• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Jelang WOS, Rakyat Bali Tetap Tolak Reklamasi

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
22 February 2017
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Pendirian Baliho Tolak Reklamasi di Seminyak untuk menunjukkan rakyat Bali tetap tolak reklamasi. Foto ForBALI.

Bali kembali menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi.

World Ocean Summit (WOS) akan diadakan di Nusa Dua, Bali pada 22 – 24 Februari 2017. Warga adat Bali menyambut pertemuan tingkat tinggi itu dengan baliho dan mengajak peserta WOS untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

Beberapa desa adat mendirikan baliho tolak reklamasi secara serentak Selasa kemarin. Mereka adalah Desa Adat Kesiman (Denpasar), Desa Adat Seminyak (Badung), serta Forum Masyarakat Singapadu dan Forum Pemuda Batubulan (Gianyar).

Selain dalam bahasa Indonesia, penolakan juga ditulis dalam bahasa Inggris, seperti Reject the reclamation project of benoa bay, Benoa bay for people not for profit.

Pendirian baliho itu tak hanya sebagai respon penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa dan bentuk perlawanan terhadap upaya pemberangusan baliho Bali Tolak Reklamasi. Dia juga untuk mendesakkan pesan kepada pemerintah dan para delegasi yang hadir di WOS untuk sama-sama menolak rencana reklamasi Teluk Benoa.

“Kawasan perairan Teluk Benoa adalah milik rakyat. Segala bentuk investasi sudah seharusnya mengutamakan kehidupan dan kebutuhan rakyat, bukan dikelola untuk kepentingan dan investor semata,” ujar I Gusti Ngurah Bagus Chandra Prabanatha dari Forum Masyarakat Singapadu (Formasi).

Ketua FORMASI itu menegaskan, untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari laut dan menjaga keberlangsungan laut bukan dengan cara mereklamasi karena reklamasi justru akan menyababkan kerusakan laut secara permanen. “Kami meminta kepada pemerintah dan para delagasi yang hadir di dalam World Ocean Summit untuk bersama-sama menghentikan model pembangunan seperti rencana reklamasi Teluk Benoa yang justru akan merusak laut,” tegas Jung Candra, panggilannya.

Jung Candra menegaskan jika pemasangan baliho kali ini juga untuk menunjukkan ketegasan masyarakat Singapadu yang tak pernah takut dengan pengrusakan baliho Bali Tolak Reklamasi. Pemasangan baliho dilanjutkan dengan konser untuk menunjukkan bahwa rakyat rakyat Bali tetap tolak reklamasi.

Pada saat bersamaan Forum Pemuda Batubulan (FPB) juga mendirikan baliho di wantilan Pura Puseh dekat lokasi pertunjukan barong. I Ketut Mustika menjelaskan bahwa pendirian baliho memang ditujukan agar para wisatawan asing memahami tentang perjuangan rakyat Bali.

“Reklamasi 700 HA di Teluk Benoa hanya akan menghancurkan kehidupan pariwisata Bali ke depannya”, ujarnya.

Di tempat berbeda, I Nyoman Astawa, warga yang terlibat dalam pendirian baliho Desa Adat Kesiman menyebut pendirian baliho adalah salah satu bentuk perlawanan rakyat terhadap pemberangusan aspirasi yang terjadi di desanya.

Beberapa waktu lalu baliho Desa Adat Kesiman juga dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab. Pemberangusan baliho menurutnya bentuk sikap antipati terhadap aspirasi rakyat yang menolak reklamasi teluk benoa.

“Negara seharusnya memperhatikan aspirasi rakyat dalam mengelola kawasan perairan, bukan malah mengabaikannya,” ujarnya.

Sementara di Desa Adat Seminyak, terdapat tiga organisasi di bawah naungan Desa Adat Seminyak yakni STT Bakti Yowana Mandala, STT Eka Bhuana Tunggal Budi dan Forum Aksi Nyata (FAN) Seminyak mendirikan serentak tiga baliho. Lokasinya di depan Balai Banjar Tagtag, pertigaan Jalan Kunti dan perempatan Jalan Kunti dengan Sunset Road.

I Made Ludra Santika, Ketua FAN Seminyak menyampaikan pendirian baliho-baliho ini sebagai simbol perlawanan terhadap baliho-baliho yang dirusak sebelumnya. “Kami juga selalu siap bergerak dan tidak pernah berhenti memperjuangkan kesucian Teluk Benoa, tumbang satu tumbuh seribu”, pungkasnya seraya mengepalkan tangan kiri. [b]

Tags: Bali Tolak ReklamasiDesa AdatWOS
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

“Tukang Pukul” Berbudaya

14 July 2025
Pelajaran Agung dari Desa di Pegunungan Bali

Pelajaran Agung dari Desa di Pegunungan Bali

18 February 2021
Menghalau Kejenuhan Anak di Tengah Pandemi

Menghalau Kejenuhan Anak di Tengah Pandemi

2 June 2020
Gagalnya Reklamasi adalah Kemenangan Rakyat Bali

Gagalnya Reklamasi adalah Kemenangan Rakyat Bali

27 August 2018
Cara Unik Melawan Perobek Spanduk Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Cara Unik Melawan Perobek Spanduk Tolak Reklamasi Teluk Benoa

6 August 2018
Pameran Desa adalah Masa Depan Indonesia

Mewujudkan Perlindungan Anak dalam Aturan Adat

21 December 2017
Next Post
Menilik Keluhan JKN di Faskes Tingkat Pertama

Karakteristik Pengguna JKN di Layanan Kesehatan Primer

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

Imagine: Never Called by My Name Mewakili Kegelisahan Perempuan

14 February 2026
Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

Dari Bali ke Bangkok, Morbid Monke dan Bab Awal Feel Alive Tour

14 February 2026
Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

Sekolah Pembaharu Ashoka: Kelola Sampah sampai Ekskul Agro

13 February 2026
Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

Investasi WNA di Bali: Meningkat, Didominasi Rusia, Usahanya dari Real Estate sampai Rental Motor

12 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia