• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, May 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Nikmatnya Kepiting Bakau Budidaya Lokal

Katrin by Katrin
17 May 2013
in Kabar Baru, Kuliner, Travel
0
2
kepiting-saus-padang-2
Olahan kepiting. Ilustrasi dari www.bukankelanakuliner.com

Pengen menikmati kepiting segar? Tak usah jauh-jauh.

Para penggemar kepiting kini bisa menikmati kepiting bakau kualitas super hasil budidaya Kelompok Nelayan Wanasari Tuban, Kuta secara fresh. Calon pembeli bahkan bisa memilih kepitingnya bersama nelayan-nelayan dari Keramba Tancap kapan saja saat air surut. Usaha budidaya ini tidak mengenal musim panen raya.

Dirintis dari tahun 2009, teknik budidaya kepiting bakau dalam Keramba Tancap adalah teknik unggulan yang telah melalui proses trial and error selama enam bulan. Usaha ini digagas dan dipelopori oleh Made Sumasa, Ketua Kelompok Nelayan, yang mengklaim tekniknya sebagai yang pertama di Bali.

Keramba Tancap mengutamakan konsep budidaya yang tidak merusak alam, memberdayakan bambu sebagai kerangkanya. Agar kepiting tidak merayap keluar, keramba ini dilengkapi dengan pelicin terbuat dari semacam karpet plastik dan stopper yang terbuat dari jaring nilon.

Walaupun sudah berjalan empat tahun, para nelayan Wanasari masih mendatangkan bibit kepiting bakau dari Probolinggo, Banyuwangi, Sulawesi, maupun Kalimantan untuk digemukkan dalam keramba tancap. Menurut Agus Diana, sekretaris Kelompok Nelayan Wanasasri, perlu empat atau lima bulan agar kepiting bakau baru siap jual. Idealnya, kepiting bakau berukuran 400-500 gram paling enak dinikmati.

Kepiting Super Hutan BakauKepiting bakau yang dibudidayakan ini mempunyai empat warna cangkang berlainan yang membedakan kualitas rasa dan harga. Warna merah atau hitam untuk jenis standar sedangkan warna biru atau hijau untuk kualitas super.

Harga kepiting bakau, dengan warna cangkang merah atau hitam, berkisar Rp 80 ribu sampai dengan Rp 150 ribu per kilo tergantung ukurannya, untuk warna cangkang biruatau hijau di atas Rp 100 ribu sampai Rp 170 ribu per kilo, sedangkan Kepiting Soka harga berkisar antara di atas 125 -200 per kilo.

Makanan kepiting bakau ini adalah ikan ricah, sebutan untuk segala jenis ikan yang sudah dipotong-potong kecil, contohnya ikan kucing atau ikan boso-boso, yang dijaring oleh para nelayan dari pesisir. Ceker dan kepala ayam hasil limbah pemotongan ayam yang dipotong kecil-kecil juga bisa dijadikan pakan kepiting bakau.

Setelah berukuran 400-500 gram, kepiting pun siap dipanen dan dinikmati.

“Kepiting bakau paling enak diolah menjadi Kepiting Kuah bumbu Bali, menggunakan bumbu magenep dan blimbing wuluh dalam rebusan sekitar 30 menit, atau dibakar, lalu dimakan dengan saos,” kata Agus Diana. Hmmm, bikin ngiler.. [b]

Tags: BadungBaliKuliner
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Katrin

Katrin

Related Posts

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Next Post
Menanti Detik-detik Punahnya Bahasa Bali

Menanti Detik-detik Punahnya Bahasa Bali

Comments 2

  1. Toni says:
    13 years ago

    Saya mau tanya, apakah ini yg di maksud dg kepiting cangkang lunak yg terkenal dg sebutan KEPITING ASOKA. sebab saya ingin mencobanya..
    Trimakasih atas perhatian dan jawabannya..

    Reply
  2. JBL says:
    9 years ago

    Dibutuhkan 1 ton/hr KEPITING BAKAU & LOBSTER (LAUT & TAWAR) semua jenis dan ukuran, rutin.
    Hub : JBL CRABS & LOBSTER 082310582889

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Senja Kala Humaniora

14 May 2026
Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

13 May 2026
Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

12 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia