• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Gang Sempit Berkelok di Balik Popularitas Ubud

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
30 October 2016
in Kabar Baru
0
0
Jalan sempit dan berkelok-kelok menjadi sisi lain dari popularitas Ubud. Foto Santana Ja Dewa.
Jalan sempit dan berkelok-kelok menjadi sisi lain dari popularitas Ubud. Foto Santana Ja Dewa.

Siapa tidak mengenal Ubud sebagai destinasi wisata? 

Dia menjadi andalan pariwisata Bali setelah Kuta, Sanur dan Nusa Dua. Sejak dulu Ubud menarik sejumlah kalangan khusunya perupa Eropa berdatangan. Sebut saja Mario Banco, Walter Speis, Johan R Bonet, dan lain-lain.

Mereka melihat keunikan Ubud serta mendedikasikan hidupnya tinggal di Bali hingga mehembuskan napas terakhir.

Aura Ubud menjadi magnet wisatawan berdatangan mennjelajah keindahan panorama serta budaya kental nuansa Bali. Selain itu, Ubud sebagai setral kerajinan seni.

Namun, perkembangan dahsyat pariwisata Ubud yang tidak dimbangi dengan akses jalanan kecil sehingga menimbulkan macet sudah bukan barang baru lagi.

Even besar sering digelar di Ubud seperti festival musik jazz hingga kegiatan paling menggemparkan dunia yakni Ubud Writers and Reader Festival di mana para penulis top dunia datang menghadari acara tersebut. Even tersebut memberi warna dan roh destinasi Ubud di kancah luar negeri.

Namun, di balik nama besarnya, Ubud juga punya sisi lain yang belum banyak diketahui.

Sisi lain itu berupa jalan kecil parahnya akses ke rumah penduduk bahkan akomodasi penunjang pariwisata menyusuri gang kecil. Gang berkelok-kelok jika kendaraan lawan arah mengakes gang kudu berhati-hati. Setelah masuk lebih dalam lagi disambut hamparan sawah nan hijau membasuh gejolak amarah.

Akses pengangkutan barang atau material saat membangun persis kendaraan roda empat tidak bisa masuk. Solusinya hanya angkutan kendaraan roda dua yang bisa memecah kebuntuan.

Jalan yang sempit membuat susah warga untuk mengangkut barang di Ubud. Foto Santana Ja Dewa.
Jalan yang sempit membuat susah warga untuk mengangkut barang di Ubud. Foto Santana Ja Dewa.

Pande Nyoman Sweta warga rantuan Nusa Penida yang puluhan tahun menetap di Ubud mengatakan, jalan menuju rumah dan penginapan terkendala gang yang sempit. Jika membawa barang mengandalkan kendaraan roda dua. Dia biasanya menggunakan jasa ojek mengantarkan barangnya menuju rumah sekaligus penginapan.

Ia sangat terbantu dengan adanya objek jasa pengangkut barang. “Mau gimana lagi, gang sempit begini terpaksa harus pake jasa ojek,” keluhnya. Terlihat depan gang tumpukan material bangunan berupa pasir dikemas kedalam karung untuk diangkut menggunakan kendaraan roda dua. [b]

Tags: Citizen Journalism AwardSosialUbud
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pewarta warga. Lahir dan besar di Nusa Penida, Bali bagian tenggara. Senang menulis dan bercerita. Juga sering berkelana ke mana-mana.

Related Posts

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

Kearifan Lokal di Tengah Arus Global di UWRF 2025

22 October 2025
Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

Kata Warga Ubud tentang Kemacetan dan Fasilitas Publik

3 October 2025
Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur dan Ubud

19 September 2025
Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

Mengharapkan Perubahan Ubud dari Warga dan Pemerintah

15 September 2025
Next Post
Antologi Puisi Wajah Klungkung dalam Sastra

Antologi Puisi Wajah Klungkung dalam Sastra

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

Pelestarian Nyoman dan Ketut VS Otonomi dan Hak Reproduksi dalam Kebijakan KB Krama Bali

5 March 2026
Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

Setahun Koster – Giri: Lebih dari 70 Regulasi Baru, Pusat Kebudayaan Bali, dan Teror Sampah

4 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia