K-Day, Merayakan Dua Tahun Eksperimen di Daerah Terpencil


Filter air Nazava di kios Kopernik. Foto Anton Muhajir.

Dua hari untuk berbagi pengalaman mengurangi kemiskinan.

Kopernik Day (K-Day) adalah perayaan dua tahun Kopernik dalam melakukan eksperimentasi untuk menemukan solusi dalam upaya pengurangan kemiskinan. Acara yang berlangsung pada 14-15 Februari nanti akan menampilkan diskusi tentang solusi inovatif di bidang pertanian dan upaya untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai di pulau Bali, serta pertunjukan musik oleh seniman-seniman terbaik Bali.

Untuk pertama kalinya, perayaan K-Day akan dilakukan selama dua hari berturut-turut untuk memberikan ruang bagi komunitas lokal untuk mendapatkan informasi dan pengalaman langsung mengenai proyek yang dikerjakan oleh Kopernik terkait eksperimentasi.

Pada 14 Februari, K-Day akan mengadakan lokakarya yang menjelaskan mengenai Sistem Irigasi Tetes ?Solutions Lab Kopernik, sebuah solusi bagi petani di daerah tandus untuk membantu meningkatkan produksi selama musim kering. Lokakarya ini juga akan membahas mesin injeksi yang merupakan mesin daur ulang plastik skala rumah tangga yang dibangun bekerja sama dengan ?Precious Plastic ?Bali.

“Sebagai organisasi yang berbasis di Bali, penting bagi kami untuk memberikan kontribusi untuk mengatasi tantangan utama yang dihadapi pulau ini dan salah satu area fokus kami di sini adalah masalah plastik sekali pakai. Kopernik percaya akan pentingnya fokus terhadap solusi dan kolaborasi dalam bekerja dengan pihak lain termasuk pemerintah, perusahaan, akademisi, masyarakat sipil, dan industri kreatif,” kata ?Ewa Wojkowska, Co-Founder dan
COO Kopernik ?.

Gelar wicara yang mengeksplorasi solusi inovatif di bidang pertanian pada 14 Februari akan menghadirkan pakar dan mitra Kopernik seperti ?Arianty Zakaria dari Dewan Sertifikasi UTZ. Akan ada juga gelar wicara yang membahas kampanye untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai di Bali bersama ?Pemerintah Daerah Gianyar, vokalis Navicula dan salah satu pencipta Pulau Plastik Gede Robi, Zakiyus Shadicky dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik dan Andre Dananjaya dari Kopernik. ?

Pada tahun 2010, Kopernik didirikan dengan keyakinan bahwa solusi yang lebih efektif sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah pembangunan agar lebih berkelanjutan.

Pada awal 2017, Kopernik mendedikasikan sumber dayanya untuk ‘eksperimentasi singkat’ dalam menemukan solusi yang efektif untuk mengurangi kemiskinan dan mengatasi beberapa tantangan sosial dan lingkungan utama di Indonesia. Eksperimentasi tersebut meliputi pengembangan dan pengujian produk serta pelayanan dengan mitra seperti Koperasi Madu Hutan Senoesa, UNICEF, UN Pulse Lab, dan mitra pemerintah seperti Dinas Koperasi Flores Timur.

Selain itu, hari kedua K-Day pada tanggal 15 Februari sebagai puncak acara akan menampilkan Navicula, The Hydrant, Nosstress, Zat Kimia, Celtic Room, Sandrayati Fay, Manja, Nymphea, Rasta Flute, dan DJ Marlowe. Acara ini juga akan menampilkan pasar komunitas yang menjajakan makanan ringan, pernak-pernik kesenian, dan kerajinan.

Acara ini juga akan menampilkan gelar wicara mengenai konsumsi alkohol yang bertanggung jawab yang disponsori oleh Diageo dan Rumah Sanur, dan para tamu dapat pulang dengan selamat bersama GO-JEK yang menyediakan diskon 50% untuk semua perjalanan GO-RIDE dan GO-CAR ke dan dari K-Day pada tanggal 14 dan 15 Februari dengan menggunakan kode GORIDEXKDAY dan GOCARXKDAY. [b]