
Awal tahun 2024, Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meluncurkan Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS). Dilansir dari laman Pemprov Bali, laman resmi PIKBS menjadi sarana potensi investasi daerah.
Setahun lebih PIKBS diluncurkan, beberapa proyek investasi daerah terdaftar sebagai proyek potensial. Terdapat lima proyek potensial yang semuanya ditujukan untuk kepentingan pariwisata. Lokasinya pun beragam, dari Buleleng, Jembrana, Ubud, hingga Sanur.
Pelabuhan Sangsit
Sangsit merupakan desa yang berlokasi di sebelah timur Kota Singaraja, tepatnya di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Pada masa kolonial Belanda, Pelabuhan Sangsit memiliki peran penting sebagai pusat perdagangan di Bali.
Saat ini, Pelabuhan Sangsit berfungsi sebagai pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan perikanan. Distribusi barang yang masuk melalui Pelabuhan Sangsit didominasi hasil tangkapan laut.
Pemprov Bali ingin menyulap Pelabuhan Sangsit menjadi pintu masuk wisatawan dari Bali Utara. Dalam laman resmi PIKBS, Pelabuhan Sangsit akan dikembangkan. Beberapa fasilitas yang direncanakan adalah Pasar Ikan Modern, Restoran Seafood, Terminal Pariwisata, kantor khusus untuk Pelabuhan Sangsit, dan Balai Pertemuan Nelayan. Total area yang dikembangkan seluas 8.50 hektar dengan perkiraan nilai investasi Rp580 miliar.
Sentral Parkir Lapangan Astina Ubud dan SD 1 Ubud
Berlokasi di pusat pariwisata Ubud, Lapangan Astina merupakan lapangan umum yang dialihfungsikan sebagai lahan parkir. Saat ini, setengah Lapangan Astina disulap menjadi kantong parkir, sedangkan setengah lainnya menjadi lapangan sepak bola.
Proyek ini akan mengubah Lapangan Astina dan SD 1 Ubud menjadi gedung parkir bertingkat. Gedung Lapangan Astina rencananya dibangun menjadi bangunan dua lantai yang dapat menampung 968 sepeda motor dan 1992 mobil. Sementara, Gedung SD 1 Ubud dapat menampung 382 motor dan 96 mobil. Area yang dikembangkan seluas 1 hektar dengan nilai investasi hampir Rp380 miliar.
Kawasan Industri Terpadu 6.0
Tak hanya Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana juga menjadi sasaran investasi Pemprov Bali. Kawasan Industri Terpadu ini akan menjadi zona ramah lingkungan yang menampung perakitan kendaraan listrik, stasiun pengisian daya, pembangkit energi terbarukan, logistik, dan energi bersih lainnya.
Dalam laman resmi PIKBS, salah satu sektor yang akan berkembang secara signifikan dari pembangunan ini adalah sektor komersial dan real estate. Di kawasan ini juga akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).
Total area yang akan dikembangkan adalah 101 hektar setara dengan 144 lapangan sepak bola. Sementara, nilai investasinya diperkirakan hampir mencapai Rp600 miliar.
Taman Kerthi Bali Semesta
Kabupaten Jembrana lagi-lagi dilirik sebagai proyek potensial. Kali ini, lokasinya berada di Pekutatan dengan luas area lebih dari 380 hektar. Taman KBS digadang-gadang menjadi proyek pariwisata internasional.
Beberapa fasilitas yang ditawarkan proyek ini mulai dari area rekreasi, fasilitas olahraga, pusat budaya, lapangan golf dengan vila, pusat kesehatan, ritel mewah, hotel, fasilitas MICE, pusat bisnis digital, area perumahan, dan tempat hiburan.
Kecamatan Pekutatan dikenal dengan kelestarian hutannya dan vegetasi yang masih terjaga. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp11.6 triliun.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Pariwisata Bali
Proyek satu ini tengah berjalan. Lokasinya ada di Jalan Hangtuah, Sanur Denpasar Selatan. Beberapa waktu lalu, KEK Sanur telah diresmikan oleh pemerintah di atas lahan 41.26 hektar.
Salah satu fasilitas yang sudah berdiri adalah Bali International Hospital yang kabarnya menawarkan pelayanan kesehatan berskala internasional. Fasilitas lain yang ada di KEK Sanur antara lain convention center serta klinik yang ada di Beach Hotel dan The Meru Sanur. Perkiraan nilai investasi proyek ini adalah Rp5.5 triliun.
Dari lima proyek tersebut, apa dampaknya bagi warga sekitarnya?
sangkarbet sangkarbet sangkarbet kampungbet kampung bet kampungbet legianbet










