• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, August 7, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Desa Wisata, Berkah atau Musibah untuk Desa Munduk?

Komang Ryan Sudewa by Komang Ryan Sudewa
7 August 2026
in Kabar Baru, Travel
0
0
Panorama alam Desa Munduk. Foto oleh: Munduk Moding Plantation

Sejauh ingatan saya, sejak dulu Desa Munduk sangat akrab dengan pariwisata. Bule, tracking, penginapan, dan toko souvenir bukan suatu yang asing saya lihat dari dulu walaupun belum semasif sekarang. Perubahannya sangat terasa memang, apalagi mulai dari tahun 2015 sampai sekarang. Lahan yang dulunya kebun kopi, cengkeh, ataupun padi sekarang mulai banyak beralih fungsi menjadi hotel atau fasilitas pariwisata lainnya dengan sebutan yang beragam. 

Melihat dari sejarah Desa Munduk, harusnya tidak asing kalau desa kami dikenal sebagai tujuan wisata. Di beberapa sumber di internet bahkan dari zaman kolonial Belanda, Desa Munduk sudah menjadi tempat singgah bagi wisatawan asing.  Zaman kolonial, daerah yang sangat sering disebut adalah Pesanggrahan sebagai destinasi penginapan yang populer. Setelah itu, nama besar Puri Lumbung Cottages juga menjadi destinasi menginap yang populer di Desa Munduk. Apalagi pemilik Puri Lumbung Cottages, Drs. Nyoman Bagiarta, juga merupakan seorang tokoh yang mempopulerkan Munduk sebagai tujuan wisata. Selain Puri Lumbung, di zaman saya tumbuh yang juga terkenal sebagai tempat penginapan atau resto wisatawan asing adalah Lumbung Sari, Ngiring Ngewedang, dan Made Oka Home Stay. 

Wisatawan asing di Desa Munduk.

Dalam perkembangannya, Munduk terus melejit sebagai salah satu destinasi wisata  yang dicari oleh wisatawan asing. Menurut I Ketut Basma, salah satu guide senior  yang ada di Desa Munduk, kunjungan wisatawan ke Desa Munduk terus mengalami  peningkatan. Pernyataan itu juga didukung salah satu artikel di repo.undiksha yang  menyebutkan pada tahun 2023, yang merupakan tahun pemulihan pandemi,  kunjungan wisatawannya mencapai 45 ribu orang, dengan objek wisata unggulan  Danau Tamblingan, air terjun, lahan persawahan, dan perkebunan masyarakat. 

Kalau dibilang strategis sebenarnya kami tidak yakin dengan itu. Jalan berkelok dan berjarak 3 sampai 4 jam dari kota atau pusat wisata di Bali selatan harusnya menjadi pertimbangan yang panjang untuk  menjadikan Munduk sebagai tujuan untuk berlibur, tetapi memang waktu tempuh  dan medan yang extreme itu terbayarkan ketika wisatawan sampai di Munduk.  Udara sejuk dan tujuan wisata alami menjadi dasar wisatawan untuk  datang. 

Melihat perkembangan wisata yang sebegitu tingginya, sebagai masyarakat dan  pemuda lokal, sebenarnya ada kebimbangan. Pengaruh pariwisata terhadap roda perekonomian di Desa Munduk harus diakui berdampak positif. Dengan banyaknya  hotel, villa, resto, dan fasilitas lain penunjang wisatawan juga membuka banyak  lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Desa Munduk. Hal positif lainnya yang  tentu kita rasakan ketika kita berada di lingkungan pariwisata adalah kebiasaan  orang untuk belajar berbahasa asing.

I Ketut Basma juga berpendapat, “hal positif  yang kita rasakan adalah mental generasi penerus yang tidak takut akan keberadaan wisatawan asing karena sudah terbiasa melihat warga bergaul langsung dengan  tourist, hal ini juga akan berdampak baik, contohnya anak-anak kita dapat terus  belajar untuk bisa berbahasa asing.” 

Desa Munduk. Foto oleh: Instagram @doblet_1973

Di sisi lain, kami juga melihat pengaruh negatif dari pariwisata itu sendiri. Pembangunan yang mengorbankan pohon-pohon yang membuat udara sejuk,  pengolahan limbah dan sampah yang belum teratur sehingga menyebabkan sumber  air mulai tercemar. Ada juga risiko yang sering kali luput dari perhatian yaitu  ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap sektor pariwisata dapat menjadi  ancaman apabila jumlah wisatawan menurun.

Ketergantungan masyarakat terhadap  pariwisata adalah kondisi di mana ekonomi masyarakat bergantung kepada wisatawan. Selain itu, biaya hidup juga akan ikut meningkat, contohnya seperti  harga barang yang naik, harga tanah, dan harga makanan di tempat pariwisata akan lebih mahal  dibandingkan tempat lain. 

Dari dua sisi tersebut, apakah kita sebagai masyarakat dan khususnya pemuda lokal  harus bangga? Atau sedih dengan masifnya perkembangan pariwisata di Munduk?  Perlu kajian dan diskusi mendalam kami pikir untuk itu. Bagaimana kami tetap bisa  terbuka dengan hadirnya pariwisata, namun juga tetap menjaga bentang alam kami  agar tetap terjaga. Dan paling penting, kami tetap menjadi tuan rumah di desa sendiri.

(Tulisan ini merupakan karya peserta Workshop Menangkal Disinformasi Iklim kolaborasi IDJN)

sangkarbet sangkarbet
Tags: Desa Mundukpulihkan baliwisatawan di Bali
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Komang Ryan Sudewa

Komang Ryan Sudewa

Related Posts

Ubud yang Tenang Berubah Bising dan Macet

Menelusuri Ekspatriat di Bali, Pemegang Izin Tinggal Meningkat Dua Kali Lipat

17 February 2026
Merawat Kreativitas dan Kebebasan Berpikir Anak Muda Melalui Muruk dan Nutur

Merawat Kreativitas dan Kebebasan Berpikir Anak Muda Melalui Muruk dan Nutur

10 May 2025
Next Post
Semangat Gowes di Bali Tak Diimbangi Jalur Sepeda

Semangat Gowes di Bali Tak Diimbangi Jalur Sepeda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Semangat Gowes di Bali Tak Diimbangi Jalur Sepeda

Semangat Gowes di Bali Tak Diimbangi Jalur Sepeda

7 August 2026
Desa Wisata, Berkah atau Musibah untuk Desa Munduk?

Desa Wisata, Berkah atau Musibah untuk Desa Munduk?

7 August 2026
Bali Kejar Target Net Zero Emission dengan Energi Surya

Bali Kejar Target Net Zero Emission dengan Energi Surya

6 August 2026
Banalitas Pengabaian Pemerintah dari Sidang Pertama Gugatan Warga Bali

Banalitas Pengabaian Pemerintah dari Sidang Pertama Gugatan Warga Bali

5 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia