• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, August 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Gang Sempit Berkelok di Balik Popularitas Ubud

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
30 October 2016
in Kabar Baru
0
0
Jalan sempit dan berkelok-kelok menjadi sisi lain dari popularitas Ubud. Foto Santana Ja Dewa.
Jalan sempit dan berkelok-kelok menjadi sisi lain dari popularitas Ubud. Foto Santana Ja Dewa.

Siapa tidak mengenal Ubud sebagai destinasi wisata? 

Dia menjadi andalan pariwisata Bali setelah Kuta, Sanur dan Nusa Dua. Sejak dulu Ubud menarik sejumlah kalangan khusunya perupa Eropa berdatangan. Sebut saja Mario Banco, Walter Speis, Johan R Bonet, dan lain-lain.

Mereka melihat keunikan Ubud serta mendedikasikan hidupnya tinggal di Bali hingga mehembuskan napas terakhir.

Aura Ubud menjadi magnet wisatawan berdatangan mennjelajah keindahan panorama serta budaya kental nuansa Bali. Selain itu, Ubud sebagai setral kerajinan seni.

Namun, perkembangan dahsyat pariwisata Ubud yang tidak dimbangi dengan akses jalanan kecil sehingga menimbulkan macet sudah bukan barang baru lagi.

Even besar sering digelar di Ubud seperti festival musik jazz hingga kegiatan paling menggemparkan dunia yakni Ubud Writers and Reader Festival di mana para penulis top dunia datang menghadari acara tersebut. Even tersebut memberi warna dan roh destinasi Ubud di kancah luar negeri.

Namun, di balik nama besarnya, Ubud juga punya sisi lain yang belum banyak diketahui.

Sisi lain itu berupa jalan kecil parahnya akses ke rumah penduduk bahkan akomodasi penunjang pariwisata menyusuri gang kecil. Gang berkelok-kelok jika kendaraan lawan arah mengakes gang kudu berhati-hati. Setelah masuk lebih dalam lagi disambut hamparan sawah nan hijau membasuh gejolak amarah.

Akses pengangkutan barang atau material saat membangun persis kendaraan roda empat tidak bisa masuk. Solusinya hanya angkutan kendaraan roda dua yang bisa memecah kebuntuan.

Jalan yang sempit membuat susah warga untuk mengangkut barang di Ubud. Foto Santana Ja Dewa.
Jalan yang sempit membuat susah warga untuk mengangkut barang di Ubud. Foto Santana Ja Dewa.

Pande Nyoman Sweta warga rantuan Nusa Penida yang puluhan tahun menetap di Ubud mengatakan, jalan menuju rumah dan penginapan terkendala gang yang sempit. Jika membawa barang mengandalkan kendaraan roda dua. Dia biasanya menggunakan jasa ojek mengantarkan barangnya menuju rumah sekaligus penginapan.

Ia sangat terbantu dengan adanya objek jasa pengangkut barang. “Mau gimana lagi, gang sempit begini terpaksa harus pake jasa ojek,” keluhnya. Terlihat depan gang tumpukan material bangunan berupa pasir dikemas kedalam karung untuk diangkut menggunakan kendaraan roda dua. [b]

Tags: Citizen Journalism AwardSosialUbud
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pewarta warga. Lahir dan besar di Nusa Penida, Bali bagian tenggara. Senang menulis dan bercerita. Juga sering berkelana ke mana-mana.

Related Posts

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

Sakit Hati dan Getir Setelah Pesta Babi

17 May 2026
Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

Membaca di Ruang Publik jadi Aktivitas Sosial

15 May 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Siapkah Nyepi Digital?

Siapkah Nyepi Digital?

23 March 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026
Next Post
Antologi Puisi Wajah Klungkung dalam Sastra

Antologi Puisi Wajah Klungkung dalam Sastra

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

25 August 2026
Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

25 August 2026

Permasalahan Penanggulangan Sampah Plastik di Desa Wisata

24 August 2026
Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

23 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia