• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, January 20, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Diskusi: Pembangunan Global Berlandaskan Tri Hita Karana

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
7 November 2013
in Agenda, Budaya, Kabar Baru
0
0

foto sumadi

Bentara Budaya Bali kembali akan menyelenggarakan Dialog Budaya. Kali ini bertajuk ‘Pembangunan Global Berlandaskan Tri Hita Karana’ pada Sabtu (9/11), di Jl. Prof. Ida Bagus Mantra 88A Ketewel. Acara yang merupakan kerja sama dengan Jurusan Program Doktor Ilmu Agama IHDN Denpasar ini menghadirkan para pembicara lintas bidang yang mewakili berbagai perspektif kekinian.

Para pembicara tersebut yakni Claudia Cristina Morales Manrique, Ph.D (Venezuela), Elly Kent PhD (Australia), Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana (Yayasan Tri Hita Karana Bali), serta I Wayan Absir, SE.MM (Jurusan Program Doktor Pasca Sarjana IHDN Denpasar).

Menurut Dr.Ketut Sumadi, M.Par, Ketua Jurusan Program Doktor Pasca Sarjana IHDN Denpasar, konsep Tri Hita Karana kini kian diakui secara universal. Terbukti, pada tahun 2004, World Tourism Organization (WTO) mengadopsi Tri Hita Karana, yang mengimplementasikan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat. Bahkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Asia Pasific (Asia Pasific Ekonomic Cooperation — APEC) di Nusa Dua, Bali 5 – 7 Oktober 2013 lalu, filosofi Tri Hita Karana ditetapkan sebagai landasan pembangunan 21 negara anggota APEC.

Diakuinya falsafah Tri Hita Karana (kearifan lokal Bali) oleh negara-negara anggota APEC dan organisasi pariwisata dunia memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, sekaligus mempertahankan keberlangsungan desa pekraman di Bali dan memperkukuh identitas budaya Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu. “Diharapkan pula hal itu meningkatkan juga citra Indonesia di dunia Internasional, memajukan budaya bangsa sekaligus mengantar peran NKRI dalam turut serta mengukuhkan kehidupan yang damai di bumi,“ ungkap Dr.Ketut Sumadi,M.Par, dosen yang dulunya aktif sebagai wartawan harian Nusra ini.

Tri Hita Karana adalah tiga unsur kehidupan, yakni Parhyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), Palemahan (hubungan manusia dengan alam), dan Pawongan (hubungan manusia dengan manusia), yang harus diwujudkan di dalam keharmonian demi kesejahteraan umat manusia dan terjaganya alam lingkungan.

Namun tak dapat dielakkan, baik di Bali, Indonesia dan juga penjuru dunia, kehidupan sosial budaya justru kerap bertolak belakang dari nilai-nilai Tri Hita Karana. Kerusakan alam besar-besaran, berikut perang dan merajalelanya kejahatan serta ketidakadilan menggambarkan kenyataan yang sebaliknya tersebut.

“Tak hanya di Bali, tapi juga di belahan bumi manapun, kita patut meyakni bahwa, love is the underlying requirement for community development. Tourism-based community development also starts with love for the community. Maka, Pembangunan Pariwisata Berbasis Kerakyatan haruslah bermula dari rasa “cinta (love) kepada rakyat”, ucap Ketut Sumadi.

Profil Pembicara :
Claudia Cristina Morales Manrique, Ph.D, adalah doktor di bidang psikologi. Meneliti tentang ilmu kesehatan mental dan sosial sedari tahun 2003. Saat ini tengah mengembangkan studi tentang SQoL atau Subjective Quality of Life, atau yang dikenal juga dengan Subjective Wellbeing. Ia kerap kali menjadi pembicara tentang SQoL di berbagai universitas terkemuka di dunia serta dipercaya untuk merancang dan melakukan elaborasi proyek penelitian bersama para peneliti dari Universitat de València, di Spanyol, serta lembaga internasional lainnya.

Elly Kent, kandidat doktoral di Australian National University, Canberra. Meneliti tentang teori dan implementasi praktik-praktik partisipatif, termasuk seputar seni rupa kontemporer di Indonesia. Menerima penghargaan dan beasiswa prestasi untuk melakukan studi di Indonesia dari Prime Minister’s Australia Asia Post-Graduate Award2013.

Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, adalah ketua Yayasan Tri Hita Karana Bali, lembaga yang aktif memperjuangkan kelestarian lingkungan Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal. Kerap pula melakukan penelitian dan seminar-seminar sebagai upaya pemberdayaan bagi masyarakat. Ia juga seorang jurnalis yang memiliki perhatian kepada dunia pariwisata. [b]

Tags: AgendaBentara Budaya BaliBudaya
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Lebih dari Sekadar Wastra, Ragam Ekspresi di Roman Muka

Lebih dari Sekadar Wastra, Ragam Ekspresi di Roman Muka

22 July 2024
Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

Napak Tilas Konflik Tanah Desa Adat Bugbug

23 October 2023
Next Post
Perhiasan Eksotis Made in Bali

Perhiasan Eksotis Made in Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia