• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Inovasi di Balik Hadirnya Jalan Tol

Persma Akademika by Persma Akademika
17 June 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Sosial
0
0

mangrove-bali

Melawat ke Desa Tuban, banyak sekali tempat terkenal.

Misalnya Bandara Internasional Ngurah Rai yang telah lama berdiri di sana yang menjadikan nama Tuban lebih eksis di telinga. Saat ini juga telah hadir jalan tol pertama di Bali.

Namun, hadirnya kedua fasilitas umum itu, ternyata tidak selamanya berdampak positif bagi masyarakat Desa Tuban, terutama sejak dibangunnya jalan tol. Dari zaman dahulu masyarakat Desa Tuban menyama braya dengan laut dengan menjadikan laut sebagai tulang punggung kehidupannya.

Awalnya masyarakat mencari batu kapur di dasar laut untuk dikumpulkan dan kemudian dijual. Profesi itu lambat laun berubah, kegiatan mengumpulkan batu kapur mulai berangsur-angsur ditinggalkan. Masyarakat mulai mencari ikan. Dengan menggunakan perahu, kegiatan mencari ikan tersebut mereka lakukan bisa sampai ke Selat Badung.

Pada tahun 1991 masyarakat Desa Tuban, Kecamatan Kuta, Badung terbagi dalam beberapa sekaa nelayan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bendega. Artinya seseorang ataupun kelompok yang mengais rezeki di laut.

Kemudian pada 2009 kelompok-kelompok sekaa nelayan tersebut dibuat kedalam satu kelompok nelayan menjadi kelompok nelayan Wanasari.

Kata Wanasari sendiri terbagi menjadi dua suku kata yaitu ‘Wana’ berarti hutan dan Saru yang berarti sumber kehidupan. Hutan yang dimaksud adalah hutan mangrove, ciri khas serta kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Tuban.

Jadi Wanasari sendiri berarti masyarakat yang memanfaatkan ekosistem hutan mangrove di laut sebagai sumber kehidupannya.

Jalan Tol
Perjalanan kelompok nelayan Wanasari ternyata tidak selamanya berjalan dengan seperti apa yang mereka harapkan. Di tahun 2011 mereka sempat mengalami penipuan. Bukan hanya itu, hadirnya jalan tol menyebabkan berkurangnya habitat dan populasi biota laut.

Akhirnya kehidupan masyarakat yang mengais rezeki di laut menjadi terhambat. Pada 2013, hutan mangrove dibabat. Proses pembabatan hutan tersebut dilakukan tanpa sosialisasi kepada nelayan. Akhirnya pada Maret 2013, secara keseluruhan masyarakat Desa Tuban tidak dapat melaut.

“Menangis rasanya”, tutur Made Sumasa selaku ketua kelompok nelayan Wanasari.

Made Sumasa menuturkan, berdirinya jalan tol yang memasang banyak beton di laut menyebabkan alur jalan ke laut menjadi terputus. “Jadinya perahu para nelayalan tidak bisa lewat.” terangnya.

Tidak bisanya melaut bukan berarti kelompok nelayan Wanasari berdiam diri. Mereka menuntut kompensasi kepada pihak pengelola sebesar Rp 1,6 miliar. Namun usaha mereka tidak menemui titik terang. Akhirnya, Made Sumasa bersama para nelayan menuntut agar para nelayan tidak menganggur.

Hasilnya dibuatlah kesepakan, selama proses membangun jalan tol, untuk keperluan membawa alat-alat bangunan digunakan perahu nelayan yang disewa sebesar Rp 300.000 per hari.

kepiting-bali

Saking banyaknya nelayan di Desa Tuban, ternyata proses tersebut tidak bisa seperti yang mereka inginkan. Dengan sistem sewa seperti itu, nelayan harus mengantre untuk mendapatkan giliran. “Jadi tidak bisa semua nelayan yang dapat berpenghasilan setiap hari,”lanjutnya.

Dengan begitu nelayan kembali menuntut agar jarak beton penujang jalan diperlebar agar perahu nelayan bisa lewat dan aliran jalan ke laut tidak terputus. Pihak nelayan sendiri mengajukan agar jarak per beton adalah 10 meter, namun yang terpenuhi hanya 7 meter.

Inovasi
Dengan terpenuhinya pelebaran jarak beton, nelayan Wanasari kembali dapat melaut. Meski demikian, para nelayan harus memperkecil perahunya karena sebelumnya berukuran sekitar 9 meter. Mereka mengubahnya menjadi 6 meter agar dapat melewati sela-sela beton yang tertancap di laut.

Namun di balik kembalinya ke laut, keselamatan para nelayan sangat diperhitungkan. Pasalnya setelah kapal-kapal diperkecil, kapal mejadi goyah karena tidak sesuai dengan ukuran. “Ternyata ukurannya sudah sangat ditentukan oleh para nenek moyang kami dulu,” jelas Made Sumasa.

Dari sana, para nelayan sempat terpuruk. Namun Made Sumasa senantiasa berfikir positif atas hadirnya jalan tol. “Di samping itu Tuban belum ada daerah pariwisatanya untuk tempat wisatawan berkumpul,” jelasnya.

Maka timbul inovasi dengan memulai usaha pembibitan kepiting bakau yang bibitnya didatangkan dari luar seperti Sulawesi dan Irian, serta terdapat pula wisata kuliner. Satu kandang kepiting yang ukurannya 1 are, kelompok bisa menghabiskan modal sebesar Rp 38 juta.

“Usaha kami sudah sampai 55 persen” terang salah seorang anggota nelayan.

Dia juga memaparkan bahwa usaha yang dijalani oleh kelompok nelayan ini tidak terlepas dari konsep Tri Hita Karana. Di mana hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan alam dijaga dengan baik. “Terlebih terhadap alam, perkembangan yang semakin pesat kesadaran lingkungan hidup semakin berkurang,” terang anggota kelompok lainnya.

Kini tempat usaha mereka bernama Kampung Kepiting yang berada disebelah jalan tol.

Ditanya soal jumlah anggota nelayan, Made Sumasa menjawab bahwa anggota nelayan saat ini ada sebanyak 95 orang. Jumlah tersebut telah meningkat dari dulu yang awalnya berjumlah 80 orang. Dan ke depannya kelompok nelayan ini juga akan mengembangkan budi daya ikan yang ditempatkan di bawah jalan tol. (Sui)

Tags: NelayanSosialTuban
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Persma Akademika

Persma Akademika

Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana - Sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa atau lembaga dalam bidang jurnalistik di Universitas Udayana. Sekretariat : Gedung Student Center Universitas Udayana, Jalan Dr. Goris, Denpasar, Bali. http://www.persakademika.com/

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
TPA Suwung yang Dibalut Asap: The Aftermath

TPA Suwung yang Dibalut Asap: The Aftermath

19 October 2023
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Meceki, Kendaraan Strategis untuk Melalui Arus Balik

Meceki, Kendaraan Strategis untuk Melalui Arus Balik

4 April 2021
Next Post
Perempuan Lembongan Mengolah Rumput Laut

Perempuan Lembongan Mengolah Rumput Laut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia