• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Gom[BALI]sasi: Ketika Foto jadi Alat Kritik

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
18 November 2013
in Berita Utama, Budaya, Kabar Baru
0
0

gombalisasi01

Tak ada foto-foto Bali moi.

Sebaliknya, foto-foto yang dipamerkan justru menerabas batas antara foto dan seni lukis, antara karya seni dan sikap kritis, antara keindahan sekaligus keprihatinan.

Sebanyak 12 fotografer Bali menyampaikan anomali sejumlah peristiwa atau wacana di Bali tersebut melalui foto art yang direproduksi dalam aneka media alternatif. Sejumlah isu aktual yang direspon misalnya tentang sampah, media massa, parade budaya, dan kemiskinan.

Keunikan tampak dari sisi pemajangan karya yang terkesan tidak lazim layaknya pameran fotografi biasa. Pameran foto biasanya dilakukan dengan memajang foto di bingkai lalu menggantungnya di dinding. Namun, dalam pameran bertajuk “gom[BALI]sasi” ini beberapa fotografer mengombinasikan beragam media sebagai tempat pemajangan foto seperti meja, toples, dan benda-benda menarik lainnya.

gombalisasi04

I Putu Dudyk Arya Putra misalnya menggunakan mix media seperti meja kayu untuk mempresentasikan idenya yang berjudul “Menu Sehari-Hari.” Ia memotret aneka handphone yang dipasang dalam meja makan. Layaknya menu makanan, ia menyebut manusia kini adalah homo digital. “Ini menu sehari-hari kita saat ini, alat canggih dengan sejuta kegombalan,” katanya dalam pengantar karya.

Handphone menurutnya menu yg harus tersedia. Tindakan dan pikiran sudah ketergantungan pada handphone. Ruang sosial tergantikan dengan ruang virtual, efeknya kurang peka pada sesama.

Sementara fotografer lain, Rama Dinata merekam potret kemiskinan dalam kaleng kerupuk. Media ini menurutnya sebagai wadah estetis untuk memperlihatkan sudut terpinggirkan di era modernisasi. Ada sosok tuna wisma tidur dengan latar tembok berisi tulisan mural “Cintailah aku agar aku bisa hidup,” ungkap Rama. Ada lagi perempuan tuna wisma tidur tanpa baju dengan payudara kelihatan.

Karya lain Rama adalah foto kombinasi seni instalasi mengenai ekploitasi tindakan kriminalitas yang vulgar di media massa.

gombalisasi03

Setengah Telanjang
Sementara itu isu sampah plastik di Bali dipresesentasikan Agung Wijaya dengan foto montase, seorang perempuan model setengah telanjang tidur di atas tumpukan sampah plastik. Ia memberi judul karyanya Tenggelamnya Ibu Pertiwi. Ketika tanah sudah tertutup plastik yang sulit terurai.

Salah satu pojok unik lainnya adalah karya berjudul Lawar penyu oleh I Made Bayu Pramana. Di sebuah meja terhampar perangkat membuat lawar seperti pisau besar, talenan, dan baskom besar untuk mengaduk makanan tradisional Bali ini. Dalam baskom ada foto penyu. Juga ada belasan foto ukuran kecil lain tentang proses pembuatan lawar penyu di Bali untuk konsumsi atau ritual keagamaan.

gombalisasi02

Bayu berasumsi semakin dilindungi penyu, semakin besar peluang para saudagar mendapat rejeki dari perdagangan ilegal penyu. Di sisi lain, pelarangan konsumsi penyu juga mengancam eksistensi kegiatan nglawar di banjar-banjar.

Pameran ini diadakan oleh komunitas fotografer Photomorphosis, sebagian adalah alumni jurusan fotografi Institut Seni Indonesia Denpasar. Kelompok ini dimotori Made Roberto, Bayu Pramana, Dudyk Arya Putra, Putu kadiana, Yogi Antari, Agung Wijaya, Dewa Purnama Yasa, Rama Dinata, Agus Hendra Kusuma, Arie Budiyana, Agung Parama (Wahdunk), Agung Wijaya Utama (Gung Ama) dan Kadek Puriartha.

Mereka mencoba lepas dari kesan visual karya fotografi konvensional, yang hanya digantung di dinding dan hanya menampilkan eksotika alam atau manusia didalamnya saja.

Pameran ini dihelat pada 16 – 23 November di Lingkar Art Space, Jalan Gatot Subroto Timur no 207, Denpasar Timur (area Liquid Car Wash).

Selain pameran, mereka juga melakukan bedah karya 20 November lalu. Saat penutupan pameran 23 November nanti, akan ditampilkan pula beberapa karya film indie anak muda Bali bersama Rai Pendet dkk.[b]

Tags: DenpasarFotografiKomunitasPameran
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

Sidang Perdana Aktivis karena Konten Medsos

26 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Next Post
Menyulap Batok Kelapa Menjadi Briket

Menyulap Batok Kelapa Menjadi Briket

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

13 May 2026
Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

12 May 2026
Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

11 May 2026
Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

10 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia