• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Dampak Penutupan Dolly terhadap Bali

Sang Gede Purnama by Sang Gede Purnama
28 July 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Opini
0
1
psk dolly
Pekerja seks di Dolly menolak penutupan lokalisasi. Foto Palingaktual.com

Dolly merupakan kawasan prostitusi terbesar di Indonesia.

Saat ini tercatat 1.448 pekerja seks perempuan di mana 168 di antaranya positif HIV. Kawasan ini telah ditutup Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini.

Walaupun penutupan itu diiringi dengan pembinaan namun siapa yang menjamin mereka akan berhenti dengan profesinya.

Penutupan lokalisasi harus mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkannya. Secara umum kita berpikir dengan menutup lokalisasi tersebut dan memulangkan para PSP maka permasalahan akan selesai. Tidak ada lagi prostitusi di daerah tersebut sehingga penyebaran penyakit kelamin dapat berkurang.

Apakah benar seperti itu?

Melakukan penutupan secara tergesa-gesa tanpa perhitungan malah dapat menimbulkan dampak berkepanjangan. Para pekerja seks perempuan (PSP) dapat saja bekerja secara terselubung sehingga sulit dideteksi lagi. Mereka akan sulit untuk diberikan pengobatan sehingga dengan mudah menularkan berbagai penyakit.

Kesulitan sangat terasa pada upaya penanggulangan HIV di mana pekerja seks sebagai populasi kunci memiliki tingkat mobilitas tinggi. Belum selesai diterapi dengan anti retroviral (ARV) mereka sudah menghilang dan putus obat. Akibatnya, pengobatan cendrung gagal dan resisten.

Keadaan ini tentu mempersulit dalam upaya mengatasi penyebaran HIV.

Mulai menyebar
Kejadian HIV-AIDS yang dimulai tahun 1987 di Bali kini kasusnya terus saja meningkat secara signifikan. Di Provinsi Bali telah tercatat 3.659 kasus HIV. Sebagian besar ditularkan lewat hubungan heteroseksual.

Sebagai daerah tujuan wisatawan tentu kawasan wisata Bali mulai waspada terhadap penyebaran pekerja seks menyerbu Bali.

Penutupan Dolly tentu akan berdampak pada meningkatnya eksodus pekerja seks ke Bali yang jaraknya cukup dekat. Apalagi Bali sebagai kawasan wisata yang menarik untuk mencari uang. Upaya mengatasi penyebaran pekerja seks sebagai populasi kunci dalam penanggulangan AIDS perlu dilakukan.

Mereka akan selalu ada namun yang diperlukan adalah upaya pembinaan bukan pembinasaan. Selama ini yang menjadi faktor tumbuhnya kawasan prostitusi seringkali dikaitkan dengan faktor ekonomi. Upaya meningkatkan ekonomi masyarakat dengan berdasarkan cara yang benar inilah yang perlu dikembangkan programnya.

Sekarang ini yang sedang berkembang adalah bisnis seks terselubung seperti cewek orderan, panti pijat esek-esek, café yang menyediakan layanan seks. Kegiatan prostitusi tidak langsung ini sulit untuk dibina sehingga program kesehatan sulit untuk menjangkaunya. Karena mereka bukan pekerja seks yang mudah dideteksi.

Inilah masalah perilaku sakit masyarakat yang perlu dibenahi. Mengubah perilaku masyarakat tentunya tidak mudah. Namun upaya pembinaan perlu terus dilakukan mulai lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pekerja seks harus mendapatkan akses yang baik ke layanan kesehatan.

Mereka juga perlu diberi pemahaman dampak kesehatan akibat dari perilakunya. Tentu saja kepada para pelanggan pekerja seks agar mulai berhati-hati dan menggunakan kondom.

Penutupan lokalisasi bisa saja dilakukan asalkan diiring dengan pembinaan yang baik pada para pekerja seks. Sebagai pemerhati kesehatan masyarakat kita mesti berusaha melakukan upaya preventif dalam mencegah penyebaran HIV-AIDS.

Upaya promosi kesehatan serta pencegahan spesifik dengan sosialisasi kondom perlu dilakukan. Deteksi dini dan Pengobatan yang tepat pada penderita juga diperlukan. [b]

Tags: BaliHIV/AIDSKesehatan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Sang Gede Purnama

Sang Gede Purnama

Pemerhati kesehatan masyarakat. Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakutas Kedokteran, Universitas Udayana (Unud) Bali.

Related Posts

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

Ruang Sipil di Bali di Bawah Tekanan: Ketika Kritik Dianggap Ancaman

5 January 2026
Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

Siaga Banjir! Panduan Praktis untuk Warga Bali di Musim Hujan Ekstrem

16 December 2025
Next Post
Humoria Mitos Pilpres dan Bali TV

Humoria Mitos Pilpres dan Bali TV

Comments 1

  1. Gede says:
    12 years ago

    Bagaimana Bali bisa bebas prostitusi ???

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

Perspektif Disabilitas Netra untuk Ruang Jalan Inklusif di Bali

15 March 2026
Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia