• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Ke Serangan Menikmati Ikan Panggang

Anton Muhajir by Anton Muhajir
4 July 2010
in Kabar Baru, Kuliner
0
3

Teks dan Foto Anton Muhajir

Melihat ikan panggang itu dipamerkan, air liur saya serasa menetes tak tertahankan.

Maka, begitu usai liputan sekitar 2,5 jam kemudian, saya pun mampir ke salah satu warung di sisi jalan masuk Desa Serangan, Denpasar Selatan tersebut. Warung-warung ini menjual menu khas desa di sisi selatan Denpasar ini, ikan panggang.

Terima kasih, ibu-ibu pedagang. Akhirnya doa saya terkabulkan. 🙂

Sejak dulu saya sudah mikir, “Seharusnya desa ini ada warung yang menjual ikan panggang.” Sebab, desa ini desa nelayan. Tapi, tiap kali main ke desa ini saya cuma menemukan ibu-ibu penjual ikan panggang nyuun alias menjunjung panggangan ikan tersebut.

Kalau toh ada warung yang menjual ikan panggang, lokasinya di ujung pantai selatan sana yang untuk masuk mesti melewati petugas PT Bali Turtle Island Development (BTID). Maklum, kawasan pantai itu memang milik perusahaan yang mereklamasi Serangan, yang dulunya pulau kecil terpisah dari daratan Bali tersebut.

Pas saya ke Serangan hari ini, ternyata sudah ada deretan warung di sisi kanan jalan masuk desa ini. Ada belasan warung tenda di jalan setelah jembatan ini. Semuanya memamerkan ikan panggang di bagian depan warungnya.

Saya dan anak istri mampir di salah satu warung untuk makan siang.

Ikan panggang itu ada beberapa jenis, seperti tongkol dan bawal. Ikan bawal panggang besar, ukurannya kurang lebih selebar buku A5 atau tatakan tetikus (mouse pad), harganya lumayan mahal, Rp 50.000. “Lagi susah ikan, Gus. Makanya mahal,” kata Men Karmi, pemilik warung.

Kami pilih ikan tongkol panggang. Besarnya sekitar ukuran lengan orang dewasa. Harganya jauh lebih murah, Rp 17.000. Kami tawar jadi Rp 15.000.

Men Karmi memanggang lagi ikan itu di atas bara api dari sabut kelapa. Dia membelahnya jadi dua dan mengoleskan sambal di kedua sisi. Karena sebelumnya sudah dipanggang dan kini dipanggang lagi, ikan itu jadi terlihat agak gosong.

Toh, meski penampilannya terlihat agak gosong, rasanya tetap gurih. Bagian yang gosong itu hanya di sisi luar dan sedikit. Apalagi ini ikan tongkol. Cuma ada tulang di sisi tengah. Sisanya ya daging montok gurih itu.

Daging itu berbalur sambal merah yang dioleskan ketika di pemanggangan. Teksturnya lembut. Bani, anak kami, pun dengan senang menyantapnya dengan bumbu kecap manis.

Kami menyantapnya dengan nasi putih dan seporsi sayur plecing kangkung. Saking enaknya, kami sampai nambah nasi untuk menghabiskan ikan itu. Apa daya, kami cuma bisa melahap satu belahan. Satu belahan lagi kami bawa pulang. Untuk oleh-oleh kami sendiri. 🙂

Ditambah segelas teh botol dingin dan kripik pisang kami menghabiskan Rp 35.000 untuk makan siang itu. Murah, meriah, enak, dan mengenyangkan, eh, menyenangkan juga sih.

Tags: DenpasarKulinerSeranganwisata kuliner baliwisata kuliner denpasar
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post

Mari Main KAsTI Bersama BBC

Comments 3

  1. Eka Juni Artawan says:
    16 years ago

    Apalgi kalau ikan tongkol yang di bumbui sambal tomat manis pedas,tidak kalah lezatnya.Teringat akan masakan khas ibu di kampung.

    Reply
  2. luhde says:
    16 years ago

    total Rp 31 ribu 🙂
    jaan nyangluh

    Reply
  3. Andreas Muljadi says:
    15 years ago

    Menggiurkan

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia