• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 8, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Tahura Wanasari, dari Hutan menjadi Rezeki

Fahry Bakhar by Fahry Bakhar
12 May 2013
in Kabar Baru, Lingkungan, Sosial
0 0
0

Ekowisata Wanasari

Wisata ke hutan bakau, naik perahu atau makan seafood dengan pemandangan pantai. Sangat menarik kan?

Tapi apakah tidak tertarik dengan cerita proses di balik semua itu? Karena mungkin kalian bisa mendapatkan keuntungan ganda, pengalaman wisata sekaligus sejarahnya!

Tulisan Pengembangan Ekowisata & Budidaya Kepiting Bakau di spanduk depan jembatan yang saya lalui sebelumnya ternyata punya banyak cerita menarik.

Mari masuk ke jembatan bambu yang tingginya kurang lebih 2 meter dari permukaan air payau. Pemandangan di sisi kanan adalah pembangunan jalan layang sedangkan di kiri adalah hutan bakau (mangrove). Jembatan dari bambu sepanjang 200 meter ini menuju sebuah bale.

Di bale ini setiap 5 menitnya kita akan mendengar “iklan”, begitu kami, para peserta pelatihan jurnalisme warga “menginap bersama, mengungkap cerita”, menyebutnya. Sumber bising “iklan” ini berasal dari pesawat yang take-off atau landing melalui Bandara Internasional Ngurah Rai.

Jika cukup beruntung dan berada di sini lebih pagi, kalian bahkan bisa melihat nelayan berangkat melaut. Tidak salah ketika seseorang menyebut tempat ini sebagai gerbangnya Bali.

Mengungkap Cerita
Cerita di balik hutan bakau tersebut saya dapatkan selama saya mengikuti Kelas Jurnalisme Warga angkatan ke-17.

Sabtu pagi kemarin, saya datang terlambat ke pelatihan ini. Ketika sampai, saya langsung mengambil posisi mencatat ala jurnalis, mendengarkan cerita yang dibagi Agus Diana, Sekretaris Kelompok Nelayan Wanasari. “Sekarang di kelompok nelayan Wanasari, melaut tidak bisa dijadikan mata pencaharian utama, hanya sekadar hobi,” begitu kalimat yang terdengar ketika kali pertama saya duduk di bale.

Karena itulah, nelayan setempat pun berinisiatif membuat ekowisata hutan bakau. Menurut rencana mereka, ekowisata ini nantinya akan jadi salah satu spot edukasi ekowisata di Taman Hutan Rakyat (Tahura) ini.

“Saat keberadaan tol ini semakin meresahkan, lahir Himpunan Nelayan Teluk Benoa untuk menyatukan visi dan misi kita soal pengelolaan lahan ini,” kata Made Sumasa, Ketua Kelompok Nelayan Wanasari. Menurutnyakonsep Ekowisata Wanasari dilahirkan sebagai salah satu solusi dari masyarakat dan untuk masyarakat.

Selain ada hutan bakau, ternyata tempat ini punya jenis kepiting soka dan bibit kepiting terbaik yang bahkan lebih dicari dibanding kepiting dari Papua. “Potensi ini coba dikelola, saat permintaan pasar begitu tinggi dan produk kita dicari banyak orang. Walaupun dalam kondisi sekarang, kami tetap berusaha menjaga harga terbaik,” ujar Agus Diana.

Menarik saat mendengar para nelayan bercerita tentang visinya untuk mengelola 10 hektar lahan dengan 94 anggota yang saat ini tidak lagi bisa menggantungkan hidupnya 100 persen dari penghasilan menjadi nelayan.

Banyak proses adaptasi yang dilaluinya. Dulu saat kebijakan konservasi belum dibuat, mereka mencari batu laut untuk diolah menjadi kapur tulis. Setelah itu mereka lalu jadi nelayan daerah bakau. Saat ini, mereka belajar membangun dan mengelola konsep ekowisata mangrove dan budidaya kepiting bakau.

Wanasari punya pemimpin dan kelompok nelayan tangguh. Mereka selalu mencoba beradaptasi dengan alam, mencari peluang-peluang mata pencaharian baru tanpa harus pergi jauh dari lingkungan hidupnya. Dari tempat indah di dekat metropolitan kota Denpasar ini, semangat tidak mudah putus asa harusnya bisa menjadi inspirasi lebih banyak orang di pinggiran lain, di kota lain. Bahwa harapan itu selalu ada jika kita mau mengumpulkan lebih banyak informasi dan belajar berpikir lebih maju.

Menjadi seperti Kelompok Nelayan yang mempertahankan hutan (mangrove) sebagai sumber rezeki, mereka disebut Wanasari yang berasal dari kata wana (hutan) dan sari (rezeki). [b]

Tags: BadungEkowisataTravelWisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fahry Bakhar

Fahry Bakhar

kamu sudah membaca sejarah, mari sekarang menulis sejarah, buat setiap 'alkisah" bertemu "akhirnya'.

Related Posts

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

A Day in My Life, 140.000 untuk Segelas Keringat Pekerja Harian

9 June 2025
Melestarikan Tapel Ngandong, Kesenian Unik dari Desa Les Lewat Akses Digital

Kesenian yang Terancam Hilang di Desa Wisata Les

3 January 2025
Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap Berkolaborasi dengan Teknologi?

8 September 2024
Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

Hibah itu Dana Publik, Digunakan sebagai Modal Pilgub?

13 August 2024
Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

Menilik Hotel Ramah Lingkungan Mana Earthly Paradise

1 July 2021
Next Post
Mengolah Buah Bakau agar Membawa Berkah

Mengolah Buah Bakau agar Membawa Berkah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Beternak Babi untuk Menyelamatkan Puluhan Anjing Telantar dan Sakit

Beternak Babi untuk Menyelamatkan Puluhan Anjing Telantar dan Sakit

7 December 2025
Pusat Pariwisata Global dengan Transportasi Publik Layak

Pusat Pariwisata Global dengan Transportasi Publik Layak

6 December 2025
“Bapak, wait for me…wait for me..!”

Ekonomi Regeneratif: Solusi Kelelahan Ekologis dan Peta Jalan Baru Bali

5 December 2025
Pernak Piknik: Cara Anak Muda Bali Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Pernak Piknik: Cara Anak Muda Bali Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

4 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia