• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Buku

Antologi Puisi Wajah Klungkung dalam Sastra

Ahmad Muzakky by Ahmad Muzakky
31 October 2016
in Buku, Kabar Baru
0
0
Suasana peluncuran buku Antologi Puisi Klungkung.
Suasana peluncuran buku Antologi Puisi Klungkung. Foto Ahmad Muzakky.

Museum Nyoman Gunarsa, Klungkung terlihat ramai. 

Beberapa pejabat publik, tokoh kesusastraan dan penyair hadir Jumat malam lalu. Mereka menjadi saksi peluncuran antologi puisi Klungkung: Tanah Tua Tanah Cinta. Acara ini untuk merayakan 88 tahun Sumpah Pemuda.

April Artison, ketua panitia penyelenggara dalam sambutannya mengatakan Klungkung dipilih menjadi tema dalam acara ini untuk mengingatkan bahwa wilayah terpencil di Bali ini memiliki sejarah peradaban sangat panjang yang diwarisi hingga kini.

Peradaban Klungkung yang memilliki nilai sejarah tersebut antara lain Puri Agung Klungkung, Kerthagosa, Kusamba, kampung muslim Gelgel, dan masih banyak lagi.

“Informasi-informasi mengenai Klungkung dengan mudah didapatkan melalui beragai sumber. Namun, bagi kami, melalui puisi adalah cara berkomunikasi yang paling intim menyuarakan Klungkung,” tambah April.

Judul buku antologi puisi ini diadopsi dari judul salah satu puisi yang lolos seleksi, “Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta”. Puisi ini ditulis oleh Wayan Mustika yang berprofesi sebagai dokter umum.

…
Aku hanyalah tanah tua
Tapi aku masih berkalung cinta
Menanti mata hatimu melirik pulang
Ke rumah tua

Bukan hanya karena upacara
Bukan hanya demi doa
Bukan hanya karena takut bhisama
Tapi karena aku adalah tanah tua
Tempat para raja pernah dipuja
Dan leluruh tua duduk bicara

Pulanglah anak-anakku
Pulang
…

Buku Antologi Puisi Klungkung. Foto Ahmad Muzakky.
Buku Antologi Puisi Klungkung. Foto Ahmad Muzakky.

Di Bali, acara seperti ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terbit dua buku antologi puisi yang berbicara tentang Denpasar dan Buleleng sebagai wilayah eksplorasi puitik.
“Meskipun demikian sambutan yang datang dari penyair cukup banyak,” ujar Gede Artawan selaku tim kurator puisi.

Ada 450-an puisi dari 240-an peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang telah diterima oleh kurator. Bahkan ada yang mengirim dari Malasyia, Thailand, Hongkong, dan Singapura.
Tim kurator yang terdiri dari Gede Artawan, Dewa Putu Sahadewa, Wayan Jengki Sunarta, kemudian menentukan seratus puisi yang lolos seleksi.

Puisi-puisi yang dimuat adalam antologi tersebut berbicara tentang bebagai macam hal berkaitan dengan Klungkung. Mulai dari peristiwa puputan, keelokan alam Nusa Penida, wayang kamasan, hingga petani garam.

Tak hanya itu, beberapa puisi juga menganduk kritik. Misalnya, salah satu puisi yang berjudul “Kung-Klungkung” yang ditulis Achmad Fathoni, mahasiswa Universitas Negeri Malang.

…
Kung,
kapan daun-daun akan jatuh lagi di tanahmu
Sudah sejak berabad-abad lalu
Tak ada lagi daun kering jatuh di tanahmu itu

Sudahkah kau periksa kembali jalanan lawas itu?
Apa aspalnya masih bolong?
Atau sudah diganti dengan paving merah
seperti yang sudah ada di jalan lain?
…

Tags: BukuKlungkungSastra
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ahmad Muzakky

Ahmad Muzakky

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.

Related Posts

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Gumi Serombotan: Industri Kain Tradisional Melaju, Anak Mudanya Berlayar

Gumi Serombotan: Industri Kain Tradisional Melaju, Anak Mudanya Berlayar

12 June 2025
There Is ‘Book’ in ‘Bukit’: Library Movement from Jimbaran

There Is ‘Book’ in ‘Bukit’: Library Movement from Jimbaran

28 May 2025
Ditekan Hingga Tandatangani Surat Damai, Korban Penyiksaan Buser Polres Klungkung Pastikan Tidak Cabut Laporan

Ditekan Hingga Tandatangani Surat Damai, Korban Penyiksaan Buser Polres Klungkung Pastikan Tidak Cabut Laporan

10 July 2024
Menanam Pohon di Bukit agar Air tak Lagi Sulit

Menanam Pohon di Bukit agar Air tak Lagi Sulit

11 April 2021
Lentera Peradaban: Gerakan Kecil di Tengah Gemerlap Kota Denpasar

Lentera Peradaban: Gerakan Kecil di Tengah Gemerlap Kota Denpasar

1 February 2021
Next Post
Paradigma Sosial di Tanah Surga

Paradigma Sosial di Tanah Surga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

8 May 2026
Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia