• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, December 15, 2025
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Nonton Bersama Bertajuk “Bukan Perempuan Biasa”

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
21 April 2017
in Agenda, Kabar Baru
0 0
0
Pasir Berbisik salah satu film yang diputar di Bentara Budaya Bali bulan ini. Foto Internet.

Bulan ini, Sinema Bentara menghadirkan film untuk memaknai Hari Kartini.

Film-film terpilih bertajuk “Bukan Perempuan Biasa” akan diputar selama dua hari pada Jumat dan Sabtu ini di Bentara Buda Bali Jl Prof. Ida Bagus Mantra No.88A, By Pass Ketewel, Gianyar.

Program ini didukung Sinematek Indonesia, Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar, Pusat Kebudayaan Prancis Alliance Française de Bali, Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Indonesien, UI Film Festival, serta Udayana Science Club.

Sepanjang sejarah perfilman, tidak jarang kehadiran sosok perempuan hanya dianggap sekadar pemanis visual. Namun patut pula dicatat ada sejumlah sutradara justru menjadikan perempuan sebagai sosok sentral dengan karakteristik mendalam serta memiliki ‘ketangguhan’ yang melampaui peran lelaki.

Tajuk “Bukan Perempuan Biasa” berangkat dari judul sinetron yang kali pertama dilakoni bintang sohor Christine Hakim, memerankan sosok perempuan ulet dan gigih serta mandiri meski ditinggal suaminya. Bukan Perempuan Biasa (1997) disutradarai oleh Jajang C. Noer dan skenarionya digarap oleh Arifin C. Noer.

Selaras tema, kali ini ditampilkan sejumlah film lintas bangsa peraih berbagai penghargaan nasional dan internasional yang merefleksikan ketangguhan sosok perempuan di tengah kemelut hidup yang serba tidak mudah.

Tayang film kali ini pun terbilang istimewa, sebab salah satu film yang diputar pada program ini yakni “Pasir Berbisik (2001)” yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Christine Hakim. Pada waktu hampir bersamaan, film yang juga dibintangi keduanya, berjudul “Kartini” baru saja dirilis di bioskop.

Selain itu, ditayangkan pula film-film lain di antaranya: Harti(Indonesia, 2016, Ridho Nvgroho), Marguerite (Prancis, 2015, Sutradara: Xavier Giannoli); Four Minutes (Jerman, 2006, Sutradara: Chris Kraus); dan La Ciociara (Italia, 1960, Sutradara: Vittorio De Sica).

Koordinator pemutaran film, Siswan Dewi, mengungkapkan bahwa suasan menonton film dibuat guyub, hangat, dan akrab dengan konsep Misbar atau nonton ala layar tancap. Turut memeriahkan pemutaran film, tampil juga kelompok anak muda kreatif seperti Teater Biner yang akan membawakan musikalisasi puisi, Bryan Petreli, serta Aya & Laras BTMDG.

Sebagai bagian dari upaya transfer of knowledge bagi publik muda, program ini mengagendakan pula sebuah diskusi sinema bersama dosen jurusan Film dan Televisi ISI Denpasar, Desak Putu Yogi Antari Tirta Yasa, S.Sn.

Pada hari pertama tayang Marguerite, Harti dan Four Minutes. Bersetting di Paris pada tahun 1920-an, Marguerite Dumont merupakan seorang wanita paruh baya kaya raya yang memiliki krisis eksistensi diri.

Ia pecinta musik dan opea. Ia gemar bernyanyi untuk teman-temannya meskipun ia bukan penyanyi yang baik. Suami dan teman-temanya selalu memuji dan menjaga mimpinya. Masalah mulai muncul saat ia memutuskan untuk tampil di panggung yang sesungguhnya.

Film ini meraih penghargaan Nazareno Taddei Award pada Venice Film Festival 2015, nominasi Golden Lion pada Venice Film Festival 2015; Aktris Terbaik, Kostum Terbaik, Desain Produksi Terbaik, Musik Terbaik pada César Awards, Prancis 2016; Pemain Wanita Terbaik pada Lumiere Awards – Prancis 2016.

Film karya Ridho Nvgroho, Harti, juga turut hadir dalam program ini. Harti merupakan janda beranak satu. Suaminya telah meninggal dan mewariskan sebidang sawah. Harti berniat melanjutkan menggarap sawah tersebut guna menghidupinya beserta sang anak.

Namunm suatu saat Harti menemukan sebuah benda asing di tengah sawahnya. Sebuah benda yang terlihat remeh namun sebenarnya memiliki arti lebih. Film ini terpilih menjadi finalis pada UI Film Festival.

Sementara itu, tak kalah menarik yakni film Four Minutes dari Jerman di mana Traude Krueger bekerja sebagai pengajar piano di penjara khusus wanita. Sembari menyeleksi murid barunya, ia bertemu dengan Jenny Von Loeben. Ketika Traude memberitahu bahwa Jenny tak bisa mengikuti kelas musik karena tangannnya yang kasar dan sikapnya yang tak kooperatif, Jenny membuktikan kemampuannya.

Film ini meraih penghargaan Aktris Terbaik, Aktris Pendatang Baru Terbaik, Skenario Terbaik, dan Sutradara Terbaik pada Bavarian Film Awards 2006, Film Terbaik pada Shanghai International Film Festival 2006 dan Reykjavik International Film Festival 2006; Penampilan Terbaik untuk Pemeran Wanita pada German Film Awards 2007.

Sedangkan pada hari kedua (22/4) ditayangkan Pasir Berbisik dan La Ciociaria. Film Pasir Berbisik merupakan film Indonesia yang mengisahkan kehidupan gadis bernama Daya (Dian Sastrowardoyo) tinggal bersama ibunya, Berlian (Christine Hakim) di daerah pesisir pantai berpasir hitam di sebuah kawasan terasing.

Ayah Daya, Agus, pergi menghilang entah kemana saat Daya masih kecil. Daya yang kesepian, sering membayangkan sosok ayahnya saat masih kecil dengan wayang-wayang yang biasa dimainkan ayahnya.

Dalam keanehannya, Daya tumbuh sebagai gadis yang introvert, lugu dan polos memiliki kebiasaan yang aneh yaitu menempelkan telinganya di atas pasir, seolah pasir itu berbisik kepadanya.

Film ini meraih penghargaan Best Cinematography Award, Best Sound Award dan Jury’s Special Award For Most Promising Director untuk Festival Film Asia Pacific 2001; Festival Film Asiatique Deauville 2002 untuk Artis Wanita Terbaik; Festival Film Antarabangsa Singapura ke-15 untuk Artis Wanita Terbaik; Festival Film Indonesia 2004 meraih nominasi di 8 kategori: Film Terbaik, Aktris Terbaik (Dian Sastrowardoyo dan Christine Hakim), Aktor Pendukung Terbaik (Didi Petet dan Slamet Rahardjo), Aktris Pendukung Terbaik (Dessy Fitri), Sinematografi Terbaik (Yadi Sugandi), Tata Artistik Terbaik (Frans X.R. Paat), Tata Musik Terbaik (Thoersi Agreswara), dan Tata Suara Terbaik (Adimolana Machmud dan Hartanto).

Selanjutnya, La Ciociaria atau Two Women, berlatar di Italia, mengisahkan tentang cerita seorang wanita yang berusaha untuk melindungi putrinya dari kekejaman perang dunia kedua. La Ciociara memenangkan Academy Award untuk Aktris Terbaik untuk Sophia Loren.

Peristiwa tersebut merujukan pertama kalinya sebuah penghargaan Oscar kategori Aktris Terbaik diberikan untuk film berbahasa asing. Loren juga memenangkan penghargaan untuk Aktris Terbaik di Festival Film Cannes 1961 dan meraih 22 penghargaan internasional lainnya lewat film Two Women. [b]

Tags: AgendaBentara Budaya BaliPerempuan
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Kesetaraan Perempuan Bali ala Banjar Kekeran

Menjadi Perempuan Versiku

8 May 2025
Praktik Keadilan Restoratif belum Berperspektif Korban Kekerasan di Bali

Praktik Keadilan Restoratif belum Berperspektif Korban Kekerasan di Bali

18 June 2024
Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

Ini Kisahmu: Ni Pollok Gadis Bali

14 July 2023
Peran dan Kedudukan Perempuan Berdasarkan Prasasti Masa Bali Kuno

Peran dan Kedudukan Perempuan Berdasarkan Prasasti Masa Bali Kuno

26 August 2022
Cerita Rasa

Cerita Rasa Festival: Rintisan Festival Desa di Jembrana

6 August 2022
Yuni dan Kebingungan Kita Saat Ini

Yuni dan Kebingungan Kita Saat Ini

3 January 2022
Next Post
Petisi Pelajar: Reformasi Pendidikan Indonesia

Petisi Pelajar: Reformasi Pendidikan Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

Anak Muda Mengolah Limbah Organik di Tengah Macetnya Dukungan Investor

15 December 2025
Begini Lho Cara Menjelajah Nusa Penida dengan Cara Berbeda

Perempuan dalam Sistem Pewarisan Adat Bali: Terikat Adat, Hak Terbatas

15 December 2025
Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

Gagas Aksi Iklim Melalui Mangrove, Bendega Tanam Harapan di Pesisir

14 December 2025
Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

Para Perempuan di Balik Kerajinan Ate

14 December 2025
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia