• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Gerilya Arsitektur Errik Irwan Wibowo

Riri Prabandari by Riri Prabandari
30 June 2011
in Agenda, Kabar Baru, Sosok
0
0
Komik juga menjadi sarana dalam perang informasi persepsi gerilya arsitektur. Ilustrasin AUB3

Kawula muda yang belum menjadi siapa-siapa sesungguhnya selalu bersiasat untuk bertahan dalam kerasnya kehidupan. Untuk tujuan kehidupan lebih baik, seringkali mereka harus melawan arus lebih besar. Bagi Errik, upaya-upaya bersiasat oleh mereka yang belum menjadi siapa-siapa itulah yang ia sebut “gerilya”.

Sentuhan abad ke-21 memberi warna gerak gerilya berbeda dari zaman sebelumnya. Gerilya abad 21 langsung menyentuh aspek pikiran dan pembentukan persepsi. Ia bermain pada ranah ’propaganda’ yang amat dibantu penyebarannya oleh kecanggihan teknologi informasi. Media penyebarannya dapat melalui musik, fotograsi, film/video, tulisan dan juga komik.

Pikiran serta persepsi menentukan apa yang akan manusia lakukan dan bagaimana arsitektur akan berupa. Ketika ‘arsitektur’ sendiri belum mampu berbicara atas persoalan, maka komik menjadi media tepat bagi Errik untuk ‘berbicara’. Dalam pelarian ini pikiran dan tangan mendapat otonomi, bahkan hak subjektif. Pikiran mengolah ide, gagasan, pergulatan batin lalu tangan mengeksekusi melalui goresan dan arsiran.

Errik melalui komiknya mencoba berbicara tentang masa kuliah di Jurusan Arsitektur Unika Soegijapranata Semarang dan masa kehidupan dunia kerja arsitektur dengan latar dinamika Bali. Pada akhirnya komik berbicara akan suatu hal menyenangkan, humor, menghibur, meskipun ada kesedihan dan keprihatinan di baliknya. Tapi bukankah kemampuan menertawakan kehidupan ini merupakan suatu pencapaian spiritualitas juga?

Semuanya hadir mengalir begitu saja. Bagi Errik, komik telah menjadi suatu sampul cerita besar dalam prosesnya berarsitektur. Komik juga telah menjadi sarana dalam perang informasi-persepsi. Senjata dalam ‘gerilya-arsitektur’.

Sebuah pameran akan menampilkan komik arsitektur karya Errik mendampingi presentasinya dalam Architects Under Big 3 #15 pada Jumat, 1 Juli 2011 pukul 7 malam di Danes Art Veranda. Pameran berlangsung sampai dengan 2 Juli 2011.

Errik Irwan Wibowo lahir di Merauke, 21 Februari, 1986 ini. Dia melalui masa mudanya di beberapa kota di Indonesia. Semasa sekolah sampai sekarang Errik aktif berkegiatan organisasi dan aktif di beberapa komunitas. Saat ini Errik bekerja di Bensley Design Studios. Errik meraih beberapa penghargaan sketsa terbaik melalui kompetisi yang diikutinya.

Pada tahun 2009, Errik meraih penghargaan untuk tulisan terbaik Kompetisi Menulis Gagasan ’fresh graduate’ oleh Bensley Design Studios Bali dengan judul ’Perang Arsitektur’. Di waktu luangnya Errik menyempatkan hobi membuat dan mempublikasikan ilustrasi, kartun dan juga komik secara mandiri. Dia akan menjadi presenter pada Architects Under Big 3 #15. [b]

Tags: AgendaArsitekturDenpasarDiskusiSosok
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Riri Prabandari

Riri Prabandari

Mulanya seni sebagai hobi, kemudian jatuh cinta sedalam-dalamnya sehingga memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Setelah berhasil lulus sampai sekarang masih setia di jalurnya dengan bekecimpung di lahan manajemen seni dan budaya.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Jajan Asik dan Murah di Pasar Badung

Renovasi Pasar Tradisional Bali: Identitas yang Terkubur di Balik Keseragaman Desain

22 August 2025
Next Post
Nang Lecir Melawan Golliath

Nang Lecir Melawan Golliath

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

4 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia