• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, July 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Denpasar Kota Semrawut

I Nyoman Winata by I Nyoman Winata
9 December 2008
in Kabar Baru, Opini
0
0

Oleh I Nyoman Winata

Pulang ke Denpasar beberapa hari lalu membuat saya terperanjat. Denpasar yang sudah demikian semrawut awut-awutan kini menjadi semakin semrawut. Hampir setiap pertigaan, perempatan atau perlimaan, berjejer foto-foto para kontestan pemilu. Saking ramainya aksi para caleg ini sampai-sampai saya mengesankan kalau mereka semua layak disebut orang-orang barbar (tidak punya aturan, etika). Kalau bahasanya di Wayan Juniartha di Bungklang-bungkling di Bali Post, mereka adalah juaranya mereka yang juari-juari.

Kata Juari dalam bahasa Bali merujuk pada orang yang tidak tahu malu. Kalau ada yang disebut juari maka itu berarti orang itu tidak punya rasa malu. Ya, para caleg yang pasang fotonya gede-gede di perempatan jalan adalah masuk kelompok manusia-manusia juari (tak tahu malu). Memasang foto wajah lalu meminta orang untuk mendukungnya, padahal ia bukanlah siapa-saiapa dan tidak pernah melakukan apa-apa untuk masyarakat. Lebih juari lagi kalau mereka yang pasang foto besar adalah mereka yang sudah pernah duduk sebagai anggota legislatif. Bukankah mereka selama ini hanya asyik masyuk mengeruk uang rakyat saja?

Mungkin ini pula yang menjadi cermin dari sikap prlaku para caleg di Kota Denpasar. Kesemrawutan kota bukanlah hal yang penting lagi. Bagi para caleg yang penting syahwatnya untuk merebut peluang duduk di kursi legislatif terpenuhi. Jika mereka adalah para juari apa yang bisa diharap ketika mereka benar-benar dudukjadi anggota legislatif?

Tidak penting menanggapi apa isi dari pesan sponsor mereka yang tertampang di baliho-baliho besar dan kecil. Terlepas darikelucuan-kelucuan yang mereka tunjukkan, penting untuk disimak bahwa mereka sangat sedikit punya semangat berjuang melalui jalan terhormat. Mereka lebih memilih berjuang melalui proses instant. Tak peduli apakah orang terganggu dengan tampilnya wajah mereka dijalanan dengan senyum dan wajah yang belum bisa dipastikan kejujurannya. Yang jelas mereka sedang berjuang untuk mendapatkan penghasilan/pekerjaan, karena rata-rata mereka adalah pengangguran atau pensiunan.

Di saat seperti ini, sangat kentara bagaimana lemahnya pemerintahan di kota Denpasar. Ke mana birokrasi di saat hukum-hukumnya diperlukan untuk menata kota? Di mana para birokrasi ketika warganya mengabaikan soal ketertiban? Apa kerja perangkat pengawas pemilu, apa kerja dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Denpasar? Mengapa mereka sangat sulit menegakkan hukum untuk menciptakan keteraturan. Denpsar memang berada dalam out of order yang parah. Denpasar memang kota Semrawut awut-awutan.

Tags: OpiniPolitik
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
I Nyoman Winata

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata lahir dan besar Denpasar tahun 1975. Pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Unud sampai wisuda. Di tahun 2013 lulus kuliah di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude. Bekerja di sebuah Media massa yang berkantor pusat di Bali. Dari akhir tahun 2004 lalu bekerja di Semarang Jawa Tengah. Tidak punya hobi pasti, dulu suka olahraga, sekarang tidak pernah jelas. Rumah di depan Terminal Ubung persis, disebelah rumah makan padang "Minang Ubung".

Related Posts

Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

Klub Bola bisa jadi Ruang Artikulasi Sikap Politik

24 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Wisata di Denpasar, Tiga Tempat Menarik dalam Satu Area

Refleksi Aksi For HATI Bali 2026 dalam Menjaga Masa Depan Bali

8 June 2026
Next Post

ASITA Akan Tertibkan Online Tour

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Cerita Ironis dari Kehidupan Finansial Pekerja di Denpasar

Cerita Ironis dari Kehidupan Finansial Pekerja di Denpasar

13 July 2026
Dugaan Perdagangan Orang dan Penyekapan ABK di Benoa

Keliru Hukum dalam Persidangan Kasus TPPO KM Awindo 2A

13 July 2026
Ragam Praktik Mitigasi Bencana dan Krisis Air dari Yayasan IDEP

Ragam Praktik Mitigasi Bencana dan Krisis Air dari Yayasan IDEP

11 July 2026
Membaca Sudut Pandang Laki-Laki dalam Diskusi Bertema Perempuan

Membaca Sudut Pandang Laki-Laki dalam Diskusi Bertema Perempuan

10 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia