• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Karakteristik Pengguna JKN di Layanan Kesehatan Primer

Happy Ari by Happy Ari
23 February 2017
in Berita Utama, Kesehatan
0
0

Pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang ke Puskesmas tentu beragam.

Namun, ada beberapa karakteristik tertentu para pengguna di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Berikut rangkuman hasil pemantauan di Puskesmas II Denpasar Timur pada 16 Februari 2017 lalu.

Peserta JKN Peralihan Jamkesmas

Puskesmas di wilayah peserta peralihan Jamkesmas otomatis menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama. Oleh karena itu cukup banyak peserta JKN yang menggunakan JKN yang dibayarkan oleh pemerintah pusat tersebut.

Jro Bunga, salah satu pengunjung Puskesmas hari itu. Warga yang tinggal di seputaran Jl. WR Supratman Denpasar ini mengatakan beberapa keluarganya menggunakan Jamkesmas. “Tapi yang urus biasanya suami,” jawabnya ketika ditanya pengalaman menggunakan JKN. Tetapi keluarga inti Jero Bunga sendiri menggunakan BPJS Kesehatan yang didaftarkan oleh tempat kerja suaminya.

Ada juga Nengah Sulastri. Dia dan keluarganya juga didaftarkan sebagai peserta Jamkesmas. “Pengalaman menggunakan di Puskesmas saja,” katanya. Menurutnya selama ini layanan yang dia dapatkan di Puskesmas sesuai dengan harapannya.

Kadek Arini juga menggunakan JKN-KIS peralihan dari Jamkesmas. “Sudah setahun punya Jamkesmas,” katanya. Dia juga merasa fasilitas kesehatan tingkat pertama yang sesuai tempat tinggalnya melayani sesuai harapan.

Arini sedang hamil dan belum tahu apakah perlu dirujuk, “belum tahu kalau dirujuk ke rumah sakit,” kata Arini. Dia tidak memiliki keluhan layanan, hanya saja katanya pernah ada obat kosong. “Obat penambah darah,” kata Arini.

Tetapi selain pengguna JKN peralihan Jamkesmas juga ada peserta pengguna peralihan dari Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) atau Askes seperti Eddy Faizal. Dia mengatakan baru menggunakan JKN di fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama saja, di Puskesmas.

 

Pengalaman Dirujuk

Antrean di Puskesmas tidak sebanyak antrean di layanan tingkat lanjut seperti rumah sakit. Beberapa pengalaman peserta rujukan ke layanan tingkat lanjut (rumah sakit) seringkali tidak menyenangkan. Ini disebabkan karena antrean atau hal lainnya. Ada peserta yang dirujuk karena kondisi tertentu yang tidak bisa ditangani di Puskesmas ataupun kondisi darurat yang memang mengharuskan segera mendapatkan pelayanan.

Peserta yang dirujuk dalam keadaan darurat biasanya mengalami kerumitan mengurus lebih minimal. Jero Ketut Krami hari itu menemani anaknya mengatakan memiliki “lebih aman dan gampang,” katanya terkait manfaat JKN.

Anak laki-lakinya yang bernama Agung Yoga sebelumnya anaknya yang pernah menggunakan kartu JKN nya. “langsung ke UGD karena alergi,” katanya. Agung menceritakan kondisinya terjadi sore hari ketika Puskesmas tutup. Dia mengatakan di rumah sakit keluhannya hari itu Langsung ditangani.

Nyoman Sueca juga salah satu pengguna JKN. Dia terdaftar sebagai pengguna JKN yang didaftarkan dari perusahaan tempatnya bekerja. Sueca tampak sangat paham dengan kondisi-kondisi pasien mesti ke FKTP ataupun segera ke FKRTL sebagai pengguna JKN. Dia pernah memimiliki pengalaman menggunakan ke Puskesmas dan RSUD Wangaya.

Pengalamannya menggunakan di rujukan tingkat lanjut juga saat kondisi darurat sehingga langsung ditangani saat di RSUD Wangaya. “Sesuai harapan,” katanya.

Ada juga Wayan Sariasih. Pengalamannya menggunakan JKN peralihan Jamkesmas tahun 2015 lalu. Dia mengatakan pengalaman menggunakan JKN saat tangannya patah. “Langsung ke ugd dan tidak ada bayar lebih lagi,” kata Sariasih.

Pengalaman Ni Komang Maisari beda lagi. Ibu yang berasal dari Abang, Karangasem ini menggunakan JKN yang dibayarkan pemerintah. Dia menceritakan prosesnya menggunakan JKN, sebelumnya suaminya ada gangguan di saluran kencingnya.

Setelah dicek di RSUD Wangaya dan hasil laboratoriumnya negatif semua. Dia disuruh meminta rujukan di Puskesmas Abang sesuai alamat dalam kartu tanda penduduknya. Kemudian suaminya dirujuk ke RSUD Karangasem, disana mendapatkan perawatan. “Gratis semua, tapi antrenya lama,” komentar Ni Komang Maisari.

 

Penderita Penyakit Kronis

JKN memiliki program khusus untuk penanggulangan penyakit kronis  yaitu program pengelolaan penyakit kronis (prolanis). peserta prolanis ini didaftar kemudian mendapatkan pemeliharaan kesehatan rutin. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup sebesar 75 persen dari para penderita penyakit kronis seperti, diabetes mellitus dan darah tinggi. Penderita penyakit kronis ini bisa mengikuti alur rujuk bolak-balik, ke faskes tingkat pertama ke rumah sakit sesuai tingkat pelayanan sesuai dalam JKN dan sebaliknya. Beberapa penyakit kronis seperti kanker atau ODGJ juga mendapat layanan serupa.

Gusti Ayu Rai warga di Jalan Gandapura adalah salah satu yang sering mengikuti alur layanan rujuk balik. Ayu Rai mendampingi suaminya yang menggunakan JKN peralihan Jamkesmas melakukan pengobatan diabetes. “sangat merasakan manfaatnya,” katanya. Dia mengantar suaminya menggunakan JKN di Puskesmas dan RSUD Wangaya. “Karena ada luka, jadi diperiksa setiap hari,” kata Ayu Rai.

Lainnya, banyak lagi pasien kronis lain seperti suami Ayu Rai yang mengakses layanan JKN di Puskesmas. [b]

Tags: JKNJKN BaliKepuasan JKNLayanan JKN
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Happy Ari

Happy Ari

ALURA (Alumni Pencerah Nusantara| Pemerhati Kesehatan Masyarakat, Pencerah Nusantara Batch 3, Team Karawang| Belajar tentang isu-isu kesehatan| Menyukai Buku-buku

Related Posts

Klungkung dan Badung Menuju Kepesertaan Penuh JKN

3 January 2018
Mereka yang Tak Terdata

Apakah Penerima Bantuan JKN Tepat Sasaran?

18 August 2017
Susahnya Mengakses JKN untuk ODS di Bali

Susahnya Mengakses JKN untuk ODS di Bali

21 February 2017
Beragam Pengalaman Menggunakan Layanan JKN

Obat JKN Kosong, Saatnya Mulai Bicara

1 February 2017
Inilah Masalah-masalah JKN selama 2016

Inilah Masalah-masalah JKN selama 2016

4 January 2017
Layanan Kespro JKN Masih Jarang Digunakan

Layanan Kespro JKN Masih Jarang Digunakan

6 December 2016
Next Post
Donor Darah dan Donasi di Bloody Valentine

Donor Darah dan Donasi di Bloody Valentine

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia