    Reply
  2. JBL says:
    9 years ago

    Dibutuhkan 1 ton/hr KEPITING BAKAU & LOBSTER (LAUT & TAWAR) semua jenis dan ukuran, rutin.
    Hub : JBL CRABS & LOBSTER 082310582889

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia