• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Hand Lettering, Seni Merangkai Pesan dengan Keindahan

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
3 April 2018
in Berita Utama, Ilustrasi
0
1
Hand Lettering oleh Lugu Gumilar bertema No Neuus Without U. Foto Anton Muhajir.

Ada pesan dan suasana baru di kantor kami.

Sejak akhir Februari, dinding ruang kelas kami berisi warna-warni tulisan besar “NO NEUUS WITHOUT U” dan “Yang hanya terucap akan menguap. Yang tercatat akan selalu diingat.”. Melalui dua tulisan itu, kami ingin menyampaikan pesannya kita menulis.

Tak sekadar kalimat dan jargon, tulisan itu juga tergambar indah di dinding putih ruang tempat kami biasa mengadakan diskusi, pelatihan, atau menerima tamu itu. Tulisan berwarna merah dan hitam itu serupa kaligrafi, dengan permainan jenis font dan warna huruf.

Untuk membuat hand lettering, istilah menggambar kalimat indah dalam tampilan dan pesan berbentuk serupa kaligrafi itu, kami bekerja sama dengan Lugu Gumilar. Pecinta kopi ini memang salah satu pembuat hand lettering, yang dalam bahasa Indonesia mungkin bisa diterjemahkan sebagai seni menulis dengan tangan.

Meskipun sangat mirip, kaligrafi dan hand lettering ada bedanya.

Perbedaan hand lettering dengan kaligrafi ada di teknik. Keduanya sama-sama seni menulis indah, tetapi kaligrafi lebih identik menggunakan pena dengan tinta dan menghasilkan huruf dengan tebal-tipis yang bervariasi. Skala kaligrafi juga lebih kecil.

Adapun hand lettering lebih bebas menggunakan pena, kuas, atau apa saja untuk menulis huruf dengan lebih beragam. Skala hand lettering bisa lebih besar, mulai di kertas sampai di tembok.

Media sosial turut mempengaruhi popularitas hand lettering di Indonesia, termasuk Bali. Lugu mengatakan, sejak 2014 mulai banyak penggiat lettering dan kaligrafi yang meramaikan karya di sosial media. Hal ini didukung dengan kesan manual atau analog yang unik dan menarik.

Komunitas penggiat hand lettering di Indonesia pun bermunculan, seperti Kaligrafina dan Belmen (Belajar Menulis). “Di Bali, saya sempat bertemu dengan teman-teman Baligrafi yang giat bertukar informasi dan berkarya bersama,” ujar Lugu.

Lugu Gumilar saat membuat teks di BaleBengong. Foto Anton Muhajir.

Lebih Unik

Sebagai sebuah hobi, atau bahan pekerjaan baru, hand lettering memiliki keunikan tersendiri. “Mungkin karena hand lettering identik dengan handmade atau berkarya secara analog, membuat tulisan dengan tangan. “Jadi lebih unik dan spesial,” lanjut Lugu.

Meskipun demikian, di kalangan penggiat hand lettering, tidak ada batasan kriteria bagus atau tidak. Seiring latihan dan ketekunan, sebuah karya hand lettering bisa semakin bagus dari karya sebelumnya.

Biasanya, karya hand lettering dibedakan dari penggunaan alat, gaya menulis, dan dekorasi yang digunakan.

Lugu sendiri memulai hobi baru ini sejak 2011 karena dia memang senang dengan permainan font (tipografi) untuk kebutuhan desain grafis. Dari sana, dia makin menemukan keasyikan hingga kemudian sejak 2015 makin sering berkarya dengan hand lettering.

“Rasa senang, kepuasan, dan kemudahan menyampaikan pesan (untuk karya mural) menjadi alasan utama akhirnya saya menjadikan ini sebagai pekerjaan,” ujarnya.

Dalam karya-karyanya, Lugu mengaku menggunakan banyak referensi. Biasanya tergantung tema atau konsep yang diminta klien. Media sosial Instagram menjadi salah satu tempatnya mencari referensi sekaligus mempromosikan karya.

https://www.instagram.com/p/Bf7Usg2HJEu/?taken-by=lugugumilar

Beberapa yang menginspirasi, di Indonesia ada Erwin Indrawan, Jamal M. Azis, dan kawan-kawan. Di Luar negeri ada Lauren Hom, Jon Contino, dan masih banyak lagi.

Dalam karya-karyanya, Lugu lebih suka berkarya sesuai tema, tapi beberapa karyanya juga banyak menggunakan kombinasi huruf block dan handwriting yang jika bisa menjadi sebuah ciri khas. “Mungkin ini yang saya tonjolkan,” katanya.

Sejak menggeluti hand lettering sebagai pekerjaan, Lugu sering mendapat pesanan. Mulai dari lingkaran pertemanan, pergaulan, lalu ke pelanggan-pelanggan baru.

Karyanya pun tersebar dari sketchbook, papan tulis, mural di rumah, kantor sampai kafe. Proyek paling berkesan baginya adalah ketika dia mengerjakan proyek di kedai kopi. Dari mural, papan menu sampai visual identity dia kerjakan semua.

“Berkesan karena lebih bisa mengontrol tema dan leluasa dalam hal waktu pengerjaannya,” kata Lugu.

Kini, Lugu dan istrinya yang juga desainer interior dan arsitek, Nadjma Achmad, sedang memulai Kalih Studio. “Kami ingin menjadikan mural (hand-lettering) dan interior menjadi satu paket pekerjaan yang kami tawarkan,” katanya. [b]

Tags: advertorialKomunitasSeni
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

Di Balik Panggung Seni: Cerita Diskriminasi dan Perjuangan Pekerja Ragam Gender di Ekosistem Kreatif

19 December 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Aksi Bali Mengkritisi Kebijakan Bias Gender dan Tolak RUU TNI

Gerakan Kesadaran Neurodiversitas untuk Keberagaman dan Melawan Stigma

21 June 2025
Melestarikan Tapel Ngandong, Kesenian Unik dari Desa Les Lewat Akses Digital

Kesenian yang Terancam Hilang di Desa Wisata Les

3 January 2025
Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

Gemuruh di Bali Utara: Hulutara, Irama Utara, Beluluk (Bagian 1)

4 September 2023
Sang Gunung Menyerahkan Jejaknya ke Laut, Alternatif Pengarsipan Sejarah

Sang Gunung Menyerahkan Jejaknya ke Laut, Alternatif Pengarsipan Sejarah

22 August 2023
Next Post
Made Indra-Afi dalam Kenangan dan Karya Terakhirnya

Made Indra-Afi dalam Kenangan dan Karya Terakhirnya

Comments 1

  1. Lugu Gumilar says:
    8 years ago

    Terima kasih atas kesempatannya BaleBengong!

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia