• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Kemarau Tiba, Warga Jual Sapi untuk Beli Air

Made Selamat by Made Selamat
28 September 2015
in Kabar Baru
0
0

embung-karangasem

Saat musim kemarau, banyak warga Karangasem mengeluhkan masalah air.

Akibatnya, masyarakat mau tidak mau harus membeli air dengan harga cukup mahal. Sampai-sampai warga harus nganggeh (belum bisa bayar) karena membeli air per tangki bisa sampai 3 kali sebulan.

Harga air per tangki bisa mencapai lebih dari Rp 150.000. Namun, semua tergantung jarak yang ditempuh. Apabila jauh dan agak sulit terjangkau, maka harga bisa lebih mahal lagi.

Contohnya terjadi di Banjar Dinas Muntig Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Sudah beberapa bulan ini masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih karena cubang-cubang atau tempat menyimpan air yang mereka miliki sudah habis.

Tak heran kesehatan masyarakat pun terganggu. Di lain sisi pemerintah hanya memberikan bantuan embung satu buah. Itu pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Maka, masyarakat mau tidak mau harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Di samping itu kondisi air embung tidak sehat karena airnya kelihatan agak kurang jernih.

Sebelum air dikonsumsi air embung tersebut harus dimasak terlebih dahulu. Apabila tidak dimasak maka tidak sedikit pada saat anak anak sekolah banyak dari siswa mengeluh sakit perut usai mengonsumsi air embung tersebut.

Kelian Banjar Dinas Muntig I Made Suparta mengatakan bahwa saat ini masyarakat kami memang membutuhkan air, baik untuk konsumsi, mencuci, dan untuk minum ternak. “Karena masyarakat kami pekerjaannya sebagian peternak jadi banyak membutuhkan air untuk sapi-sapi mereka,” katanya.

Di Banjar Dinas Muntig, ssetiap keluarga bisa memelihara sapi 2 ekor itupun ada dari hasil nyakap.

Suparta menambahkan setiap harinya satu ekor sapi bisa menghabiskan air lebih dari 15 liter air. Tingginya kebutuhan air membuat peternak mengurangi jumlah air untuk konsumsi ternaknya sehingga mempengaruhi berat badan sapi menjadi turun.

Bantuan embung yang diberikan pemerintah cukup membantu kebutuhan air untuk masyarakatnya. Tapi bila sudah beroperasi airnya ke rumah-rumah penduduk tidak semuanya mendapatkan sambungan pipa air karena masyarakat harus membeli pipa meteran yang membutuhkan biaya cukup tinggi.

Sedangkan untuk membeli air per tangki cukup mahal tidak dipungkiri sampai peternak sapi menjual sapinya. Demikian pula pipa-pipa yang sudah di pasang terkadang cepat rusak.

Melihat kondisi yang ada saat ini, kita berharap pemerintah menyuplai air untuk kebutuhan masyarakatnya sehingga nantinya kebutuhan air bersih di masyarakat dapat terpenuhi pada saat musin kemarau. [b]

Tags: KarangasemKrisis AirSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Made Selamat

Made Selamat

Pengajar. Warga Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sumur Resapan dan Filter Air Limbah Rumah Tangga, Cara Mudah Konservasi Air

Sumur Resapan dan Filter Air Limbah Rumah Tangga, Cara Mudah Konservasi Air

5 September 2025
Krisis Air Bersih dari Kacamata Anak Muda

Krisis Air Bersih dari Kacamata Anak Muda

16 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
The Waves Upon a Trance

The Waves Upon a Trance

7 June 2025
Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

Kegigihan Hampir 40 Tahun dalam Mempertahankan Kerajinan Lontar 

14 November 2024
Next Post
Minikino Film Week 2015, Membaca Indonesia Melalui Film

Minikino Film Week 2015, Membaca Indonesia Melalui Film

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia