• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Dilarang Poligami di Penglipuran, Bangli

Persma Akademika by Persma Akademika
23 March 2013
in Budaya, Kabar Baru, Travel
0
0

penglipuran

Siapa yang tidak tahu desa wisata Penglipuran di Bangli?

Ciri khas rumah dengan tata tradisional Bali yang masih tetap bertahan hingga kini menjadikan Penglipuran memiliki tempat khusus di mata wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tapi apakah pengetahuan Anda hanya sebatas sampai di situ tentang Penglipuran?

Desa Penglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli memiliki ciri unik lainnya dengan menegakkan hukum anti poligami. Tidak ada satu pun warga yang berani memiliki istri lebih dari satu. Sebab ada beberapa kesepakan (sanksi) yang harus mereka terima jika mereka melanggar aturan anti poligami ini.

Karang Memadu adalah nama tempat yang ditujukan bagi mereka yang terbukti melanggar hukum poligami ini. Karang Memadu merupakan lahan kosong yang terletak di pojok selatan Desa Penglipuran. Tempat ini khusus ditujukan bagi mereka yang kena kesepekan karena berani memiliki dua atau lebih dari satu istri.

Tak hanya itu, sejumlah sanksi adat yang cukup berat juga diterima oleh masyarakat yang berani memiliki istri lebih dari satu.

Karang Memadu PenglipuranJika ada yang berani melanggar peraturan ini, akan dibangunkan rumah khusus di Karang Memadu. Karang kosong dengan tembok tinggi, jauh dari akses kehidupan masyarakat dan memiliki luas 9 x 2 1 meter. Mereka yang menempati Karang Memadu akan tetap mendiami tempat itu sampai mereka berani memutuskan poligaminya. Di depan Karang Memadu sangat jelas terpampang tulisan yang menunjukkan bahwa ini tempat hukuman bagi mereka yang melanggar aturan adat.

Maka dari itu, hingga kini tidak ada penduduk desa yang berani melanggar aturan anti poligami tersebut. Pasalnya mereka takut akan kesepekan yang nantinya diberikan kepada mereka. Sebab antipoligami sudah diwariskan turun–temurun dari tetua adat mereka. Dan aturan ini kini telah ditetapkan menjadi sebuah awig–awig yang dulunya tidak tertulis dan kini menjadi tertulis.

Leteh menjadi alasan utama mengapa para tetua mereka melarang terjadinya poligami. Kesepekan lain yang diterima oleh pasangan poligami yakni mereka tidak dapat bergaul secara bebas dengan masyarakat lainnya, dilarang melintasi utara perempatan desa serta tidak diperkenankan ke Pura yang berada di desa tersebut.

Sungguh suatu tradisi yang membuat kita berdecak kagum. Ditambah lagi masyarakat yang manut dalam menjalankan tradisi warisan leluhur ini. Ketika Penglipuran menjadi desa anti poligami. [b]

Foto-foto dari internet.

Tags: BangliBudayaTravelWisata
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Persma Akademika

Persma Akademika

Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana - Sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa atau lembaga dalam bidang jurnalistik di Universitas Udayana. Sekretariat : Gedung Student Center Universitas Udayana, Jalan Dr. Goris, Denpasar, Bali. http://www.persakademika.com/

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

Sanggah Kemulan Bermakna Unik dari Susunan Bambu di Desa Pedawa

25 July 2025
Budaya Ngayah Makin Langah

Budaya Ngayah Makin Langah

13 June 2025
Emas Hitam Kintamani: Anak Muda dan Masa Depan Pertanian

Emas Hitam Kintamani: Anak Muda dan Masa Depan Pertanian

10 June 2025

Bali Hampir Habis, Semenjana dan Tergantikan

4 January 2025
Melestarikan Tapel Ngandong, Kesenian Unik dari Desa Les Lewat Akses Digital

Kesenian yang Terancam Hilang di Desa Wisata Les

3 January 2025
Next Post

[Foto] Berkunjung ke Museum Le Mayeur, Sanur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Para Perempuan Petani yang Perjuangkan Hak Tanah

Desa Bukan Ruang Kosong: Membaca Koperasi Merah Putih dari Bali

13 January 2026
Canggu: Puisi dan Kisah Perjalanan

Ubud vs Canggu sebagai Metafora Konflik Internal Diri

12 January 2026
Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

Memulai Kawasan Rendah Emisi di Bali

11 January 2026
Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

Subak kini Hanya Dilihat sebagai Objek Wisata bukan Sosio Ekologis

10 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia