• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Galungan Sunyi di Pulau Menjangan

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
14 October 2009
in Kabar Baru
0
4

Teks dan Foto Luh De Suriyani

Dua ekor rusa (cervus timorensi) atau menjangan sedang berdiri dengan tenang di dalam Pura Taman Kelenting Sari, Pulau Menjangan, Buleleng, Rabu (14/10). Dua rusa jantan sebesar kuda poni ini seperti penjaga pura. Tanduknya tinggi dan kokoh. Mereka adalah tuan rumah di pulau ini.

Para rusa hanya mengamati ketika sejumlah pengunjung menaruh sesajen di tugu-tugu persembahan, menghidupkan dupa, sampai memulai persembahyangan di Hari Raya Galungan itu. Kehadiran kedua rusa liar ini membuat pengunjung pura terhibur.

“Mereka penjaga pulau ini. Kita harus menghormatinya,” ujar Ni Nengah Ariani, salah satu warga Denpasar. Ariani memberikan buah-buahan dari sesajen usai persembahyangan. Kedua rusa melahap buah-buahan itu dengan cepat.

Selain Pura Taman, ada sejumlah pura besar lainnya yang dikunjungi rombongan Ariani. Ada jalan setapak yang memandu pengunjung ke deretan pura-pura dan tempat pemujaan di pulau ini. Misalnya Pesraman Kebo Iwa, Pendopo Agung Dalem Patih Gadjah Mada, dan Pura Segara Giri.

Selain Ariani, ada sejumlah rombongan yang berpakaian adat lainnya. Di sepanjang jalan setapak pohon-pohon mengering, tanah berwarna cokelat dan sangat keras. Hanya burung camar di pesisir laut yang menemani perjalanan pengunjung.

Penjaga pura mengatakan sudah enam bulan ini Pulau Menjangan kering tanpa setitik pun hujan. Berbeda dengan sejumlah tempat di Pulau Bali, yang berjarak sekitar 30 menit menggunakan perahu bermotor sebelah timurnya. Beberapa kali Denpasar hujan deras namun cepat berganti dengan panas terik.

“Beberapa rusa menyeberang lautan ke Pulau Bali karena tanaman kering dan rusa sulit mendapat makanan disini,” ujar Jero Mangku Gede Sarjana, salah seorang pengelola pura yang berjaga hampir tiap hari di Pulau Menjangan. Ia mengatakan ada sekitar 80 ekor rusa yang bertahan hidup di pulau saat ini.

Sarjana harus bolak-balik menyeberang tiap hari karena ditunjuk melakukan pemujaan di Pura Segara Giri, Pulau Menjangan. Ia tinggal di Desa Sumber Klampok, yang dekat dengan Menjangan.

Sarjana hanya menginap di pura jika ada upacara besar selama berhari-hari. “Tidak boleh ada yang tinggal dan membuat rumah di pulau ini,” katanya. Pulau Menjangan memang termasuk teritori Taman Nasional Bali Barat (TNBB), hutan lindung yang dikelola negara.

Hingga kini, Pulau Menjangan masih terlindungi dari pihak yang ingin membuat fasilitas wisata. Berbeda dengan daratan daerah TNBB lain yang tak bisa steril dari rambahan investor pariwisata.

Sarjana ingin Menjangan tetap steril dari penduduk, perumahan, pondok wisata, atau warung-warung makanan. “Biarkan hanya rusa yang hidup tenang disini. Jangan diganggu dengan kegiatan manusia kecuali persembahyangan,” pintanya.

Sementara I Wayan Yasa, warga adat yang menjadi sopir perahu motor mengatakan desa adat kerap memonitor pulau dan perairan Pulau Menjangan . “Pecalang (personil keamanan adat) beberapa kali patroli laut untuk memonitor perairan dan Pulau Menjangan. Desa adat yang harus aktif menjaga lingkungan,” katanya.

Yasa mengaku pernah ikut patroli. Desa Adat Sumber Klampok yang mengelola Taman Wisata Labuan Lalang, lokasi penyeberangan ke Menjangan. Petugas kemanan adat juga melakukan patroli untuk mencegah pengebom ikan dan karang yang mengancam ekosistem laut.

Pulau Menjangan adalah salah satu dari beberapa pulau kecil yang termasuk Provinsi Bali. Lainnya adalah Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan Pulau Serangan yang kini sudah menyatu dengan daratan karena direklamasi.

Luasnya sekitar 6000 hektar. Karena steril dari aktivitas manusia, perairan Menjangan relatif bersih dari limbah, sehingga karang-karang terlihat di dasar laut dangkal demikian juga ikan-ikan hias.

Tak heran beberapa rombongan turis yang menyelam atau snorkeling sangat mudah dijumpai di beberapa titik. Mereka menggunakan jasa perahu-perahu bermotor yang dikelola desa adat.

Labuan Lalang di Taman Nasional Bali Barat dapat dicapai baik dari Kota Denpasar maupun dari Pelabuhan Gilimanuk. Dari Denpasar melalui Tabanan jaraknya sekitar 135 kilometer. Sementara dari Gilimanuk sekitar 15 kilometer. [b]

Tags: AgamaBudayaBulelengPulau MenjanganTravel
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

Sekolah untuk Siapa? Ilusi Meritokrasi dalam Pendidikan Indonesia

14 May 2026
Ruang Healing di Pesisir yang Berubah

Mendamaikan Nyepi dan Takbiran di Bali 2026

16 March 2026

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Langkah Tertatih Penyandang Disabilitas di Taman Kota Singaraja

Langkah Tertatih Penyandang Disabilitas di Taman Kota Singaraja

24 June 2025
Next Post
Bersembahyang Sambil Jalan-jalan ke Menjangan

Bersembahyang Sambil Jalan-jalan ke Menjangan

Comments 4

  1. wira says:
    17 years ago

    belum pernah kesana, mudah2an suatu saat nanti bisa ke pulau menjangan ini

    Reply
  2. luhde says:
    17 years ago

    yang lupa diisi: harga satu perahu motor untuk 10 orang bolak-balik ke pulau menjangan Rp 185 ribu. Untuk waktu 3 jam di menjangan. Ini harga resmi pakai tiket di depan pos jaga pelabuhan lalang yang dikelola desa adat.

    Kalau sebagai turis, satu perahu Rp 330 ribu.

    Reply
    • Ari Kwee Cheng says:
      13 years ago

      Bisa tau piodalan di Pura ini kapan nggih?

      Reply
  3. anantadewa says:
    14 years ago

    astungkara

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Aksi Tolak Terminal LNG ke DPRD Bali 

Antisipasi Risiko Proyek Energi Gas di Bali

26 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia