• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Ekowisata Terdekat dari Pintu Gerbang Bali

Osila by Osila
12 May 2013
in Kabar Baru, Lingkungan, Travel
0
3
Indahnya balebengong di Ekowisata Wanasari-Tuban
Indahnya bale bengong di Ekowisata Wanasari, Tuban. Foto Osila.

Pernah tercebak macet saat mau jalan-jalan di Bali?

Kemudian muncul khayalan Anda ingin sekali saat turun dari pesawat dan keluar dari pintu gerbang Bandara Ngurah Rai, jalan kaki 5 menit ke arah timur, selanjutnya menyebrang jalan dan sampailah Anda di sebuah objek wisata yang wah? Saya jamin khayalan Anda segera terwujud.

Saat baru menginjakkan kaki di Bali tentunya para pelancong ingin segera menyatroni tempat-tempat wisata Bali. Tidak mungkin kan baru sampai di Bali sudah langsung balik ke daerah asalnya. Selama ini kita ketahui bahwa objek wisata paling dekat dengan bandara adalah Pantai Kuta dan Nusa Dua. Untuk mencapai tempat tersebut membutuhkan kendaraan baik mobil ataupun motor agar lebih cepat sampai.

Pernah mendengar Tuban Bali? Mungkin dipikiran kita kalau mendengar Tuban Bali identik dengan Bandara Ngurah Rai, yang merupakan pintu gerbang keluar masuknya para penikmat pulau surga ini. Selain bandara, mungkin Anda sering melihat hutan bakau atau mangrove di Tuban. Tentunya kalau dilihat dari atas atau samping saja tidaklah menarik. Bagaimana kalau kita jalan-jalan di tengah hutan mangrove? Coba banyangkan serunya seperti apa.

Setelah menempuh perjalan udara yang jauh, tidak ada salahnya Anda untuk mengunjungi tempat wisata yang mudah dijangkau dari bandara. Sekadar refreshing dan tentunya tidak terkena macet. Bahkan bisa ditempuh dengan hanya jalan kaki kurang lebih 5-6 menit. Bagi sebagian orang mungkin tidak percaya kalau ada objek wisata yang dekat dengan bandara Ngurah Rai apalagi bisa dituju dengan jalan kaki.

Objek wisata apakah itu gerangan? Ekowisata Wanasari adalah jawabannya. Sebuah Ekowisata yang dikelola oleh kelompok Nelayan Wanasari di Desa Tuban.

Para nelayan ini mengelola hutan mangrove menjadi tempat wisata yang benar-benar nyaman, bersih sejuk serta banyak pasiltas yang memanjakan kita. Salah satunya adalah gazebo di tengah laut. Untuk menuju gazebo ini kita akan melewati pos tiket dan parahnya kita cukup membayar hanya Rp 3.000. Sangat murah bukan?

Tapi tempatnya tidak murahan karena setelah melewati post tiket, kita akan berjalan diatas jembatan yang terbuat dari bambu dan kayu. Jembatan ini berada di tengah hutan mangrove dan di antara keramba kepiting milik nelayan Wanasari. Dibayangkan saja sudah menyejukan hati, apalagi langsung datang ke Ekowisata Wanasari ini.

Ramainya pengunjung Ekowisata Wanasari
Ramainya pengunjung Ekowisata Wanasari. Foto Osila.

Ekowisata Wanasari dikembangkan dan dikelola menggunakan konsep ekonomi yang tetap menjaga keseimbangan alam. Artinya nelayan akan menjadi lebih sejahtera dan hutan mangrove tetap terjaga kelestarian. Ini terlihat dari pemilihan bahan yang digunakan untuk pembangunan gazebo dan jembatan. Semuanya menggunakan bahan yang ramah lingkungan yaitu kayu, bukan beton.

Agus Diana selaku sekretaris Kelompok Nelayan Wanasari menuturkan terbentuknya ekowisata Wanasari dilatarbelakangi oleh adanya keinginan untuk menyejahterakan nelayan dengan melestarikan mangrove. Awalnya tempat ini hanyalah tambak kepiting bakau, kemudian tebentuklah ide untuk mengembangkannya menjadi ekowisata.

sunrise di Ekowisata WanaSari
Menikmati matahari terbit di Ekowisata Wana Sari. Foto Osila.

Ke depannya ekowisata Wanasari ini akan terus dikembangkan. Salah satunya akan adanya paket tour, kurang lebih sepuluh paket. Lima paket di antaranya merupakan paket pendidikan tentang mangrove dan budidaya kepiting. Tujuan paket pendidikan adalah untuk menyadarkan warga akan sangat pentingnya hutang mangrove bagi kehidupan manusia. “Untuk menyadarkan warga bahwa hutan mangrove merupakan benteng terluar dan terakhir Bali dari tsunami dan abrasi,” kata Agus Diana.

Selain bisa berekowisata, kita juga bisa mendapatkan banyak ilmu tentang mangrove dan ekologinya di Ekowisata Wanasaari. Semoga liburan di Bali menjadi lebih berkesan setelah mengujungi Ekowisata Wanasari. [b]

Tags: BadungEkowisataTravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Osila

Osila

pengajar matematika yang suka melali, lakar melali? ajak saya ;)

Related Posts

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

9 June 2025
Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

8 September 2024
Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

13 August 2024
Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

1 July 2021
Nobar Pulau Plastik di Fairfield by Marriott Bali Kuta

Nobar Pulau Plastik di Fairfield by Marriott Bali Kuta

27 April 2021
Next Post
Tahura Wanasari, dari Hutan menjadi Rezeki

Tahura Wanasari, dari Hutan menjadi Rezeki

Comments 3

  1. agus diana says:
    13 years ago

    Thanks banget atas tulisan mr.Osila….. thanks alot and plus jempolnya

    Reply
    • OSILA says:
      13 years ago

      sama sama Pak Agus, semoga Ekowisatanya semakin maju..

      Reply
  2. arya says:
    12 years ago

    om swastyasyu,saya tertarik dengan ekowisata wanasari dan ingin menuangkannya dalam penelitian saya,apa saya boleh tau siapa pengelola dari ekowisata wanasari??karena saya ingin mencari beberapa data terkait penulisan saya dalam hal mempromosikan ekowisata wanasari…terima kasih sebelumnya…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

Demokrasi di Ujung Tanduk: Penangkapan Aktivis dan Normalisasi Represi

10 January 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Keresahan dalam Selimut Rust en Orde

9 January 2026
Menelusuri DAS Tukad Badung, Sungai Tengah Kota yang Terbengkalai

Tumpang Tindih Tata Kelola Air di Bali

9 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia