• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, January 19, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menu Sehat Bubur Sumsum Bali

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
3 August 2014
in Berita Utama, Kabar Baru, Kuliner
0
1

bubur-menjajakan

Ni Nyoman Karmani sudah sepuluh tahun berjualan bubur sumsum.

Dia menjajakan bubir dari rumah ke rumah di Denpasar Utara. Karmani menjadi pedagang istimewa seperti juga menu yang dia jajakan.

Mungkin bisa dihitung dengan jari jumlah pedagang bubur seperti perempuan ini. Begitu pula dengan bubur sumsum jualannya. Sedikitnya ada empat jenis penganan yang menemani bubur ini.

Menu utama tentu saja bubur sumsum dari tepung beras yang gurih. Ada juga cendol terbuat dari tepung beras tapi dibentuk kecil-kecil. Cendol sudah dicampur santan kelapa.

Lalu ada ketan hitam atau injin yang direbus sampai agak encer. Kolak dari potongan ubi dan gula merah.

Pembeli bisa memilih sendiri jenis mana yang disukai. Apakah hanya satu jenis atau dicampur semuanya.

bubur-lengkap

Satu porsi standar seharga Rp 4.000 berisi satu sendok bubur sumsum, cendol, injin, kolak, lalu dilumuri gula merah cair di atasnya.

Santan cendol dan gula merahnya dimasak agak kental sehingga sangat gurih dan manis.

Nyoman Karmani memasak semuanya pada dini hari. Lalu pagi hari berkeliling jalan kaki menjunjung wadah kayu berisi panci-panci kecil.

Ia berhenti beberapa saat di pusat keramaian seperti depan sekolah, pedagang kaki lima, sebelum mendatangi rumah warga.

“Bubur bubur,” teriaknya memanggil pembeli.

Jika ada yang tertarik harus membantu menurunkan wadah kayu itu. Wadah panci-panci kecil akan dibuka dan menguapkan aroma gurih bubur.

bubur-melayani

Ia mengatakan musim paling ramai adalah saat bulan puasa. Pembeli menggunakannya sebagai hidangan takjil sebelum makan hidangan utama berbuka. “Buburnya tidak masam atau berubah rasa walau dimakan sore hari,” serunya.

Ini memang benar. Juga bisa dimasukkan ke kulkas jika senang dingin.

Bubur sumsum ini masih memiliki banyak pelanggan setia karena tetap terjaga citarasa masa lalunya. Ketika makin banyak pedagang keliling menggunakan motor berjualan, belum terlihat pedagang bubur sumsum yang mengganti cara menjajakan. Seperti Karmani yang masih setia berjalan kaki.

Karmani saat ini terlihat berjalan terseok-seok karena kakinya mulai melemah kecapekan. Namun ia tetap berusaha bekerja. Anak-anak penyuka camilan tradisional ini masih menyerbu di depan sekolah saat jam pulang sekolah. [b]

Tags: DenpasarKuliner
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post
Penolakan Reklamasi Teluk Benoa Makin Meluas

Penolakan Reklamasi Teluk Benoa Makin Meluas

Comments 1

  1. manda says:
    11 years ago

    biasanya jualannya di sekitaran jalan apa ya?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Permasalahan Petani Hutan di Bali

Permasalahan Petani Hutan di Bali

19 January 2026
Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

Mandaragiri: Saat Leluhur Membaca Bahasa Bumi

19 January 2026

Siwaratri sebagai Ruang Kontemplasi Menghadapi Krisis Batin Kehidupan Modern

18 January 2026
Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

Petani Batur Datangi Kementerian Kehutanan dan Kementerian Investasi

17 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia