• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Bioskop Tukad, Mendekatkan Film pada Masyarakat

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
21 July 2019
in Kabar Baru
0
0

Kali ini tentang karya-karya sineas muda dan petani.

Bioskop Tukad, sebuah acara yang diselenggarakan dalam rangka perjalanan menuju Denpasar Documentary Film Festival (DDFF) 2019, kembali diselenggarakan di Taman Kumbasari, Tukad Badung, Sabtu (20/7) malam.

Kali ini gelaran itu menampilkan karya-karya Dwitra J. Ariana, sineas dokumenter Bali yang banyak berjaya di berbagai ajang film Nasional, bahkan internasional.

Karya-karya sineas yang lebih akrab dipanggil Dadap itu antara lain Petani Terakhir, Lampion-lampion, Masean’s Message, dan Sang Pembakar. Menurut IGK Trisna Pramana, motor utama Bioskop Tukad, pemilihan ini berdasar pertimbangan bahwa empat film itu merupakan karya-karya terbaik yang menjadi kebanggan Bali.

Menurut Trisna, di luar karyanya, Dadap sendiri tokoh yang unik dan inspiratif. Kesehariannya sebagai petani tak menimbun kreativitasnya sebagai pembuat film.

“Ini sangat menarik. Jarang ada tokoh seperti dia,” papar Trisna.

Perjalanan Dadap tergambar juga dalam film-film yang dihasilkan.

Karya Dadap

Petani Terakhir mengisahkan suasana batin Nyoman Sutama, seorang petani di Kawasan Penatih, Denpasar. Sutama satu di antara segeintir warga desa yang masih mengukuhi profesi sebagai petani. Hampir semua kawan Sutama telah menjual sawah mereka.

Harga tanah yang tinggi membuat mereka tergiur untuk menangguk uang dari situ. Hasilnya bisa untuk memperbaiki rumah dan membuat kos-kosan.

Namun, hanya Sutama yang tetap menggarap lahan warisan orangtuanya. Padahal, hasil panen tak seberapa dan kesulitan mengurus sawah semakin menjadi. Suatu ketika ia mendiskusikan keinginannya untuk menjual beberapa petak sawah dengan ibunya.

Film yang diproduksi dengan dana stimulan dari DDFF ini memenangi penghargaan sebagai film dokumenter terbaik Festival Film Dokumenter (FFD) Yogyakarta 2016. Dia juga masuk kompilasi S-Express yang diputar di seluruh negara Asia Tenggara.

Lampion-lampion berkisah tentang kehidupan toleransi yangkuat antara warga keturunan Tionghoa dan warga asli Bali di Desa Lampu, Bangli. Film ini tampil sebagai film terbaik Festival Film Dokumenter Bali (FFDB) 2011. FFDB adalah cikal-bakal terbentuknya DDFF. Lampion-lampion tampil sebagai niminasi film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun yang sama.

Masean’s Message berkisah tentang upaya rekonsiliasi korban tragedi G30S di Desa Masean, Jembrana. Film ini juga menjadi nominasi peraih Piala Citra FFI 2016 dan diputar dalam ajang Singapore International Film Festival (SGIFF) 2017.

Sang Pembakar adalah karya Dwitra J. Ariana bersama Ucu Agustin dan Hari Suprayitno. Sang Pembakar merupakan hasil Single Shot Cinema (SSC) Workshop Ecco Film, disponsori Ford Foundation. Ketiga sutradara adalah peserta workshop yang dimentor langsung oleh Leonard Retel Helmrich. Leonard mendampingi peserta secara penuh untuk dapat memproduksi film dengan metode SSC.

Sang Pembakar berkisah tentang posisi dilema yang dihadapi petani-petani kelapa sawit di Muaro Jambi, Sumatera saat harus membuka kebun. Biaya sewa alat berat sangat mahal, sementara membakar hutan adalah cara yang mereka sadari melanggar peraturan.

Mendekatkan Film ke Publik

Telah disiarkan sebelumnya, Bioskop Tukad diselenggarakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Bahwa jika kita merawat sungai dengan baik, maka sungai-sungai tak hanya berfungsi sebagai saluran air semata.

Ia juga dapat sebagai tempat berekreasi, berkreasi, dan aktivitas positif lainnya.

Di sisi lain, Bioskop Tukad juga dimaksudkan untuk mendekatkan film-film dokumenter pada publiknya. Ini adalah sebagian dari misi DDFF, yang pada tahun ini akan diselenggarakan pada bulan September mendatang. Bertepatan dengan usianya yang ke-10, DDFF melakukan rebranding dan perubahan pendekatan.

Maria Ekaristi, Direktur DDFF mengatakan mereka berupaya menarik film dokumenter menjadi sesuatu yang akrab bagi masyarakat. “Kami akan memperkenalkan kepada publik bahwa film dokumenter tak melulu berbicara tentang sesuatu yang serius, tetapi juga hal-hal biasa bahkan klise dalam keseharian kita,” ujarnya . [b]

kampungbet
Tags: DDFFDenpasarFilm
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post
Anak Muda Bali, Saatnya Ikut Sekolah Antikorupsi

SAKTI, Mengajak Anak Muda Bali Melawan Korupsi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia